SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK
Part 70. AKU MENCINTAIMU, MAAFKAN AKU


__ADS_3

Dara masih berusaha menghubungi Erik, kini nomer ponsel Erik tidak aktif dan itu semua membuat Dara sangat gelisah.


"Ya tuhan, kamu di mana mas? Aku mohon kembalilah. Aku akan tarik semua ucapanku, aku mencintaimu mas," ucap Dara. Ia berjalan mondar-mandir tak karuan, menyesali atas semua yang sudah di perbuatannya kepada sang suami.


"Aku harus mencari mas Erik," ucapnya lagi. Lalu Dara berjalan menuju kamar, ia mengambil dompetnya.


Usai itu Dara berjalan terburu-buru, keluar rumah. Dara mengunci pintu rumah tersebut. Lalu berjalan untuk mencari Erik. Namun langkah Dara terhenti saat melihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di hadapannya.


'Loh inikan mobil mas Evan,' gumam Dara.


Dan benar saja dugaan Dara, Evan dan Byanca terlihat keluar dari mobil tersebut.


"Byanca, mas Evan. Kalian kenapa disini?" Tanya Dara.


"Kamu mau kemana Dara?" Bukannya menjawab, Byanca malah berbalik bertanya. Dara tak menjawab ia malah menghambur memeluk Byanca. Tangis Dara pecah di pelukan Byanca, Byanca mengusap punggung Dara mencoba menenangkan sahabatnya itu.


Erik masih di dalam mobil, ia masih mengumpulkan kekuatannya, untuk berbicara dengan Dara. Erik menyaksikan Dara yang memeluk Byanca sambil terisak tangis. Dalam hati Erik bertanya-tanya, Dara mau kemana? Kenapa dia keluar rumah? Apa dia akan pergi meninggalkan Erik? Dara tak menyadari kalau Erik ada di dalam mobil Evan.


"Sudah jangan menangis Dara. Semuanya akan baik-baik saja!" ujar Byanca. Perlahan Byanca melepaskan pelukannya.


"Aku harus mencari mas Erik by, aku gak tau dia pergi kemana, aku sangat mengkhawatirkannya!" lirih Byanca.


Erik mendengar semua ucapan istrinya itu, apa ini tanda bahwa Dara memaafkannya? Erik--pun segera turun dari mobilnya.


"Dara," panggil Erik. Dara menoleh ke sumber suara tersebut. Dara membulatkan mata, ia langsung berjalan mendekat kearah Erik. Lalu menghambur memeluk suaminya itu.


Erik membalas pelukan Dara, "mas, maafkan aku. Aku tau aku egois, maafkan aku mas!" ucap Dara disela isak tangisnya.


"Aku mencintaimu, maafkan aku mas!" lanjutnya.


"Aku juga mencintaimu Dara, sangat, aku sangat mencintaimu," Erik mendaratkan kecupan di kening Dara.


Perlahan lalu mereka pun melepaskan pelukannya. Keduanya mengambangkan senyuman bahagia mereka.

__ADS_1


"Apa itu tandanya kamu memberikan aku kesempatan?" Tanya Erik. Dara langsung menganggukan kepalanya.


"Iya mas, aku menyesal telah mengucapkan kata-kata yang tidak pantas tadi, aku tarik kembali ucapanku tadi mas," sesal Dara.


"Terima kasih sayang! Kita mulai semuanya dari awal lagi ya," ujar Erik diangguki oleh Dara. Mereka berpelukan kembali.


Evan dan Byanca mengulas senyumnya. Ia ikut serta bahagia menyaksikan keduanya. Evan merangkul bahu Byanca dan mengusapnya lembut.


"Ehemmm," Evan berdehem. Membuat Erik dan Dara langsung melepaskan pelukan mereka.


"Aduh-aduh, dunia berasa milik berdua ya sayang!" lanjut Evan, berbicara kepada Byanca. Dengan maksud menyindir Erik dan Dara.


Byanca yang mengerti ucapan suaminya itupun langsung menyahutnya, "iya mas, yang lain ngontrak ya."


Erik dan Dara terlihat salah tingkah. Saking bahagianya mereka lupa kalau di sana ada Evan dan Byanca.


"Apaan sih kalian," ucap Dara.


"Van, By. Makasih ya!" Ucap Erik.


"Berkat kalian aku bisa meyakinkan lagi istriku." Lanjutnya.


"Sama-sama kak, kalau begitu kita permisi dulu ya!" Pamit Evan.


"Kalian gak mampir dulu?" Tanya Dara.


"Enggak ah udah malem, lagian kalau kita mampir nanti ganggu pasangan yang lagi anget-angetnya lagi." jawab Byanca.


"Udah sana lanjutin di dalam pelukannya," timpal Evan.


Erik dan Dara semakin salah tingkah, ia merasa malu dengan Evan dan Byanca.


"Ya sudah kita balik dulu ya," ucap Byanca. Erik dan Dara menganggukan kepala mereka. Lalu Evan dan Byanca masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Hati-hati ya Van. Sekali lagi makasih," ucap Erik.


"Sama-sama kak."


Evan--pun mulai melajukan mobilnya, meninggalkan tempat tersebut.


"Ayo sayang kita masuk," ajak Erik kepada Dara.


"Ayo mas!" Mereka--pun berjalan masuk ke dalam rumah tersebut.


"Kita lanjut di dalam ya sayang!" bisik Erik kepada Dara. Membuat Dara tersipu malu, ia mendaratkan cubitan kecil di perut suaminya itu.


"Awww, sakit sayang."


"Rasain tuh, makanya jangan nakal." Ujar Dara ia berjalan meninggalkan Erik menuju kamarnya.


"Sayang, awas ya. Nanti mas balas kamu." Teriak Erik, langsung berjalan menyusul Dara menuju kamar.


'Awas ya istriku, aku akan balas kamu dengan cubitan yang akan membuat kamu ketagihan dan melayang,' gumam Erik.


Bersambung..


Like


Komen


Vote


Jangan lupa ya guys ya!!


Salam sayang dari author.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2