![Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/secret---war-of-k-m-dgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
2 September, 2313.
Total saldo di rekening World Bank Secret: 465 Kredit.
Tidak ada racun di makanan ini?! Apa dia benar-benar bukan bagian dari ‘mereka’? Huh―Tapi ... aku tidak boleh lengah hanya karena tidak ada racun di makanan ini, demikian pikir Sei. Dia sedikit menghela napas setelah memakan satu suap hidangan makan pagi yang Ret bawa.
Wanita itu melahap makan paginya sambil sesekali melirik kepada Ret yang terus membaca buku tak asing baginya.
“Uh.... Kau tahu,” kata Ret, menengokkan kepalanya pada Sei. “Aku―Mungkin ini ....”
Saat mata mereka saling bertemu, Sei terbatuk ringan.
“Ng?” Sei lanjut makan, “Apa?”
“Mungkin agak aneh, sih, pemikiranku.” Ret berkata dengan canggung sambil mengusap-ngusap tengkuknya sendiri, “Tapi, 3000 Kredit untuk masuk Sekolah Keamanan atau menjadi Anggota Unit Justice-man itu―”
“Jika kamu ingin langsung masuk ke Sekolah salah satu Unit, tentu saja Kredit segitu pasti sepadan.” Sei langsung memotong perkataan Ret, “Atau Unit-nya sendiri, kau bisa menyuap untuk masuk Unit manapun.”
Wanita itu dengan santainya merobek roti dan memasukkan ke mulutnya.
“Huh?!” Ret terkejut. “Maksudmu itu ....”
“Ya.” Sambil mengunyah robekan roti di dalam mulutnya, Sei mengangguk ringan, dan berkata, “Seperti yang kau pikirkan: ‘Menyuap’ salah satu atasan. Dan kau akan mendapatkan jalur khusus.”
“Uh,” desah Ret, menggelegkan kepala. “Sial. Aku pikir―’
“Ng?!” Sei menatap tajam Ret. “Pikir apa? Kau ingin masuk jalur biasa?! Jangan sok-suci seperti itu. Kam―Mereka semua pun membutuhkan Kredit, bukan?”
Ret menggelengkan kepalanya.
“Bukan seperti itu.”
__ADS_1
“Rat, kamu pikir dengan tertera kata ‘Justice’ yang melebeli mereka, itu berarti semua instansi Unit itu suci? Ng?!”
“Aku tidak berpikir seperti itu, Sei, hanya saja ....”
“Semua ekspetasi tidak sesuai dengan kenyataan, huh?”
“Ya. Seperti itu!”
Ret menganggukkan kepalanya.
Lalu si pria di hadapan Sei, menunggunya selesai menyantap hidangan yang dibawanya. Dia merasa lapar, tetapi saat Sei sudah menghabiskan makanan, Ret hanya tersenyum tipis.
“Jadi,” tanya Ret, selgai Sei mengunyah roti terakhir, “Berapa tepatnya biaya masuk Sekolah Keamanan dan biaya pendaftaran untuk menjadi Anggota Unit Justice-man?”
“Apa,” tanya balik Sei setelah menelan roti, “yang kau maksud dengan ‘tepat’-nya―Kau kira aku tahu? Aku bukan bagian dari Unit itu, kau tahu?”
“Uh.” Ret menghembuskan napasnya. “Kau tidak bisa membohongi―”
Sei mendongak sambil memiringkan kepalanya, dan dia menatap Ret dengan tatapan bingung.
“Ng?!”
“Ng....” Sei mengangguk sambil meraih gelas kayu di atas nampan. “Sederhananya, kau tidak bisa menemui Thabib jika tidak ada rekomendasi dari para Informan. Mereka tidak akan mejual―bahkan tidak akan diperkenalkan produk jadinya padamu.”
“Uh,” desah Ret, frustasi. “Jadi kita harus menunggu aku mendapatkan Prangko lagi, dari koran? Aku tidak tahu cara membeli informasi selain dari―”
“Kalau tidak salah, kamu punya kertas dan bolpoin,” tanya Sei, mengulurkan tangannya seperti meminta sesuatu kepada Ret, “Boleh aku meminjamnya?”.
Ret mengambil bolpoin dan merobek kertas berwarna kuning kucal di atas mejanya, dan dia berikan ke Sei.
“Kau akan menggambar peta, Sei?”
__ADS_1
Sei hanya mengangguk ringan dan mulai menggambar sesuatu.
“Gambarmu jelek, Sei.”
“Ng?!”
“Tidak. Bukan itu, maksudku, ini Distrik―Area mana?”
“Masih di Distrik.2 ini, tapi cukup jauh di Area.5 yang merupakan wilayah penduduk kelas atas. Nih. Aku tahu kau tidak akan pernah mau jika berlangganan Terminal Mobile World Maps walau sehari, kan?”
Menyerahkan kertas yang bergambarkan peta, Sei menyembunyikan bolpoinnya.
“Super Kombini, huh.” Ret membaca tujuan utama dari gambar peta di kertas kuning dipegangnya.
Apa tidak apa-apa jika aku masuk ke Market mewah seperti ini, huh, demikian pikir Ret.
Saat Ret berpikir demikian, Sei menambahkan, “Kau harus membeli Choco Marble sebanyak-banyaknya, dan itu pasti memiliki peluang besar mendapatkan salah satu jenis Prangko.”
“Coklat, huh.”
“Kenapa?”
“Tidak. Aku hanya tidak menyukai makanan yang manis.”
Ret berdiri dari kursi sambil merentangkan kedua lengannya ke atas, untuk meregangkan otot-otot kakunya.
“Ugh. Aku akan pergi sekarang. Karena malam nanti, aku harus pergi mendaftar ke Perguruan.”
“Ng.”
Selagi Sei mengangguk sambil berbaring menghadap dinding dan menyembunyikan bolpoin, Ret menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka.
__ADS_1
“Uh ... Aku harus pergi ke Wilayah Penduduk Kelas Atas,” gumam Ret, melihat wajahnya yang dibasahi air di cermin di hadapannya, “Ini pertama kalinya aku pergi ke Wilayah yang dikuasai para sultan, huh.”
¤¤¤