SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK
Part 20 JADI KALIAN BENAR-BENAR BERMAIN-MAIN DENGANKU.


__ADS_3

Edward yang sedang bersantai di rumahnya, menikmati suasana di pagi menjalang siang itu. Tiba-tiba ia mendapat kabar bahwa perceraian anaknya sudah tersebar luas di televisi mau pun internet.


Namun dengan cepat Edward menyuruh orang-orang kepercayaannya untuk membereskan. Menghapus berita tersebut dari tv dan internet. Dengan uang yang Edward miliki itu semua bisa dilakukan dengan gampang.


Raut wajah Edward terlihat begitu mengerikan, dengan rahang mengeras, tatapan yang tajam, serta mengepalkan tangannya.


"Jadi kalian benar-benar ingin bermain-main denganku, aku diam saat Evan menjadi korban ke egoisan kalain, tapi untuk ini aku tidak akan diam karna ini sudah menyangkut harga diri keluargaku." Ucap Edward.


Ya seperti yang yang sudah kita tau, bahwa Edward sudah mengetahui dalang di balik perceraian Evan dan Byanca. Siapa lagi kalau bukan Anita istrinya dan Erik anak tirinya, dan yang menyebarkan berita ini juga pasti mereka.


Edward pun berajak dari tempat duduknya itu, dengan wajah penuh amarah laki-laki itu berjalan dengan tangan yang masih mengepal kuat.


"Anita, Erik...." Teriaknya. Dengan suara yang keras dan lantang.


"Anita, Erik kalian dimana?" Teriaknya lagi.


Anita fan Erik yang tengah bersantai di ruang tengah itu pun, seketika terkejut mendengar suara Edward yang memanggil nama mereka, sudah di pastikan jika Edward memanggil dengan suara khas seperti itu, itu artinya laki-laki itu tengah menahan amarahnya.


"Mah apa mamah dengar?'' Tanya Erik kepada Anita, wajah keduanya terlihat sangat ketakutan.


"Iya mamah dengan Erik."


"Terus bagaimana ini mah, pasti dia sudah mengetahui semuanya."


"Erik kamu bisa diam gak, tenangkan dirimu. Kita pura-pura tidak tau apa-apa saja. Jangan bertingkah aneh, dan membuat Edward curiga pada kita. Bersikap seperti biasa saja." Pinta Anita, Erik pun menganggukan kepalanya. Lalu mereka pun beranjak dari ruangan tersebut.


"Iya pah, ada apa?" Tanya Anita, yang kini sudah berada dihadapan Edward, sebisa mungkin kedua orang itu memasang wajah yang seperti biasa. Tersenyum bahagia.


"Kalian ikut keruangan ku sekarang!" Pintanya, Edward berjalan terlebih dahulu menuju ruangannya.


Anita fan Erik saling melempar pandangan mereka. "Mah gimana ini." Bisik Erik.


"Tenang, mamah bilang bersikaplah sewajarnya, jangan sampai dia curiga." Bisik Anita, sambil membulatkan matanya menatap Erik.


"CEPAT...." Teriak Edward.


Anita dan Erik pun langsung berjalan menyusul Edward menuju ruangan pribadinya. Dan mereka pun kini sudah berada di ruangan Edward tersebut. Anita dan Erik duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut, mereka terlihat memasang wajah berserinya, seolah tidak tau apa yang terjadi saat ini.

__ADS_1


Edward tersenyum miring, Edward mengakui bahwa kedua orang yang ada dihadapannya ini, sangat handal dalam menjalankan misi mereka, Edward acungkan jempol, akting mereka benar-benar sangat sukses mengelabuhi semua orang. Namun sayangnya tidak dengan dirinya. Di balik pujiannya Edward kepada ke dua orang itu, namun tetap saja Edward menganggap mereka itu bodoh. Dia tidak tau kalau berhadapan dengan siapa?


"Ceritakan semuanya?" Ucap Edward, memasang wajah santainya.


"Ceritakan apa Pah?" Anita bertanya dengan senyumannya. Menutupi segala ke gugupan-nya.


"Baiklah jika kalian masih pura-pura tidak tau apa-apa! Aku sendiri yang akan menceritakannya pada kalian." Ujar Edward, Edward mengambil remot kecil yang ada di atas mejanya, lalu ia menakan remot tersebut. Sebuah layar besar menyala.


Anita dan Erik mengalihkan pandanganya, ke arah layar tersebut. Di layar tersebut terlihat semua bukti-bukti bahwa mereka adalah dalang di balik semua ini. Erik dan Anita hanya bisa menelan silivanya, tubuh mereka bergetar, keringat dingin bercucuran dari pelipis kening mereka.


Sebuah Video terputar di sana, Video rekaman CCTV diri mulai Anita yang membawa byanca menuju hotel, untuk melancarkan rencananya, menjebak Byanca. Erik yang masuk kedalam hotel tersebut, bahkan seorang pelayan wanita yang membukakan pakaian Byanca. Percakapannya di depan kamar Erik, bahkan saat ia memberi tahu media tentang perceraian Byanca dah Evan.


