SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK
Part 65 BOBA (BOBO BARENG)


__ADS_3

Erik dan Dara kini sudah berbaring di atas kasur. Mereka kini sudah tidak sungkan lagi untuk bermesraan. Erik sudah benar-benar mencintai Dara, begitu juga sebaliknya, mereka semakin terbuka. Bercerita apa saja, baik dan buruk sikap mereka masing-masing kini mereka sudah menerima satu sama lain.


Dara kini tidur dengan posisi sebelah tangan Erik dijadikan alas bantal untuknya, kepalanya bersandar di dada bidang milik Erik, tanganya mendekap hangat suaminya itu. Begitu juga Erik sebelah tanganya melingkar di pinggang Dara.


Posisi seperti itu, membuat Erik mulai merasakan ada getaran naluri kejantannya. Sebagai laki-laki normal tentu saja si boy milik Erik mulai menegang. Saat bersentuhan dengan Dara. Ini bukan yang pertama kalinya Erik merasakan hal tersebut, sudah kesekian kalinya, namun Erik tak ada nyali untuk meminta haknya kepada Dara, Erik akan menunggu Dara yang meminta, walaupun Erik tidak tau waktunya akan tiba, sudah bisa memeluk Dara saja itu baginya itu sangat luar biasa. Sebisa mungkin Erik menahan si boy, agar terkontrol. Sebenarnya wajar saja jika Erik melakukannya, meminta haknya, Dara istrinya. Namun entah kanapa tidak ada keberanian sama sekali di dirinya.


Sementara itu, berbeda dengan apa yang Dara rasakan, Dara menunggu Erik meminta hak atas di kewajibannya, namun sampai sekarang Erik enggan memintanya. Dara berpikir, apa Erik jijik kepadanya? Karna ia sudah hamil anak dari laki-laki lain, serta pernah tidur dengan Evan. Apa itu alasan Erik tidak mau menyentuhnya? Entahlah ingin rasanya Dara bertanya namun ia tak kuasa mengatakannya, takut.


Namun Dara tak bisa membohongi dirinya sendiri, ia sangat ingin melakukan hal tersebut dengan Erik, Dara ingin merasakan sentuhan lembut Erik. Selama menikah mereka belum melakukan hal itu, tidur bersama--pun baru-baru ini, setelah almarhum mamah Anita meninggal.


Sejijik itukan Erik kepada Dara? Bukankah Erik mencintainya? Tapi kenapa sampai saat ini enggan untuk menyentuhnya, padahal mereka sudah menjadi suami istri.


"Mas boleh aku bertanya?" Dara mulai membuka suara, malam ini ia sudah bertekad akan menanyakan hal yang selama ini mengganjal di hatinya.


"Iya sayang," jawab Erik, tersenyum. Sambil membelai rambut Dara dengan mesra.


"Mas bilang mencintaiku. Apa itu benar mas?"


"Tentu saja, aku sangat mencintaimu. Kamu wanita yang sangat aku cintai. Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu raga dengan cintaku? Apa yang harus aku lakukan agar kamu tidak ragu? Percayalah aku sangat mencintai kamu," ujar Erik.


Dara tersenyum, ia tak bisa membohongi hatinya. Ia senang mendengar ucapan Erik barusan.


"Apa kamu tidak mencintaiku, sehingga kamu merasa ragu?" Lanjut Erik bertanya.


"Tidak mas, aku tidak ragu. Aku percaya sama kamu, aku juga sangat mencintaimu!"


"Lalu, kenapa kamu bertanya seperti itu?"


Dara menghelai nafasnya, entah bagaimana ia menjelaskannya pada Erik, ia merasa malu jika bertanya seperti itu.

__ADS_1


"Tidak mas, aku hanya bertanya saja!" Dusta Dara. Ia masih tak berani menanyakannya.


Erik tersenyum kembali, lalu ia mendaratkan kecupan di kening Dara.


"Sekarang apa aku boleh bertanya?"


"Apa mas?"


Erik terdiam sejanak, bagaimana caranya ia menyampaikan keinginannya itu. Dengan ragu-ragu akhirnya Erik--pun bertanya.


"Apa yang kamu rasakan saat tidur bersamaku?" Tanya Erik. Ia mencoba bertanya dengan cara halus.


"Nyaman." Jawab Dara jujur. Dara mengeratkan pelukannya kepada Erik sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu. Ya memang itulah yang Dara rasakan saat tidur bersama Erik, ia merasakan kenyamanan.


"Terus?" Tanya Erik lagi.


Cup...


Dara mengecup bibir Erik, lalu ia kembali membenamkan wajahnya di dada bidang Erik, entahlah Dara merasa malu, wajahnya terlihat merah merona. Dara merasa konyol dengan tingkahnya itu.


Erik terdiam, ia tak percaya Dara mengecup bibirnya barusan, apa ini kode yang diberikan oleh istrinya.


Apa itu artinya Dara...


"Sayang," panggil Erik, ia mengubah posisinya membaringkan Dara terlentang. Dara memejamkan matanya, wajahnya masih merah merona.


"Apa boleh?" tanya Erik gugup. Dara menganggukan kepalanya pelan.


Erik melebarkan senyumannya, perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Dara, Dara mengigit bibir bawahnya, jantungnya berdebar tak karuan saat merasakan nafas Erik yang mengenai kulit wajahnya.

__ADS_1


Erik mulai mengecup kening Dara, lalu berpindah ke pipinya, setalah itu kebibir ranum milik istrinya. Hingga mereka pun terbawa suasana, menikmati malam mereka dengan penuh gairah.


Malam itu menjadi malam panas untuk Erik dan Dara. Bisa dibilang itu malam pertama mereka setelah menikah.


Skip aja ya, anunya🤭😂😂


Bersambung...


Aku nulis Part Dara sama Erik terus ya! Maaf ya...


Aku mau beresin dulu masalah Dara sama Eriknya. Nanti kita balik ke Evan sama Byanca lagi.


Hehe...


Bukan melenceng dari tokoh utama, cuman emang beginilah cerita amatir karya aku ini.


Terima kasih buat kalain yang setia baca ceritanya.


Semoga kalian selalu diberikan kesehatan, lancar rejekinya. Pokoknya doa terbaik untuk kalian yang sudah baca ceritaku ini.


Jangan lupa like, komen dan Votenya ya.


Komen kalian emang jarang ku balas, tapi aku selalu baca kok. Kalian the best deh.


I love you sekebon cebe...


See u


Bye-bye

__ADS_1


__ADS_2