SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK
Part 43 AKU MAU, TAPI...


__ADS_3

"Aku janji tidak akan membuat kesalahan lagi By, aku akan menjadi laki-laki yang baik untukmu dan calon anak kita," ucap Evan, tanganya mengelus perut Byanca.


Byanca terdiam, memikirkan ucapan Evan tersebut, iya atau tidak. Kembali bersama Evan?


"Ya tuhan semoga ini jalan yang terbaik," gumam Byanca.


"Iya mas aku mau, tapi----" ucap Byanca, masih ragu.


Evan menarik ujung bibirnya tersenyum lebar, ia sungguh bahagia mendengar ucapan Byanca, yang mau menerimanya kembali.


"Benarkah By?"


"Iya mas aku mau, tapi ini semua aku lakukan untuk calon anak kita!" jawab Byanca.


Jujur saja bagi Byanca menerima Evan kembali sangatlah tidak muda, luka yang pernah Evan torehkan sampai sekarang masih membekas. Byanca memang sudah memaafkan Evan, mencoba melupakan semuanya, tapi luka dihatinya masih saja terasa sakit, jika mengingat hal itu kembali.


"Iya By, terima kasih. Aku janji akan membahagiakan kalian," seru Evan. Laki-laki itu menarik Byanca dalam pelukannya. Evan tak henti-henti tersenyum bahagia. Tak menyangka bahwa Byanca akan kembali padanya. Ini sebuah anugrah yang sangat indah dari tuhan untuk Evan.


"Dengarkan aku dulu mas, aku belum selesai bicara!" Byanca melepaskan pelukan Evan perlahan.


"Katakan sayang, apa lagi?" tanya Evan tak sabaran, tanganya menggenggam erat tangan Byanca.


"Iya semua ini aku lakukan untuk anak kita dan setelah anak kita lahir, maka kamu harus melepaskan aku kembali mas!" jelas Byanca.

__ADS_1


Evan seketika mematung, ia mencoba mencerna ucapan Byanca, apa maksudnya? Setelah anak mereka lahir Evan harus melepaskan Byanca lagi?


"Maksud kamu?" tanya Evan ragu. Netra Evan menatap lekat Byanca.


Byanca menghelai napasnya, "setelah anak kita lahir, ceraikan aku mas!"


Evan langsung mengelengkan kepalanya, "tidak, apa maksud kamu By? Kita kembali bersama untuk sementara gitu hah? Tidak aku tidak setuju!" Raut wajah kemarahan terlihat di wajah Evan.


"Pernikahan itu bukan untuk main-main By, aku mau kita tetap bersama-sama, membesarkan anak-anak kita sampai mereka tumbuh dewasa. Aku mau menua bersamamu By, kita berpisah sampai ajal menjemput kita," ucap Evan dengan lirih.


Byanca hanya terdiam, entahlah Byanca tidak bisa berbicara apa-apa lagi.


"By jika kita kembali hanya untuk sementara untuk apa By? Untuk apa? Semua itu hanya membuat kita sama-sama kembali terluka. Kehamilan kamu sudah menginjak usia enam bulan, dan waktu melahirkan hanya tinggal tiga bulan. Itu waktu yang sangat singkat By. Aku mohon jangan egois By, kamu bilang melakukan semua ini demi anak kita, apa ini yang kamu bilang demi anak kita hah? Apa ini tanda cintamu untuk anak kita By? Kamu tidak memikirkan kalau anak kita nanti sudah lahir, kita berpisah hah? Kamu egois By!" pekik Evan.


"Aku tidak egois mas, aku memberikan kamu kesempatan. Tapi terserah jika kamu tidak mau, aku tidak akan memaksa. Dan sepertinya tidak ada masalah jika anak kita sudah lahir kita berpisah, toh kita masih bisa urus sama-sama."


"Iya emang bisa, tapi aku tidak mau. Kasih sayang orang tua yang tinggal bersama itu beda by, dari orang tua yang berpisah. Aku tak habis pikir dengan jalan pikiranmu By." Evan terlihat frustasi.


"Terserah kamu mas, keputusanku sudah tidak bisa diganggu gugat, jika kamu mau silahkan ikuti permintaanku, jika tidak lupakan aku dan jangan pernah temui aku lagi. Anggap kita tidak pernah kenal dan tidak pernah punya hubungan apapun!" pekik Byanca. Byanca langsung berjalan meninggalkan Evan.


"Terserah kamu By, lebih baik aku tidak kembali bersamamu dari pada aku harus bersamamu hanya sementara itu hanya membuatku semakin terluka!" teriak Evan, sambil memandangi Byanca yang terus berjalan menjauh dari hadapannya.


"Percuma By kita bersama kalau akhirnya akan berpisah kembali," ucap Evan lirih.

__ADS_1


"Arrggg..... Sekarang apa yang harus aku lakukan?" teriak Evan.


Sungguh Evan tidak menyangka bahwa Byanca mengambil keputusan seperti itu, pilihan yang sangat sulit untuk Evan. Kembali hanya sementara hanya membuat luka, namun jika tidak selamanya ia harus melupakan Byanca.


"Kamu egois By...."


***


Byanca kini sudah berada di rumahnya, setelah pertemuannya dengan Evan itu, Byanca masih menangis di kamarnya.


Entahlah Byanca bingung, apa keputusannya itu sudah benar? Byanca sadar dirinya egois memberikan pilihan kepada Evan yang berat.


Tapi itu sudah menjadi keputusannya, yang sudah ia pikirkan matang-matang. Berpisah setelah anak mereka lahir, menurut Byanca itu sudah menjadi keputusan yang sangat baik.


Perasaan Byanca kepada Evan masih membingungkan untuk sekarang, terkadang ia ingin merasa kembali lagi bersama laki-laki itu, tapi terkadang dia tidak mau kembali dan sangat membenci Evan seperti sekarang ini.


Lagian pikir Byanca, setelah mereka berpisah juga nantinya masih bisa membesarkan anak mereka bersama-sama. Hanya saja tidak tinggal serumah, tapi sepertinya Evan sangat menolak keras keputusannya itu.


"Ya tuhan, harus bagaimana aku sekarang? Aku bukan wanita suci Tuhan, yang bisa memaafkan dan melupakan kesalahan seseorang begitu saja. Aku berusaha memaafkan dan melupakan semua kesalahan mas Evan! Tapi kenapa hatiku sepetinya enggan untuk menerimanya kembali," lirih Byanca.


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan Votenya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2