
Terdengar suara pintu kamar hotel tersebut terbuka.
"Siapa?" Terdengar suara laki-laki dari arah pintu kamar hotel itu.
Evan langsung membalikan tubuhnya, lalu menoleh kearah pintu kamar hotel tersebut.
Evan terlihat membulatkan matanya saat melihat seorang laki-laki yang bertelanjang dada, rambut laki-laki itu terlihat masih basah. Laki-laki itu berdiri mematung di didepan pintu kamar tersebut.
"Kamu...?" Ucap Evan, menatap laki-laki itu dengan tatapan tajam.
Laki-laki yang ada dihadapan Evan pun terlihat terkejut dengan kedatangan Evan tersebut.
"Evan, Se-dang ap-a kamu di-sini?" Tanya Erik, ucapnya terbata-bata, seperti orang yang tengah gugup dan ketakutan.
Evan tidak menjawab pertanyaan kakaknya itu, Evan langsung menerobos masuk kedalam kamar hotel tersebut, Dan
"Evan, kamu mau apa?" Tanya Erik lagi, dia mencoba menahan Evan agar tidak masuk kedalam kamar tersebut. Erik memegangi tangan Evan.
"Lepaskan." Bentak Evan, sambil menepis kasar tangan Erik.
Deg...
Evan membulatkan matanya, saat melihat kearah ranjang, yang terdapat istrinya Byanca sedang tertidur tanpa menggunakan busana, tubuh Byanca hanya berbalut oleh selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya.
Erik terlihat tersenyum penuh kemenangan.
"Ni**kmati permainanku ini adikku sayang!"--Batin Erik.
Lalu Erik mendekat kearah Evan.
"Ini tidak seperti yang kamu kira Evan?" Ucap Erik. Memasang wajah sok lugunya.
Evan terlihat menggerakkan kedua tangannya, rahangnya terlihat mengeras, wajah Evan memerah. Amarah kini sudah menguasainya. Darah Evan bergejolak. Lalu Evan menatap kearah kakak tirinya itu Dan..
Bruuuggg....Bruuuggggg...
Beberapa bogem mentah, mendarat di wajah Erik.
"Apa yang kau lakukan pada istriku?" Bentak Evan, menatap tajam Erik dengan penuh amarah.
Erik terlihat memegangi wajahnya, yang teras ngilu dan perih, darah segar terlihat mengalir dari sudut bibirnya.
Erik tersenyum sinis, menatap kearah Evan.
"Seperti yang kamu lihat, aku dan istrimu baru saja selesai melakukan bercinta." Jelas Erik, ia sengaja memanas-manasi Evan.
"Kurang ngajar." Pekik Evan, ia kembali melayangkan bogem mentahnya. Namun kini di bagian perut Erik.
Bruuuuug...bruuuggg...
Erik tersungkur dilantai, karna tak bisa menahan serangan dari Evan tersebut.
Namun Erik terlihat masih mengambangkan senyuman sinisnya. Lalu ia mencoba bangun dan berdiri.
"Evan-Evan, kamu ini memang bodoh." Ejek Erik, menatap tajam kearah Evan. "Kamu pikir istrimu itu sebaik yang kamu kira hah?" Lalu Erik tertawa. " Hahaha, kamu salah Evan."
"Maksud kamu apa?" Menatap tajam Erik, mereka saling menatap tajam.
"Byanca itu tidak mencintai kamu, Byanca hanya memanfaatkan kamu saja. Dan kamu harus ingat Byanca itu mantan kekasih ku, yang kamu rebut." Ujar Erik, sambil tersenyum devil.
__ADS_1
"Aku tau Byanca memang mantan kekasihmu, tapi aku tidak pernah merebutnya dari kamu, bukankah kamu sendiri yang meninggalkannya. Dan dengar Byanca itu mencintaiku."
"Hahahaha." Erik kembali tertawa. "Mencintaimu? mana mungkin, jika memang istrimu itu mencintaimu, dia pasti tidak akan mau tidur dan bercinta denganku."
Tiba-tiba Byanca terlihat membuka matanya. Byanca merasa kepalanya terasa berat, dan mendengar suara kegaduhan.
"A**da apa ini, suara siapa itu? Dan aku dimana? Kenapa kepalaku terasa berat sakali."-- Batin Byanca.
Byanca terlihat menyadarkan tubuhnya dikepala ranjang, dan betapa terkejutnya saat ia melihat tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun itu.
"Ap**a yang terjadi padaku? "
Lalu Byanca mengarahkan pandangannya kearah depan.
"Mas Evan?!"
Evan dan Erik langsung menoleh kearah wanita itu.
"Kak Erik, mas Evan kalian sedang apa disisi, dan apa yang terjadi padaku?'' Tanya Byanca.
"Sayang, sudah jangan pura-pura lagi." Sahut Erik.
Byanca terlihat mengerutkan kedua alisnya.
"Maksud kakak apa?"
"Sudah kamu jujur saja pada suamimu itu."
"Maksud kak Erik apa? Aku sungguh tidak mengerti." pekik Byanca.
"Sudah cukup!!" Teriak Evan
Plakkk...
Evan melayangkan tamparan di wajah istrinya itu.
