
Byanca kini sudah berada di apartemen-nya. Perasaan Byanca merasa sangat tidak tenang. Baru saja ia ingin menata hatinya, ada saja masalah yang datang. Apakah segitu bencinya dengan Byanca? Sampai ia membocorkan privasi yang sangat memalukan ini.
Jika wartawan sudah mengetahui prihal percerai-nya dengan Evan, pasti mereka akan mencari tau sebab mereka bercerai. Dan itu pasti berdampak besar pada Byanca. Semua orang pasti akan mencaci maki, dan memandang dirinya wanita rendah. Tentu saja semua itu sangat menyakitkan. Apa lagi tuduhan semua itu tidak benar.
Tubuh Byanca seketika lemas, semua badannya terasa gemetar, memikirkan jika semua itu terjadi. Bukan hanya dirinya yang terluka, pasti kedua orang tua Byanca juga.
"Tidak, kenapa semuanya jadi seperti ini ya tuhan" Lirih Byanca di iringi isak tangisnya.
"Tidak aku tidak boleh seperti ini. Aku harus kuat. Karna ini semua fitnah. Ini semua tidak benar!" Byanca mengusap air matanya. Dia kembali membangun benteng yang kokoh di dalam dirinya. Byanca yakin ia pasti bisa melewati semua ini. Tuhan tidak pernah memberikan ujian di batas kemampuan umatnya.
"Aku harus bertemu dengan mas Evan!" Byanca keluar dari apartemen-nya itu. Byanca bertekad akan menemui mantan suaminya itu. Tak peduli jika nanti ia akan bertemu dengar wartawan. Byanca akan menghadapi wartawan-wartawan itu.
"Aku tidak perlu takut, karna aku tidak merasa bersalah!" Ucap Byanca, meyakinkan dirinya sendiri. Lalu Byanca menjalankan mobil-nya menuju kantor Evan.
***
Mobil papah jonathan terlihat sudah sampai di depan rumahnya, dan benar saja depan rumahnya itu, sudah di penuhi dengan wartawan-wartawan yang sedang mencari tau informasi mengenai perceraian anak-nya.
Wartawan-wartawan itu, terlihat menghampiri mobil papah Jonathan. Papah Jonathan segera keluar dari mobilnya.
__ADS_1
"Pak apa benar Byanca dan Evan sudah bercerai?" Tanya wartawan A.
"Apa benar perceraian mereka terjadi karena ada pihak ketiga yang merusaknya pak?" Tanya wartawan B.
"Pak apa benar putri bapak yang sudah berselingkuh dengan laki-laki lain?" Tanya wartawan C.
"Apa benar Byanca berselingkuh dengan kakak iparnya pak?" Tanya wartawan D.
"Bagaimana pak?" Ucap wartawan A lagi.
"Mohon konfirmasinya pak?" lanjut wartawan C.
"Stoop..." Teriak Papah jonathan. "Saya minta kalian semua pergi dari sini. Kalau kalian tidak mau pergi saya akan melaporkan kalian kepada pihak yang berwajib." Pekik Papah Jonathan.
"Tapi pak..." ucap wartawan D.
Lalu papah jonathan mengarahkan anak buahnya agar segera mengusir wartawan-wartawan tersebut. Hingga wartawan-wartawan itu pun pergi meninggalkan kediamannya, dengan rasa kecewa dan kesal.
****
__ADS_1
Mobil Byanca akhirnya sampai di depan kantor Evan, Byanca memakai jaket hoddy yang menutupi kepalanya, lalu ia memakai masker dan kacamata hitam. Byanca sengaja berpenampilan seperti itu, agar wartawan tidak mengenalinya.
Byanca menerobos kerumunan wartawan itu, untunglah wartawan-wartawan itu tidak mengenalinya.
Namun pada saat Byanca akan masuk ke dalam kantor mantan suaminya itu. Ia di tahan oleh petugas keamanan.
"Hey mau kemana kamu?" Tanya salah satu petugas keamanan tersebut, sambil menghadang Byanca.
"Saya mau bertemu dengan pak Evan, tolong izinkan saya masuk!"
"Tidak pak Evan sedang ada di kantor." Bohongnya.
"Jangan bohong, cepat minggir saya mau bertemu dengan pak Evan." Byanca mendorong tubuh salah satu petugas keamanan tersebut dengan seluruh tenaganya. Hingga Petugas tersebut terjatuh. Byanca segara menggunakan kesempatan tersebut, Byanca berlari masuk kedalam kantor tersebut.
"Hey tunggu, jangan masuk kamu!" Teriak petugas keamanan tersebut, sambil meringis kesakitan dan bangkit, lalu mengejar Byanca.
Melihat petugas itu mengerjainya Byanca, berlari lebih cepat, hingga ia kini sudah di depan lift, Byanca menakan Lift tersebut. Dengan tergesa-gesa, sambil sesakali melihat kearah petugas tersebut yang sudah mulai mendekat kearahnya.
Dan Ting...
__ADS_1
Lift terbuka, Byanca langsung masuk kedalam lift dan menutup lift tersebut dengan cepat, Byanca menekan lift tersebut langsung menuju ruangan mantan suaminya itu.
Bersambung....