
Evan dan Byanca sudah sampai di apartemennya. Rasanya hari ini Byanca sangat lelah, ingin cepat-cepat beristirahat.
"Mas aku mandi dulu ya!" ucap Byanca, mereka kini sudah berada di kamar.
"Iya sayang, jangan lama-lama. Mas juga mau mandi,"
"Iya mas." Byanca--pun berjalan menuju kamar mandi.
Seperti yang di katakan suaminya, Byanca mandi dengan cepat, hanya butuh waktu lima belas menit akhirnya Byanca--pun selesai dan keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan handuk, yang melilit menutupi sebagain tubuhnya.
Evan menelan silivanya, Byanca terlihat sangat sexy, semakin hari istrinya itu semakin terlihat cantik, apalagi dengan perut buncitnya, membuat Evan mengelengkan kepala. Sempurna....
"Mas kanapa?" tanya Byanca,keheranan melihat Evan yang menatapnya.
"Hehe, enggak sayang." Evan memberikan cengiran.
"Udah mandinya?" lanjut Evan bertanya.
"Udah mas," jawab Byanca.
"Ya sudah sekarang mas mau mandi dulu ya!" Byanca menganggukan kepalanya, Evan--pun berlalu menuju kamar mandi.
Setibanya dikamar mandi, Evan bersandar di balik pintu, badannya terasa panas.
__ADS_1
"Huh, sabar junior. Nanti kita bertamu ke Dede bayi oke. Sekarang kita mandi dulu, biar Dede bayi gak ngerasa bau." Gumamnya.
Sementara itu, Byanca segara mengganti baju. Usai itu ia menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
Percikan air dalam kamar mandi masih terdengar menandakan kalau Evan masih melakukan ritual mandinya.
Krruuukkk..
Perut Byanca berbunyi, sepertinya cacing-cacing yang di dalam perutnya minta diisi.
"Aku lapar...." ucap Byanca, sambil mengusap perut buncitnya.
"Ah, aku pesan makanan lewat online sajalah!" ucapnya lagi, lalu Byanca mengambil ponselnya, ia membuka salah satu aplikasi yang menjual makanan online.
Sedangkan Evan ia masih betah di kamar mandi, entah apa yang suami Byanca itu lakukan. Sudah hampir setengah jam Evan belum keluar juga.
Hingga Byanca mendengar bell apartemennya berbunyi. Byanca segara berajak untuk membuka pintu apartemen tersebut. Dengan senyuman yang mengambang di wajahnya, Byanca begitu bersemangat.
"Kok cepet amat ya tumben, padahal baru saja setengah jam yang lalu aku pesan sudah datang!" ucap Byanca.
Namun saat Byanca membukakan pintu apartemennya, ia terkejut. Bukannya kurir yang mengantar barang tersebut, tapi di sana terlihat ada Dara, yang tengah berdiri mematung sambil terisak tangis.
"Dara..."
__ADS_1
"By...." Dara langsung menghambur memeluk Dara. Byanca yang tak mengerti ada apa sebenarnya, ia hanya terdiam, sambil membalas pelukan Dara dan mengusap-usap punggungnya.
Cukup lama mereka berpelukan, Byanca yakin ada sesuatu yang terjadi dengan Dara, tapi apa?
"Dara ada apa, ayo duduk dulu." Byanca membawa Dara masuk dan mendudukkannya di sofa.
"Dara tenangkan dirimu. Ceritakan ada apa hmm?'' Dara masih tak menjawab, rasanya lidahnya kelu untuk berucap.
Sementara itu, Evan yang sudah selesai mandi dan berganti pakaiannya. Yang sudah di siapkan Byanca. Evan mencari keberadaan istrinya itu. Evan keluar dari kamar, ia mencari Byanca ke dapur tapi tidak ada.
"Sayang... sayang... kamu dimana?" Teriak Evan memanggil-manggil Byanca. Sambil berjalan keruang tamu. Evan mendengar seperti ada orang yang sedang menangis, tapi itu bukan suara Byanca.
Evan--pun mempercepat langkahnya.
"Sayang..." panggil Evan. Evan terkejut dan bingung saat melihat Dara berada disana. Dan wanita itu menangis.
Byanca dan Dara melihat kearah Evan, saat mendengar suara laki-laki itu.
"Ada apa ini?" Tanya Evan, berjalan kearah mereka dan duduk di samping Byanca.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan vote
__ADS_1
Terima kasih.