
"Tidak usah Pah, Erik dan Dara akan tetap tinggal di sini, Erik sudah terlalu merepotkan papa dan juga kalian!" tolak Erik halus. Erik masih teringat dengan janjinya dulu kepada Evan, bahwa dirinya tidak akan pernah mengusik lagi kehidupan keluarga Edward.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa. Tapi jika kamu butuh apa-apa kamu tidak usah sungkan, kamu tetap anakku Erik."
"Terima kasih Pah, masing Sudi menganggap Erik anak papa, itu sudah lebih dari cukup untuk Erik!"
Sungguh mereka yang mendengar ucapan Erik tersebut, merasa tercengang. Erik benar-benar sudah berubah.
"Emm, Dara boleh Tante tanya sesuatu sama kamu?" Mamah Lyli membuka suaranya, rasanya ia sudah tak tahan ingin cepat-cepat mengetahui kebenarannya.
"Iya Tante, ada apa?"
"Kamu sudah lama menikah dengan Erik?"
"Baru beberapa bulan saja!" Sahut Erik, melihat Dara yang terdiam, Erik langsung menjawab pertanyaan mamah Lyli.
"Aku tau apa yang sedang kalian pikirkan," ucap Erik lagi, "terutama kalian," Erik melihat kearah Byanca dan Evan.
__ADS_1
"By, apa kamu sudah tau semuanya?" tanya Dara dengan lirih. Air matanya lolos begitu saja. Saat melihat Byanca menganggukan kepalanya. "Maafkan aku By...." lirih Dara lagi, ia mata terlihat mengalir deras dari pelupuk mata indahnya. Antara malu dan menyesal bercampur aduk di hari Dara.
"Sudahlah Dara, aku tau kamu melakukan itu karena ada alasannya. Aku kenal kamu, aku tau kamu tidak sejahat itu."
"Maafkan aku By, aku malu padamu. Aku menyesal sudah melakukan semua itu!" ucap Dara penuh penyesalan.
"Yang lalu biarlah berlalu Dara, aku sudah melupakannya. Dan kami sudah memulai hidup baru lagi dari awal. Sekarang ada yang ingin aku tanyakan, tolong jawab dengan jujur. Apa bayi yang kamu kandung itu anak mas Evan?"
Dara terdiam, ia bingung harus menjawab apa? Ini bukan anak Evan, tapi rasanya malu jika mengatakan kebenaran ini, sudah pernah menjebak Evan tidur dengannya, kini dia hamil anak dari laki-laki yang tidak tau asal-usulnya. Bahkan ia tak mengenali bapak dari anak yang kini ia kandung itu.
"Aku akan jelaskan semaunya," ucap Dara, lalu ia mulai menjelaskan awal mula sampai akhirnya, bahkan bagaimana dirinya bisa menikah dengan Erik.
"Itu artinya, anak yang kamu kandung bukan anak mas Evan?" tanya Byanca.
"Benar, ini bukan anak mas Evan, seperti yang sudah aku jelaskan tadi. Aku sudah hamil dua Minggu sebelum aku menjebak suami kamu."
Byanca tersenyum lega, tak hanya Byanca Evan juga serta yang lainya ikut merasa lega. Tapi mendangar cerita Dara, mereka sungguh merasa iba, miris sekali nasib Dara. Siapa laki-laki yang tega merenggut kesucian wanita itu?
__ADS_1
"Syukurlah, mamah senang mendengarnya. Tapi apa benar kamu tidak mengenali laki-laki yang sudah melecehkanmu itu Dara?" ucap Mamah Lyli.
Dara langsung menggelengkan kepalanya, "Dara tidak tau Tante, karna waktu itu semua terjadi di dalam mobil, semuanya gelap. Dara tak sempat melihat wajahnya!"
"Di dalam mobil? Ya tuhan apa wanita yang pernah aku...
Apa wanita itu Dara, kenapa kronologis kejadiannya persis dengan yang pernah aku lakukan waktu itu?"
"Emm, aku boleh bertanya Dara. Jika kamu mengetahui laki-laki yang sudah memperkosa kamu itu, akan kamu apakan dia? Maksudku, apa kamu akan membencinya?" tanya Erik, semua orang menatap Erik heran. Kenapa Erik bertanya seperti itu? Dan kenapa Erik terlihat sangat gugup?
"Jika aku mengetahui siapa orangnya. Aku tidak akan pernah memaafkannya, karna dia semua impianku hancur. Aku sangat membenci laki-laki itu!" jawab Dara, sambil menahan amarahnya.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan Votenya.
Terima kasih.
__ADS_1