SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK
Part 49 NGIDAM


__ADS_3

Setelah melakukan aktifitas yang nikmat Sampat melayang ke nirwa itu, Byanca dan Evan tertidur pulas.


Namun beberapa jam kemudian, Byanca terbangun ia merasa perutnya lapar. Ia langsung membangunkan suaminya.


"Mas, bangun!!!" ucapnya, sambil menepuk-nepuk pelan wajah sang suami. Dan Evan mengeliat, perlahan ia membuka matanya.


"Ada apa sayang?" tanyanya, dengan suara berat dan mata yang masih terasa berat.


"Aku laper!" ujar Byanca, dengan suara sedikit manja, tanganya mengelus perut buncitnya. Evan melirik kearah jam yang menempel di ding-ding kamar tersebut, waktu sudah menunjukan sebelas malam lebih. Sudah hampir larut malam.


"Mau makan apa sayang? Ini udah malam loh!"


"Pengen makan seefood mas, tapi gak mau masakan resto. Mau seefood yang ada di pinggir jalan!" jawab Byanca.


"Kaki lima?" Byanca menganggukan kepalanya.


"Tapi dimana sayang? Sekitar sini gak ada kayanya. Ada juga nasi goreng, nasi goreng aja ya!" rayu Evan, jujur saja rasanya ia malas, tepatnya ngantuk banget, tengah malem juga malas nyarinya.


"Gak mau, pokoknya aku mau seefood yang di pinggir jalan titik." Byanca memasang wajah angkuhnya. Entah kenapa rasanya ia ingin sekali makan seefood, padahal tadi dia makan banyak, tapi perutnya sudah terasa lapar lagi.


"Ini udah malem sayang!"


"Ya sudah kalau gak mau, biar nanti dede bayinya ileuran, karna maunya gak keturutan!" Byanca semakin marajuk.


"Ya sudah iya, mas beliin sekarang!" ucap Evan pasrah. Dari pada istrinya merajuk kaya gitu, mana bilang kalau gak di turuti calon anak mereka nantinya ileuran lagi, ah amit-amit.


"Ah terima kasih suamiku!" seru Byanca, matanya langsung berbinar.


Dengan langkah yang menggontai Evan--pun keluar dari apartemennya itu, sambil memikirkan kemana ia mencari warung kaki lima penjual seefood terdekat dari sana.


Sampai di parkiran mobil, Evan langsung masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobil tersebut, membelah jalan raya yang terlihat lumayan sepi. Mungkin karna sudah larut malam jadi tidak banyak kendaran yang berlalu lalang.

__ADS_1


Sudah hampir dua kilo meter Evan melajukan mobilnya itu, matanya melirik sana sini, berharap di sana menemukan penjual seefood, namun sejauh ini ia tidak menemukannya.


"Kok gak ada, kemana aku harus carinya? udah lumayan jauh ini," ucap Evan, sambil terus melajukan mobilnya.


Sampai beberapa menit ia melaju, matanya berbinar dan ujung bibirnya tersenyum sumringah, saat ia melihat penjual seefood kaki lima, yang jaraknya hampir beberapa meter dari matanya.


"Ah akhirnya ketemu juga!" seru Evan. Ia menghentikan mobilnya di dekat warung seefood tersebut. Menepikan mobilnya dengan aman, agar tidak menghalangi jalan.


Usai itu Evan segera keluar mobilnya dan menuju penjual seefood tersebut.


"Bang seefoodnya satu porsi ya," pinta Evan.


"Siap bang!"


"Eh-eh bang dua porsi aja sekalian," pintanya lagi. Takutnya nanti sang istri tercinta gak kenyang, kalau satu porsi doang. Buat jaga-jaga, kan berabe, kalau beli satu porsi terus Byanca gak masih mau lagi. Kalau Byanca gak mau juga gak apa-apa sih Evan bisa makan aja itu yang satu porsinya lagi, dari wanginya sih kaya menggugah selera.


Penjual seefood tersebut mengancingkan jempolnya, lalu mulai memasak pesanan Evan.


Sementara itu, pasangan suami istri baru saja mendapatkan kabar dari rumah sakit, kalau operasi untuk mamah mereka akan di lakukan besok pagi.


"Alhamdulillah, terima kasih dok!" ucap keduanya.


"Iya sama-sama." jawab dokter tersebut.


"Kalau begitu kami permisi dulu dok!" pamitnya. Sepasang suami istri itu--pun keluar dari ruangan dokter tersebut dengan wajah yang terlihat bahagia dan sedikit lega.


"Terima kasih ya, ini semua berkat kamu! Pokoknya aku janji setelah mamah sembuh, aku akan cari kerjaan yang bisa membuat hidup kita lebih baik lagi!" ujarnya sambil menggandeng tangan istrinya.


Senyuman--pun terambang dari wajah wanita itu, ada perasaan yang aneh yang ia rasakan saat suaminya menggandeng tanganya dengan begitu hangatnya.


"Ya tuhan, apa aku sudah mulai jatuh cinta padanya? Jika benar aku tidak akan menolaknya tuhan, dia tidak seburuk yang aku pikirkan," batin wanita itu.

__ADS_1


Mereka--pun kembali keruangan rawat.


"Mas aku laper, maaf! Mas bisa belikan aku makanan gak?''


"Oh iya aku lupa, ya tuhan maaf ya. Aku sampai lupa dari tadi sore kamu belum makan, maafin aku ya aku tadi kebingungan sampai lupa kalau kamu belum makan."


"Gak apa-apa mas, aku maklum kok." jawabnya sambil tersenyum tulus.


"Ya sudah aku beli makanan dulu ya! Kebetulan aku juga laper, mau makan apa?"


"Apa aja mas!"


"Ya sudah, aku titip mamah ya! Aku beli makanan dulu, gak lama kok."


"Iya hati-hati."


Ia--pun keluar dari ruangan tersebut, melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit, ia mencari pedagang kaki lima, untuk membeli makan tersebut, ya karna untuk kondisi di saat ini ia hanya mampu membeli makan yang terbilang murah. Sudah bisa makan--pun dia dan keluarganya sudah sangat bersyukur.


Dan ia merasa sangat beruntung, di saat-saat yang seperti ini ia mempunyai pendamping hidup yang menurutnya sangat baik, wanita yang mau hidup susah bersamanya.


"Sepertinya aku sudah mulai jatuh cinta padamu, aku berjanji akan menjaga kalian!" gumamnya.


Bersambung...


Ck, ngeselin gak nih author gak sebut nama si pasangan suami istri yang terlihat bahagia itu?!!!


Wait episode selanjutnya ya!! Pantengin terus.


Jangan lupa juga Like, komen dan Votenya.


See u

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2