SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK
Part 37 APA KAMU YAKIN?


__ADS_3

Papa Jonathan baru saja sampai di kediamannya, dengan jalan yang terlihat sangat tergesa-gesa, papa Jonathan langsung berjalan mencari istrinya.


"Mah..." panggilnya. Dengan suara sedikit berteriak.


"Iya pah, ada apa? Baru pulang kok teriak-teriak dan itu kenapa wajah papa terlihat sangat panik?" cerca mamah Lyli.


"Mah, papa mau bicara! Tapi sebaiknya kita bicara di kamar saja!" Jonathan menarik tangan istrinya pelan.


Mamah Lyli--pun mengikuti langkah suaminya itu, dengan heran.


"Papa kenapa sih?"


"Sudah, nanti kita bicara di kamar saja!" jawabnya. Mamah Lyli--pun pasrah, mereka berjalan menuju kamar.


"Mah, apa benar tadi kalian di rumah sakit bertemu dengan Evan?" Tanya Jonathan, mereka kini sudah berada di kamar.


Mamah Lyli mengangguk pelan, "iya pah, tapi itu hanya kebetulan saja Pah!" jawabnya.


"Iya papa tau mah, tidak mungkin Byanca dan Evan berjanjian," wajah Jonathan terlihat gusar, "lalu apa yang mereka lakukan?"


"Evan hanya menemani Byanca periksa kandungannya Pah, lalu..."


"Lalu apa?"


"Lalu mereka meminta waktu untuk bicara," jelas mamah Lyli.

__ADS_1


"Papa yakin Evan pasti mengajak Byanca untuk kembali pada diakan?" Raut wajah Jonathan terlihat memerah penuh amarah.


"Papah tau dari mana?"


"Tidak penting mah, papa tau dari mana. Ini yang papa takutkan selama ini mah."


Mamah Lyli menghelai nafas dalam, lalu ia mengelus tangan suaminya, mencoba menenangkannya.


"Iya pah, memang benar Evan mengajak Byanca untuk kembali bersamanya. Byanca cerita semuanya sama mamah," ucap mamah Lyli.


"Tapi sebaiknya kita serahkan saja semua ini kepada Byanca Pah, biarkan Byanca yang memutuskan semuanya. Kita jangan terlalu ikut campur masalah pribadinya Pah. Mamah yakin Byanca bisa memutuskan mana yang benar dan mana yang tidak, Byanca sudah dewasa Pah," lanjut mamah Lyli.


"Tapi mah, papa takut Byanca sakit hati lagi, mamah taukan bagaimana dulu Evan memperlakukan Byanca. Papa takut Evan mengulanginya lagi mah!"


"Tidak akan Pah, mamah lihat Evan benar-benar sudah menyesalinya dan Evan tulus dengan Byanca Pah, mamah yakin Evan tidak akan melakukan itu semua, tidak mungkin dia menyakiti Byanca, terlebih sekarang Evan sudah mengetahui bahwa Byanca tengah mengandung calon anaknya," jelas mamah Lyli.


"Pah jangan bicara seperti itu, tidak baik. Walau bagaimana--pun dia ayah dari calon cucu kita. Dan kenapa papa bicara seperti itu?"


"Pah Evan memang sudah melakukan kesalah, tapi itu dulu. Kita juga sangat dekatkan dulu sebelum mereka menikah, Evan dan Byanca sudah berhubungan lama Pah. Jangan sampai satu keburukan orang itu, membuat papa lupa akan kebaikannya," lanjutnya.


"Papa tau mah, tapi papa tidak berbicara sembarangan. Papa punya bukti bahwa Evan itu bukan laki-laki baik," jawab Jonathan.


"Maksud papa? Bukan laki-laki baik gimana?" Mamah Lyli menatap heran kepada suaminya itu.


"Mah Evan sudah tidur dengan wanita lain dan asal mamah tau Evan tidur dengan Dara!"

__ADS_1


Mamah Lyli tersenyum, sambil mengelengkan kepalanya, "jangan bercanda Pah, tidak mungkin Dara sehina itu, mamah tau dia!" sangrah mamah Lyli.


"Papa tidak bercanda mah, papa serius." Mamah Lyli menatap wajah suaminya dengan lekat, mencoba mencari kebohongan dari sana, namun tidak! Mamah Lyli tak menemukan pancaran kebohongan dari wajah suaminya itu. Papa Jonathan terlihat bersungguh-sungguh.


"Papah hanya takut mah, bagaimana jika wanita itu hamil, Dara pasti minta pertanggung jawaban dari Evan. Pikirkan perasaan putri kita mah." Lanjutnya.


Mamah Lyli terdiam, memang benar apa yang di katakan suaminya itu. Jika benar itu terjadi pasti semuanya akan membuat Byanca terluka kembali.


Tapi mamah Lyli tidak tega melihat Byanca membesarkan kandungan-nya sendirian, walau-pun dirinya dan suaminya selalu ada untuk putrinya itu. Namun tetap saja sosok Evan sangat Byanca butuhkan kelak.


"Mah kita harus bisa mencegah Byanca, papa tidak setuju jika Byanca kembali kepada Evan," papah Jonathan menatap istrinya memohon, berharap istrinya itu setuju dengan ucapannya.


"Nanti kita coba Pah!"


Papa Jonathan mengulas senyumannya, "terima kasih mah."


Mamah Lyli mengangguk dan membalas senyuman suaminya itu.


"*Ya tuhan harus bagaimana sekarang?" ---Batin mamah Lyli.


"By maafkan papa, papa hanya tidak mau jika kamu di sakiti oleh laki-laki itu. Papa dan mamah akan berusaha membuat kamu bahagia"- gumam Jonathan*.


Bersambung...


Hais pada nungguin otor up gak nih?

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan Votenya.


Makasih.


__ADS_2