Byanca terlihat terkejut, ia membulatkan matanya, sambil memegangi wajahnya. Mata Byanca terlihat berkaca-kaca.
"Mas apa yang kamu lakukan?" Air mata Byanca langsung menetes.
"Dasar wanita murahan, aku tidak menyangka ternyata kamu serendah ini Byanca. Kanapa kamu menghianati aku Byanca kanapa?" Ucap Evan, dengan napas yang memburu menahan amarahnya.
"Maksud kamu apa mas? Aku tidak mengerti?" Tanya Byanca, disela isak tangisnya.
Evan terlihat mengambangkan senyuman sinis.
"Sudah cukup Byanca, kenapa kamu harus melakukan ini dengan kakakku sendiri, kenapa Byanca?" Lirih Evan, laki-laki itu terlihat menitihkan air matanya.
Betapa hancurnya hati Evan, saat ini. Dunianya seketika terasa runtuh. Impiannya hancur berkeping-keping.
"Mas tunggu, aku benar-benar tidak mengerti maksud kamu apa? Dan kenapa kamu dan kak Erik bisa ada disini?''
"Sudah cukup Byanca, sudah ku katakan. Kamu jangan pura-pura tidak tau dan menyangkalnya. Kamu sudah tertangkap basah menghianati aku, menghianati pernikahan kita, kamu bercinta dengan kakakku sendiri, kamu menghianati aku dan tidur dengan laki-laki itu." Ucap Evan, menatap tajam Byanca.
Degg....
Byanca terkejut dengan apa yang barusan ia dengar, Byanca terlihat mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Mas aku tidak mungkin menghianati kamu! Aku mencintaimu mas. Semua yang kamu tuduhkan itu salah mas, kamu salah paham." Sangkal Byanca.
__ADS_1
"Omong kosong! Lebih baik cepat kamu pakai baju mu dan pulang, aku tunggu kalian dirumah." Lalu Evan beranjak keluar dari kamar hotel tersebut.
Erik terlihat mengambangkan senyuman penuh kemenangannya.
"Mas, tolong dengarkan dulu penjelasanku. Ini semua tidak benar mas!" Teriak Byanca.
Evan tak menyahut Byanca, laki-laki itu terus melangkah keluar.
Byanca tak bisa membendung air matanya, wanita itu terlihat menangis sendu.
Erik menghampiri Byanca.
"Sudahlah Byanca, kamu tidak usah menangis" ujar Erik.
"Kak apa yang kamu lakukan, sebenarnya apa mau kamu hah? Kenapa kamu diam saja tadi, kenapa kamu tidak mencoba menjelaskan semuanya kepada Evan" Tanya Byanca, wanita itu menatap Erik penuh amarah.
Erik terlihat mengambangkan senyumannya.
"Aku tidak melakukan apa-apa padamu, aku tidak menyentuhmu."
"Lalu siapa yang membuka pakaianku, dan kenapa kakak melakukan hal ini, seolah-olah mas Evan menyangka jika kita sudah tidur bersama?" Tanya Byanca di sela isak tangisnya.
"Aku tidak tau, siapa yang membuka semua pakaianmu, dan yang pasti aku tidak menyentuhmu sama sekali."
"Apa semua ini rencana kakak dan mamah, apa kalian menjebak--ku hah?"
"Hahaha" Erik tertawa. "Wanita pintar, iya aku dan mamah memang sengaja menjebak kamu, kamu itu memang wanita bodoh Byanca."
Amarah Byanca semakin bergejolak ditubuh Byanca.
"Kurang ngajar."
Plak....
Byanca melayangkan tamparan di wajah Erik, yang sudah memar akibat bogem mentah dari Evan itu.
"Apa salahku sama kalian hah? Kenapa kalian tega melakukan semua ini padaku?" Ucap Byanca, dengan napas yang memburu.
"Hahaha, kamu memang tidak mempunyai salah Byanca." Lalu Erik menatap tajam kearah Byanca, Erik mencengkram dagu Byanca dengan kasar.
"Ini semua karna Evan, Evan sudah merebut semua yang harusnya menjadi milikku, termasuk kamu."
Byanca terlihat mencoba melepaskan tangan Erik dari dagunya, Byanca terlihat kesakitan. Byanca memberontak.
"Lepaskan." Teriak Byanca, dengan suara yang tidak jelas, karna mulutnya tertekuk.
Erik melepaskan cengkraman pada dagu wanita itu dengan kasar. Lalu Erik terlihat memakai baju kembali, dan Erik keluar dari kamar hotel tersebut.
Tangis Byanca semakin pecah, ia tak menyangka bahwa kejadiannya akan seperti ini.
Lalu Byanca mengambil bajunya yang berada disamping ranjang itu, Byanca memakai bajunya kembali. Usai itu Byanca segara bergegas keluar dari kamar hotel tersebut.
Byanca memutuskan pulang dengan menggunakan taksi. Taksi tersebut melajukan mobilnya menuju kediaman Evan.
Bersambung...
Baru sempat upπππ
Silahkan tinggalkan jejak Dangan like, comen dan Votenyaπππ€π
__ADS_1
Terima kasihπππ€π