SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK
Part 52 ANAK SIAPA ITU?


__ADS_3

"Oh iya mas, tadi kamu mau bicara apa?" tanya Dara, mereka baru saja menghabiskan makanan tersebut.


"Aku mau tanya sesuatu, tapi maaf sebelumnya! Jika pertanyaan aku menyinggung kamu," jawab Erik. Terlihat raut wajah keraguan.


"Bicara saja!"


"Apa anak yang di kandungan kamu itu anak Evan?" Dara tersenyum tipis, lalu mengelengkan kepalanya pelan.


"Lalu siapa ayah biologisnya?" Dara terdiam sejenak, apa harus bilang yang sebenarnya kepada Erik?


"Dara jawab!" ucap Erik lagi.


"Aku tidak tau mas, aku sudah hamil dua Minggu saat itu, saat om Hendra memintaku untuk menjebak Evan. Aku merasa hancur saat itu, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, di sisi lain saat itu pula ibuku sakit dan sangat membutuhkan biaya, makanya aku terima tawaran om Hendra!" ucap Dara, Dara tak kuasa menahan air matanya.


"Apa? Tapi kenapa om Hendra bilang bahwa Evan yang sudah mengambil kesucian kamu?"


"Aku memang bilang padanya kalau aku masih perawan, aku berbohong."


"Lalu apa Evan tau semuanya?" Dara dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tau, tapi saat itu Evan dalam pengaruh obat perangsang."


"Ya tuhan, lalu siapa yang mengambil kesucian kamu?"

__ADS_1


"Entahlah mas aku tidak tau, siapa laki-laki itu, yang jelas pada saat itu laki-laki itu sepertinya tengah mabuk berat. Bahkan aku tak ingat wajahnya seperti apa! Karna saat itu penerangan sangat gelap, tapi aku hanya melihat sekilas laki-laki itu mempunyai tahilalat, di punggungnya cukup besar!" jawab Dara sambil terisak tangis.Mengingat kejadian malam kelam itu, membuat Dara merasa sakit, sesak di dadanya.


Erik terdiam sejanak, ia larut dalam pikiranya.


"Tahilalat di punggungnya? Ya tuhan apakah Dara?"


"Kenapa kamu menanyakan soal ayah biologis anakku?" tanya Dara. Seketika membuyarkan lamunan Erik.


"Tidak aku hanya bertanya saja!"


"Aku tadi bertemu dengan Evan," lanjutnya.


"Evan? Dimana?"


"Emm," jawab Dara singkat, sepertinya ia sama sekali tidak tertarik dengan pembicaraan tersebut. Toh buat apa, dia sudah tidak urusan dengan Evan!


Erik tersenyum tipis, "emm, aku keluar sebentar ya! Cari angin," ucap Erik.


"Baiklah."


"Titip mamah ya!" Dara menganggukan kepalanya, Erik--pun berlalu dari ruangan tersebut.


*Flashback On.

__ADS_1


"Sial kenapa rencana-ku jadi berantakan seperti ini. Aaarggghh..." Teriak seorang laki-laki, di tengah alunan musik DJ yang menggema, di club' malam tersebut.


Beberapa wine dengan kadar alkohol yang tinggi, sudah ia habiskan sekitar empat botol. Dan kini ia sudah mulai merancau tidak jelas efek dari wine tersebut.


Karna alam bawah sadarnya tipis, ia sudah merasakan mabuk berat, ia--pun memutuskan untuk meninggalkan club' malam tersebut. Dengan langkah yang sempoyongan ia berjalan menuju mobilnya, dan melajukan mobil tersebut meninggalkan club' malam tersebut.


"Aku mencintaimu, kenapa kau mau menikah dengan dia hah? Apa kurangnya aku!" racaunya. Sambil terus melajukan mobilnya.


Ia menghentikan mobilnya, saat melihat seorang wanita tengah berjalan di tepi jalan, dalam penglihatannya ia melihat bahwa wanita itu, wanita yang ia cintai.


Ia langsung menarik wanita itu untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Hay siapa kau? Lepaskan aku!!!" teriak wanita tersebut, sambil mencoba melepaskan tanganya.


"Diam!!" Dia langsung mendong wanita itu dengan kasarnya, membuka semua kain yang menutupi tubuh wanita itu.


Flashback off*.


"Apa wanita itu Dara?" ucap Erik pelan.


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan votenya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2