SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK
Part 38 SEMUANYA TIDAK AKAN MUDAH


__ADS_3

Evan baru saja sampai di kediamannya, dengan wajah yang sumringah, kebahagian sangat terpancar dari wajah tampannya. Evan berjalan masuk ke dalam rumah.


Edward yang tengah bersantai di sofa, tersenyum melihat kedatangan putranya.


"Asalamualaikum Pah," ucap Evan. Ia mendekat kearah Edward dan menyalaminya.


"Walaikum'salam."


"Bagaimana kondisi kamu Van, apa sudah lebih baik?" Tanya Edward, melihat kearah Evan yang sudah duduk tepat di sampingnya.


"Baik Pah, baik sekali malah," jawab Evan dengan sumringah.


"Baguslah."


"Oh iya pah, Evan ada kabar bagus dan membahagiakan untuk papah!" ujar Evan.


"Katakan?"


"Sebentar lagi papa akan mempunyai cucu!"


"Cucu?" Edward menatap Evan dengan penuh tanya. Evan menganggukan kepalanya.


"Iya pah."

__ADS_1


"Maksud kamu?"


"Byanca hamil Pah!"


"Apa hamil, benarkah?" Edward tersenyum penuh kebahagiaan.


"Benar Pah, sebentar lagi aku akan menjadi ayah!" Seru Evan, tak kalah bahagia.


"Selamat ya nak!" Evan mengangguk.


"Tapi tunggu! Dari mana kamu tau Byanca hamil?" Lanjut Edward bertanya.


"Tapi aku bertemu dia di rumah sakit Pah. Bahkan aku menemaninya memeriksa calon anak kita, jenis kelaminnya laki-laki Pah, Evan bahagia sekali," jelas Evan.


"Iya pah, Evan tak percaya Byanca lakukan itu semua. Apa segitu bencinya-kah dia sama Evan?'' ucap Evan dengan lirih, wajahnya penuh kebahagiannya seketika berubah menjadi sedih.


Edward menepuk bahu putranya itu, mencoba memberi semangat.


"Lalu bagaimana rencana kamu kedepannya?"


"Evan masih sah istri aku Pah, aku akan memperjuangkannya. Evan sudah mengajak Byanca untuk tinggal bersama Evan lagi."


"Lalu apa dia mau?"

__ADS_1


Evan menggelengkan kepalanya pelan, "untuk saat ini Byanca belum memberi jawaban, Evan harap Byanca mau kembali sama Evan lagi, Evan masih sangat mencintai Byanca Pah, apalagi sekarang Byanca tengah mengandung anak Evan. Jika Byanca tidak mau kembali kepada Evan, Evan harap Byanca bisa kembali demi calon anak kita," jelas Evan dengan wajah sendunya.


"Papa akan dukung semua keputusan kamu Van, tapi papa hanya ingin mengingatkan semuanya tidak akan mudah."


"Evan tau Pah, orang tua Byanca pasti tidak akan membiarkan itu semua terjadi, tapi bagaimana-pun caranya Evan akan lakukan, agar Byanca bisa kembali pada Evan. Evan akan menebus semua kesalahan Evan, Evan akan membuat Byanca dan calon anak kita bahagia selama," ucap Evan dengan bersungguh-sungguh.


"Baiklah, kalau begitu Evan istirahat dulu Pah," lanjut Evan pamit, Evan berajak dari samping papanya, ia mengayunkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Masalahnya bukan itu saja Van, Jonathan sudah mengetahui masalah yang lain, kamu sudah meniduri wanita yang tak lain sahabatnya Byanca. Tidak akan mudah menyakinkan mereka," gunam Edward.


Edward menatap nanar ke pergian Evan itu, apa yang harus ia lakukan, untuk membantu Evan. Ini bukan hal yang sepele. Karna jika sampai Byanca tau masalah ini, sudah di pastikan Byanca tidak akan memaafkan Evan lagi, kebenciannya kepada Evan akan semakin besar.


"Sepertinya aku harus memastikan apakah wanita yang di tidurin Evan waktu itu baik-baik saja! Jangan sampai Dara hamil." Batin Edward.


Edward--pun mengambil gawai-nya, ia menelfon orang kepercayaannya untuk mencari Dara, sebenarnya ini bukan untuk yang pertama kalinya Edward meminta orang kepercayaannya itu untuk mencari Dara.


Namun sampai saat ini gadis itu belum di temukan, setelah Edward memecat Hendra, setalah itu pula, Dara menghilang bak di telan bumi, sama halnya seperti Hendra. Erik dan Anita juga sama, Entah kenapa mereka? Jangan sampai mereka sengaja menghilang dan kembali menghancurkan hidup Evan, atau mengusik hidup keluarga Edward serta keluarga Jonathan.


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan Votenya.


Doakan otakku kagak mundeng, biar bisa up lagi. Wkwwkwk.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2