
Jonathan, Mamah Lyli dan Byanca kini tengah menikmati makan malam bersama.
"Makan yang banyak By, biar kamu dan calon cucu mamah sehat terus!" ujar mamah Lyli, tersenyum kekeh.
"Iya mah, siap!" jawab Byanca.
Tak lama kemudian merekapun selesai, mereka kini tengah berkumpul di ruang tengah, sambil menonton televisi.
"Mah, Pah. Byanca mau bicara serius, sama papa dan mamah," ujar Byanca.
"Bicara saja by!"
"Sebenarnya---" Byanca terlihat ragu ingin berbicara.
"Masalah Evan?" pungkas Papa Jonathan. Byanca menganggukan kepalanya pelan.
"Tidak, papa tidak setuju kamu kembali sama dia. Ingat Byanca bagaimana Evan memperlakukan kamu waktu itu," pekik Jonathan.
Byanca menundukan kepalanya, benar apa yang dikatakan papahnya, tapi Byanca yakin bahwa Evan kini sudah berubah. Evan tidak akan menyakitinya lagi.
__ADS_1
"Tap pah, mas Evan sekarang sudah berubah. Byanca yakin mas Evan tidak akan menyakiti Byanca lagi,'' ucap Byanca, membelanya. Entah dapat dorongan dari mana, rasanya Byanca ingin kembali kepada Evan. Apa mungkin dorongan dari sang calon anak mereka, menginginkan kalau kedua orang tuanya bersama.
"Pah yang dikatakan Byanca benar, biarkan Byanca yang memutuskan semuanya Pah," sahut mamah Lyli.
"Tidak, apapun alasannya papa tidak membiarkan Byanca di sakiti laki-laki breng*ek itu lagi." Raut wajah papa Jonathan penuh dengan kemarahan.
"Pah, setiap orang itu mempunyai salah. Papa jangan terus mengungkit satu kesalahan, yang membuat papa melupakan banyak kebaikan."
"Terserah kamu mau bilang apa! Yang pasti papa tidak akan membiarkan itu terjadi. Papa tak ingin kamu masuk ke lobang yang sama By."
"Kamu tidak tau apa yang sudah Evan lakukan di belakang kamu usai kalian berpisah," ucap Jonathan berapi-api.
Byanca terlihat tertunduk, dengan air mata yang sudah mengalir deras dari pelupuk mata indahnya. Mamah Lyli hanya bisa menangkan putrinya itu. Entah kenapa suaminya terlihat begitu sangat menentang semuanya. Dan apa yang sudah di lakukan Evan, saat berpisah dengan Byanca, mamah Lyli berpikir keras, ia yakin bahwa suaminya tahu sesuatu tentang Evan.
"Aku harus tanyakan apa sebenarnya yang sudah terjadi. Aku yakin papa menyembunyikan sesuatu dari aku dan Byanca." Gumam Mamah Lyli.
"Mah, ada apa dengan papa? Kenapa papa semarah ini. Biasanya papa selalu bicara baik-baik, papa tidak pernah membentak aku," ucap Byanca dengan lirih, menangis pilu di dekapan mamah Lyli.
"Nanti biar mamah bicara sama papa kamu ya. Sudah kamu jangan menangis," mamah Lyli mengelus bahu Byanca dengan lembut.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan mah? Byanca juga tidak mengerti kenapa rasanya hati Byanca ingin kembali bersama mas Evan, tapi pikiran Byanca menolaknya mah, kalau Byanca ingat dengan perlakuan mas Evan waktu itu."
Mamah Lyli tak menjawab, ia hanya bisa menangkan putrinya itu.
"Itu tandanya kamu masih cinta sama Evan By." Ucap mamah Lyli dalam hatinya.
"Sudah sebaiknya kamu tidur by." Mamah Lyli melepaskan pelukannya. Lalu mengusap air mata Byanca.
"Mamah antar kamu ke kamar ya!" Namun dengan cepat Byanca mengelengkan kepalanya.
"Tidak usah mah, Byanca bisa sendiri." Byanca pun berajak dari sofa, lalu berjalan menggontai menaiki anak tangga, menuju kamarnya.
Mamah Lyli menatap nanar punggung putrinya itu. Ada rasa tak tega melihat Byanca. Lalu wanita parubaya itu-pun berajak menuju kamarnya ia harus menanyakan pada suaminya, apa sebenarnya yang terjadi pada Evan.
Bersambung...
Maaf baru up.
Jangan lupa like, komen dan Votenya ya.
__ADS_1
Terima kasih.