"Bagaimana bisa? Dari mana Edward tau semua itu. Bahkan aku sudah merencanakan semua ini dengan rapi. Dari mana dia mendapatkan semau bukti CCTV itu." --Batin Anita.


"Sial, bagaimana bisa jadi seperti ini? Aku dan mamah sudah merencanakan semua ini dengan rapi. Agar tidak ketahuan."--Batin Evan.


Edward mematikan layar tersebut, lalu pandangannya beralih menatap Anita istrinya, dan Erik anak tirinya, yang tidak tau terima kasih dan tak tau diri. Edward menatap mereka dengan tatapan seperti ingin membunuh. Sedangkan Anita dan Erik mereka tak mampuh berkata-kata lagi, semua bukti itu memang benar adanya, tidak ada alasan untuk mereka menyangkal semuanya. Mereka tak berani menatap Edward, mereka hanya mampuh menundukan kepalanya. Riwayat-nya sudah di ujung tanduk.


"Apa kalian masih mengelak?" Teriak Edward, penuh amarah.


"Mas maafkan aku mas, aku khilaf mas. Tolong maafkan aku." Anita memohon.


Edward menepiskan kakinya, membuat Anita langsung tersungkur. "Kalian pikir aku bodoh hah, kalian bisa membohongi semua orang tapi tidak denganku." Pekik Edward, lalu Edward mendekat kearah Anita, berjongkok di dapan istrinya itu. "Apa kau lupa, kau sedang berhadapan dengan siapa hah?"


Anita hanya bisa menangis, memohon agar suaminya itu memaafkannya, bahkan wanita itu terus menerus bersujud di hadapan Edward.


"Seribu kali pun kau mengucap maaf!! Aku tidak akan pernah memaafkan mu." Tegas Edward.


Erik yang sedari tadi menyaksikan ibunya yang terus memohon, sedangkan Edward sama sekali tidak tidak memperdulikannya. Erik mulai tersulit emosi, amarahnya mulai bergejolak, Erik mengepalkan tangannya, menatap tajam papah tirinya itu.


"Kenapa?" Tanya Edward kepada Erik, yang masih menatap tajam kearah-nya.


Napas Erik terdengar memburu, ingin rasanya Erik menghajar laki-laki yang ada di hadapannya itu. Namun Erik berpikir kembali. Nyalinya menciut, bisa-bisa nanti ia akan masuk penjara.


Lalu Erik mendekat kearah Anita, "bangun mah, ayo kita pergi dari sini." Ajak Erik, membantu Anita berdiri, dan memapah wanita itu keluar dari ruangan tersebut.


Edward sengaja tidak mengusir mereka terlebih dahulu, karna Edward masih membutuhkan keduanya. Malam ini Edward berencana akan menemui keluarga Byanca, untuk meluruskan masalah ini. Karna Edward yakin Byanca dan Evan masih saling mencintai. Edward berharap mereka akan bersama kembali. Walau pun itu sepertinya akan Sulut bagi mereka, karna Evan sudah menjatuhkan talak tiga kepada Byanca.

__ADS_1


"Bodoh kamu Evan."


***


Erik dan Anita kini tengah di kamar Erik, Erik terlihat sedang mengemas semua pakaiannya. Sedangkan Anita wanita itu masih menangis sendu, menyesali perbuatannya.


"Mah ayo cepat kita pergi dari sini, aku sudah muak tinggal di rumah ini." Ucap Erik.


"Semua ini gara-gara kamu Erik, andai saja mamah tidak mengikuti keinginan kamu, dan merencanakan itu semua. Pasti semuanya tidak akan seperti ini." Teriak Anita, dengan penuh kemarahan.


"Dengar Erik kalau kita pergi dari sini, kita mau tinggal di mana hah? Mamah tidak mau pergi dari sini. Mamah akan memohon lagi sama papah dan Evan agar mereka memaafkan kita, dan tidak mengusir kita." Sambung Anita.


"Mah jangan bodoh, mereka tidak akan memaafkan kita. Percuma mah."


"Kamu yang jangan bodoh Erik, pikirkan kalau kita pergi dari sini kita mau tinggal dimana, makan apa? Kita tidak punya apa-apa Erik. Semua kartu ATM, dan semua Fasilitas yang selama ini kita nikmati, itu semua milik Edward."


Erik terdiam, apa yang katakan mamahnya memang benar, selama ini mereka hanya menumpang hidup dengan kekayaan yang Edward miliki. Kalau dia pergi dari sini, pasti bakalan jadi gembel.


"Sial harus bagaimana sekarang, aku tidak Sudi meminta maaf pada mereka."---Batin Erik.


"Pikir Erik, pikir..." Teriak Anita lagi, memarahi anaknya yang bodoh itu.


"Iya mah, ini juga lagi mikir." Ketus Erik.


Bersambung...


Akhirnya setelah sekian lama Hiatus. Aku up lagi.


Maaf ya nungguin lama.


Like, komen dan Votenya jangan lupa.


Yuk kasih semangat dia author up rutin tiap hari.


See u...


Thanks.

__ADS_1


__ADS_2