
Byanca kini sudah berada di ruangan operasi.
Byanca tak bisa melahirkan normal karna sudah kondisinya yang lemah, demi keselamatan bayi dan sang ibu, dokter menyarankan Byanca untuk melakukan operasi sesar. Dan kin Byanca sedang di tangani oleh dokter.
Evan terlihat berjalan mondar-mandir di depan ruangan operasi tersebut dengan perasaan yang gelisah. Evan hanya bisa berdoa semoga operasi lancar, Byanca dan bayinya selamat.
Tak lama kemudian mamah Lyli, papah Jonathan dan papah Edward terlihat datang, mereka langsung berjalan kearah Evan.
"Van bagaimana?" Tanya mamah Lyli.
"Byanca sedang ditangani dokter mah, masih di dalam!" Jawab Evan.
"Ya sudah sebaiknya kita tunggu saja si sini!" Ucap papah Jonathan diangguki oleh mereka.
Beberapa jam kemudian, terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan sana. Evan dan yang lainnya merasa sedikit lega.
Tak lama kemudian, dokter terlihat keluar dari ruangan tersebut. Evan, langsung menghampiri dokter tersebut.
"Bagiamana dok, keadaan istri dan bayi saya?" Tanya Evan tak sabaran.
"Operasinya berjalan dengan lancar, ibu dan bayinya dalam kondisi baik! Bayi bapak laki-laki." Jawab Dokter.
"Syukurlah, apa saya bisa melihat mereka dok?" Tanya Evan lagi.
"Bisa, tapi kami akan memindahkan terlebih dahulu istri bapak dan bayi bapak ke ruang inap!"
"Baik dok, terima kasih!"
"Sama-sama, saya permisi." Pamit dokter. Lalu dokter tersebut berlalu dari hadapan mereka.
__ADS_1
"Alhamdulillah Pah," ucap mamah Lyli. Papah Jonathan merangkul istinya itu.
"Kita punya cucu mah,"
"Iya pah."
"Evan selamat ya, kamu sekarang sudah menjadi ayah!" Ujar papah Edward seraya menepuk bahu putranya itu.
"Terima kasih Pah!"
"Selamat ya Evan," kini mamah Lyli yang mengucapkan selamat.
"Iya mah, terima kasih."
Raut wajah penuh kebahagian terlihat terpancar dari mereka.
***
Evan, papah Edward dan kedua mertuanya, kini sudah berada di ruangan tersebut. Para orang tua itu tengah asik mengendong cucu mungilnya itu secara bergantian.
"Mas," panggil Byanca. Wanita itu baru saja siuman.
"Sayang kamu sudah bangun, apa ada yang sakit?" Tanya Evan. Byanca mengelengkan kepalanya.
Para orang tua itu pun, langsung menghampiri Byanca, saat melihat Byanca yang sudah bangun.
"By lihatlah, baby kecil mu sangat tampan sekali," ucap mamah Lyli seraya menidurkan cucu mungilnya di sebelah Byanca. Byanca tersenyum, ia mengusap wajah mungil putranya itu, air mata terlihat menetes perlahan dari sudut mata Byanca. Byanca menangis haru bahagia, air mata kebahagiaan, ia tak menyangka akhirnya dia menjadi seorang ibu.
"Siapa namanya?" Tanya papah Edward. Byanca dan Evan saling memandang.
__ADS_1
"Vabyan Kesatria." Ucap Byanca dan Evan bersamaan.
"Panggilannya baby Byan." Lanjut Evan.
"Bagus!" Sahut orang tuanya dan papah mertuanya.
***
Beberapa hari kemudian...
Byanca kini sudah pulang. Kondisi sudah pulih seperti biasanya. Evan dan Byanca kini tengah memandangi baby Byan yang tengah tertidur lelap.
"Sayang, apa kamu yakin akan mengurus baby Byan sendiri? Tidak mau pakai baby sister?" Tanya Evan, seraya merangkul bahu istrinya.
"Tidak mas, aku ingin mengurus baby Byan sendiri saja."
"Memang tidak akan repot sayang? Lebih baik kita pake baby sister saja ya. Semenjak ada baby Byan kamu sibuk mengurusnya dan aku terabaikan." Ucap Evan menekuk wajahnya. Ya semenjak hadirnya baby Byan, Evan merasa perhatian terbagi. Evan merasa Byanca selalu mengabaikannya, padahal tidak seperti itu, dalam kesibukannya mengurus baby Byan, Byanca tak lupa akan kewajibannya.
"Mas, kamu ini kenapa sih. Lebay deh, mana ada aku mengabaikan kamu. Cemburu sama anak sendiri dasar." Byanca malah tersenyum sambil mengelengkan kepalanya, sikap suaminya itu benar-benar seperti anak kecil saja, pikirnya.
"Sudah malam, sebaiknya kita tidur mas!" Ajak Byanca. Evan menghelai nafasnya, lalu mengangguk mereka pun berjalan menuju ranjang.
Bersambung..
Maaf baru sempat up.
Jangan lupa like, komen dan Votenya.
Terima kasih.
__ADS_1