SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK
Part 64. CEPAT ATAU LAMBAT?


__ADS_3

Byanca dan Evan kini sudah kembali ke apartemen mereka. Mereka baru saja selesai makan malam, dan kini mereka tengah bersantai di atas kasur. Byanca menyandarkan tubuhnya di dada bidang Evan, dan Evan mengusap-usai kepala Byanca dengan penuh kasih sayang.


"Mas," panggil Byanca.


"Iya sayang," jawab Evan.


"Apa Dara sudah tau ya, kalau anak yang dia kandung itu anak kak Erik?"


"Mas tidak tau sayang, tapi waktu Dara menjelaskan waktu itu kepada kita, dia bilangkan dia sama sekali tak mengenalinya, sepertinya Dara tidak tau!"


"Emm, bagaimana ya mas kalau Dara tau? Kasian Kak Erik nantinya, Dara bilang dia sangat membenci laki-laki itu."


"Entahlah sayang, sudahlah jangan memikirkan mereka. itu urusan mereka kita tidak usah ikut campur."


"Iya sih mas, tapi---"


"Sayang, sudah lebih kita tidur!" Evan memotong ucapan istrinya itu.


"Aku belum ngantuk mas!" tolak Byanca halus, mamang ia belum merasakan kantuk sama sekali.


"Tapi ya mas, cepat atau lambat Dara pasti tau. Sebaiknya mas temui kak Erik besok, mas tanya dulu bener apa enggak, kalau kak Erik yang melakukan itu," pinta Byanca.


"Sudahlah sayang, itu bukan urusan kita. Biarkan Kak Erik dan Dara yang menyelesaikannya, itu masalah mereka. Tidak baik terlalu ikut campur!"


Byanca menghelai nafasnya, benar juga sih apa yang dikatakan suaminya itu. Hanya saja rasa keperdulian Byanca teramat besar kepada orang terdekatnya. Tapi ya sudahlah.

__ADS_1


"Iya mas, ya udah ayo kita bobo!" Byanca berajak dari dada bidang suaminya, ia merebahkan tubuhnya di samping Evan yang masih bersandar di kepala ranjang.


"Yakin mau bobo sekarang?"


"Iya mas!"


"Katanya tadi belum ngantuk!" Byanca memberikan cengiran kepada Evan.


"Hehe, emang belum mas. Tapi mau ngapain lagi coba?"


"Olahraga yuk!" ajak Evan.


"Hah, olahraga?" Tanya Byanca sambil membulatkan matanya. Olahraga malam-malam begini?


"Iya sayang!" Evan merebahkan tubuhnya di samping Byanca, menghadap kearah istrinya itu sambil memeluknya.


"Ih, kamu gak peka yang!" rengek Evan.


"Idih, apaan sih mas?" Byanca tersenyum geli melihat tingkah sang suaminya itu.


"Olahraga panas sayang. Mas pengen ih..." bisik Evan, dengan suara, yang membuat Byanca geli seketika.


Wajah Byanca langsung memerah. Astogeeeh, jadi olahraga yang di maksud suaminya itu anu. Oalah, Byanca gak peka amat ya! Itu gak paham beneran, apa pura-pura gak paham.


"Sayang..." panggil Evan.

__ADS_1


"Iya mas.''


"Pengen ih..."


"Ya udah, ayo. Dede bayi juga udah kangen katanya sama ayahnya!" ucap Byanca malu-malu.


Evan langsung tersenyum sumringah. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Gaskeun...


Tak menunggu lama, tanpa basa-basi lagi. Evan langsung menyerang istrinya, dengan sentuhan-sentuhan hangatnya, membuat Byanca menggeliat kegelian. Kegelian yang membuatnya melayang terbang. Suara ajaib mulai keluar dari bibir Byanca, Evan terus melancarkan olahraga panasnya.


Kamar ber-AC itu tiba-tiba berubah menjadi kamar seperti tanpa AC. Keringat bercucuran dari tubuh keduanya. Walaupun Evan melakukannya dengan lembut dan hati-hati, karna perut Byanca yang sudah besar, namun tak mengurangi kenikmatan diantara keduanya. Malam itu menjadi malam panjang untuk mereka.


Puas-puasin dulu kata bang Evan. Bentar lagi Byanca udah mau masuk bulan kelahiran. Nanti puasa dulu, makanya sebelum berpuasa gencer terus. Bikin jalan buat Dede Bayi launching. Hehe


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan Votenya ya.


Gratis kok sayang-sayangku...🤭


Sedekah gift boleh juga ya, eh.


Ah pokonya terima kasih buat kalian, yang selalu setiap ngikutin cerita Evan dan Byanca.


I love you sekebon cabe dah.

__ADS_1


bye bye.


see u....


__ADS_2