SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK
Part 54 KETAKUTAN EVAN


__ADS_3

Evan kini sudah melakukan aktifitasnya seperti biasa lagi, datang ke kantornya. Namun sekarang berbeda wajah Evan terlihat sangat bersemangat, bagaimana tidak, hari-harinya kini sudah selalu di bahagia, setelah kembalinya Byanca.


Evan kini sudah berada diruangannya, duduk di kursi kebesaran-nya. Namun walaupun dirinya semangat, tapi pikiranya tetap saja tertuju pada Byanca. Baru beberapa jam berjauhan dengan istrinya itu Evan merasakan rindunya kepada Byanca.


Padahal sedari tadi ia terus berkomunikasi dengan istrinya itu, mengingatkan Byanca agar tidak mengerjakan apa-apa. Evan sekarang over protective kepada istrinya itu. Kadang Byanca di buat kesal dengan sikap suaminya tersebut.


Namun tak lama kemudian, senyuman Evan perlahan pudar, saat ia mendapatkan satu pesan dan Video yang di kirim oleh orang kepercayaan.


Evan membulatkan matanya sempurna, saat melihat Video tersebut.


"Jadi Dara hamil?" ucap Evan, ia terlihat begitu terkejut bercampur ketakutan.


"Apa yang di kandungannya itu anakku?" tanya Evan kepada dirinya sendiri. "Tidak ini tidak mungkin, itu pasti bukan anakku!" Dengan cepat Evan menyangkal semua yang ada di pikirannya.


"Tapi bagaimana jika benar itu anakku, ya tuhan harus bagaimana aku sekarang? Bagaimana kalau Byanca sampai tau hal ini, dia pasti akan marah, dia pasti akan meninggalkanku lagi."


"Tidak, aku tidak mau sampai berpisah lagi dengan Byanca!" Evan mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Ah sial, kenapa jadi seperti ini sih? Aku harus cari tau kebenarnanya. Byanca tidak boleh tau tentang hal ini."


Evan terlihat begitu ketakutan. Evan menyugar rambutnya dengan kasar. Evan--pun kembali menghubungi orang kepercayaan--nya itu. Menyuruhnya untuk mencari informasi tentang Dara lagi.


****

__ADS_1


Sementara itu, Byanca yang sedari tadi ia hanya diam di kamarnya, sambil memainkan gawai-nya, mengisi kesepian dan kejenuhan yang mulai ia rasakan.


"Kamu itu menyebalkan mas, masa aku gak boleh ngapa-ngapain sih. Aku ini wanita hamil bukan orang sakit!" gerutu Byanca


Sudah beberapa kali Byanca membujuk suaminya itu, meminta izin agar dia melakukan sesuatu yang bisa membuat Byanca tidak merasa kesepian. Namun Evan masih saja tidak memberinya ijin.


"Iistt, semua orang menyebalkan."


Se--over protective itukan Evan, bahkan Evan sudah memberi tahu kepada art mereka, Evan memintanya untuk melaporkan apa saja yang di lakukan wanita itu disana.


Jadi Byanca bingung, kalaupun Evan tidak ada di sana, pasti dia akan tetap tau apa yang dilakuan Byanca, lewat art mereka.


Byanca yang sedari tadi memainkan gawai-nya itupun, udah merasa bosan sedari tadi menatap ponselnya itu, tidak ada yang menarik di dalam ponselnya itu.


Dan dari pada Byanca kesepian lebih baik ia tidur. Byanca--pun mulai memejamkan matanya, tak lama kemudian ia--pun terlelap.


***


"Ya tuhan, semoga operasinya lancar!' ucap Erik.


"Amin," kemudian Dara mengaminkan doa suaminya itu.


"Semuanya pasti baik-baik saja mas, mamah pasti bisa melewati ini semua!" Dara mencoba menenangkan suaminya, walaupun Dara sendiri--pun sama merasakan apa yang Erik rasakan. Namun sebisa mungkin Dara menyembunyikan semua itu.

__ADS_1


"Aku harap begitu!" ucap Evan dengan lirih.


Dara mengusap punggung suaminya, ia harus bisa menyakinkan Evan.


Tak lama kemudian pintu ruang tersebut terbuka, nampak sosok dokter yang menangani mamah Anita keluar dari sana.


Erik dan Dara langsung menghampiri dokter itu.


"Bagaimana dok hasilnya?" tanya Erik, tidak sabaran.


Namun wajah dokter tersebut malah memasang wajah kesedihan, membuat Erik dana Dara heran.


"Dok, bagaimana keadaan mamah saya?" tanya Erik lagi.


Bersambung...


Like


Komen


Vote


Jangan lupa ya!!

__ADS_1


See u


Terima kasih


__ADS_2