SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK
Part 61. KEJUJURAN ERIK DAN DARA


__ADS_3

Dara kini sudah membaringkan tubuhnya di atas kasur. Selama ini Dara dan Erik tidak pernah tidur bersama, walau--pun mereka sudah menikah.


Karna di rumah kontrakan itu, hanya terdapat satu kamar saja, mendiang mamah Anita dan Dara--lah yang selalu tidur di kamar, sedangkan Erik ia tidur di ruang depan hanya beralaskan tikar dengan satu bantal serta selimut yang tidak terlalu tebal.


Klek..


Pintu kamar terbuka, sosok Erik nampa masuk ke dalam kamar tersebut.


"Kamu belum tidur?" Tanya Erik kepada Dara, yang tengah melihat kearahnya.


Dara menggelengkan kepalanya pelan. Erik berjalan mendekati Dara, ia mengambil satu bantal dan selimut yang biasa di pakainya.


"Tidurlah, ini sudah malam."


"Aku tidak bisa tidur," ucap Dara.


"Emm, mas..." Lanjutnya.


"Ya..."


"Tidurlah bersamaku," pinta Dara. Ia terlihat gugup. Merasa malu meminta Erik untuk tidur bersamanya, sebenarnya Dara tidak ada maksud apa-apa. Dia hanya kasian kepada Erik setiap malam tidur di luar, hanya beralaskan tikar.


"Ma---maksud kamu?" Tanya Erik, tak kalah gugup.


"Kamu tidur di sini saja mas, sekarangkan mamah tidak ada, jadi kasurnya masih luas!"


"Emm, memang tidak apa-apa?" Dara hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


Perlahan Erik--pun naik ke atas kasur tersebut. Jujur Erik begitu gugup, bahkan jantungnya sedari tadi berdisko ria di dalam sana. Begitu--pun Dara kini ia juga merasakan hal yang sama seperti Erik.


Kini mereka sudah berbaring di atas kasur tersebut.


"Mas.."

__ADS_1


"Dara.." ucap mereka bersamaan.


"Eh..." Ucapnya lagi bersamaan, lalu mereka tersenyum kekeh.


"Siapa dulu yang mau bicara?" Tanya Erik.


"Mas dulu saja,"


"Kamu dulu saja,"


"Mas dulu ih!"


"Oke-oke." Erik mengubah posisi tidurnya, ia menghadap kearah Dara.


"Lihat aku," pinta Erik. Dara menurut ia--pun mengubah posisinya. Kini Erik dan Dara saling berhadapan.


"Dara, apa boleh aku jujur?"


Dara mengerutkan kedua alisnya, "jujur tentang apa mas?"


"Aku juga mencintaimu mas," jawab Dara, dengan wajah yang memerah seperti tomat.


Erik langsung membulatkan mata, benarkah? Apa Erik tidak salah dengar?


"Dara aku serius!"


"Aku juga mas."


Erik tersenyum lebar, ah bahagianya. Cintanya dibalas oleh Dara.


"Sejak kapan mas mencintaiku?" Lanjut Dara bertanya.


"Entahlah, aku tidak tau. Perasaan ini tumbuh begitu saja." Jawab Erik, "lalu bagaimana denganmu?"

__ADS_1


"Sama, aku juga tidak tau sejak kapan aku mencintaimu mas!"


"Terima kasih Dara." Erik menatap lekat mata Dara.


"Terima kasih untuk apa mas?"


"Semuanya! Kamu sudah mau mencintaiku. Maafkan aku, aku belum bisa membahagiakan kamu, memberikan kehidupan yang layak untukmu. Tapi aku berjanji, aku akan berusaha membahagiakan kamu. Aku akan berjuang agar memberimu kehidupan yang layak."


"Sama-sama mas. Kamu tidak usah minta maaf. Aku bahagia hidup bersamamu."


Erik tersenyum, ia membelai wajah Dara, lalu mendaratkan kecupan di kening wanita itu.


"Ayo kita tidur," ajak Erik. Langsung diangguki oleh Dara.


'Aku mencintaimu Dara, maafkan aku aku belum siap untuk jujur padamu, kalau akulah yang sudah mengambil kesucian mu pada malam itu. Aku takut, jika aku jujur kamu akan meninggalkan aku dan membenciku.


Aku tidak siap kehilanganmu, apa lagi kini aku tau bahwa anak yang di kandunganmu itu, anakku, darah daging ku.' gumam Erik.


'Entah sampai kapan aku bisa menyembunyikan kebusukan ini tuhan, aku tau lambat laut semaunya akan tercium.' gumamnya lagi.


Erik membawa Dara kedalam dekapannya, Dara menenggelamkan wajahnya di dada bidang Erik dengan tangan yang melingkar di pinggang suaminya itu. Mereka--pun mulai memejamkan matanya, tak lama mereka tertidur dengan posisi saling berpelukan.


Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Eh...


Sepandai-pandainya kamu menyimpan bangkai, lama kelamaan pasti baunya akan tercium juga.


Mungkin itulah istrilah yang kini sedang di jalankan oleh Erik.


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan Votenya ya temen-temen.


Terima kasih.

__ADS_1


I love u sekebon cabee...


Heheheh


__ADS_2