
"Sekuat-kuatnya wanita ia tetaplah hanya sepotong tulang rusuk kiri"
~Alfiyah sulthan~
Seindah apapun suatu tempat tetap tak akan mampu mengalahkan kenyamanan dari suatu keluarga, tidak perduli betapa sempit dan kumuhnya rumah ia tetaplah tempat ternyaman tempat berbagi kasih sayang. tempat yang berhasil menorehkan ribuan kenangan tak terlupakan
Tak perduli terpisah oleh jarak ribuan kilo meter pun kasih sayangnya akan tetap tersampaikan, setiap detiknya terasa berat ketika hati merasa rindu yang diungkapkan melalui do'a dengan harapan angin yang lalu membawa serta mengobatinya
"Mas adam....hiks...hiks" asya tengah menangis diatas ranjangnya dengan memeluk foto kakaknya itu
"Hikss... adek butuh mas adam" ucapnya disela-sela isak tangisnya
Asya sungguh merindukan kakak yang menyayanginya dan selalu melindunginya, pria kedua setelah ayah yang begitu menyayanginya dengan tulus
"Mas....hiksss... adek ngaku salah, adek lagi dihukum karena nakal" asya seakan tengah mengadukan pada kakaknya
"Adek nyesel mas, Adek mengalami musibah gara-gara ngelawan ayah dan nggak mau dianterin pengawal pas kekantor" sesalnya
"Adek kualat mas....hiksss" Air mata telah mengalir membasahi pipinya
***
__ADS_1
ADAM MAKRUFI adalah putra tunggal dari paman asya yang diangkat anak oleh Ahmad dan Sity, mereka memperlakukan adam seperti putranya sendiri.
Adam barulah berusia 7 tahun ketika kecelakaan mobil yang ditumpangi pasangan MUHAMMAD MAKRUFI dan AISYATUL SA'DIYAH sehingga menyebkan keduanya meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit, sehingga adam kecil yang telah memahami keadaan pun terpuruk.
Tepat saat itulah ahmad datang dan membawa adam kerumahnya sebagai putranya dan menjadikannya tuan muda sulthan, tetapi untuk tak menghilangkan jati diri adam maka ahmad tak memberikan nama belakang Sulthan kepadanya ia hanya memberikan panggilan tanpa mengubah nama aslinya.
Adam menjadi sangat pendiam hingga membuat ahmad dan sity mengkhawatirkannya, berbagai cara telah dicoba untuk mengembalikan keceriaan adam yang hilang namun gagal. ketika itulah sosok asya kecil yang berusia lima tahun datang menghampirinya. Gadis itu begitu senang ketika orang tuanya berkata bahwa adam adalah kakaknya, bagaikan bulan dalam gelapnya malam ia mampu membawa adam lepas dari keterpurukannya dengan keceriaan dan sifat manjanya.
Adam selalu menyayangi, menjaga dan melindungi asya melebihi seorang kakak kandung. Ia selalu berhasil meluluhkan sifat keras kepala nona sulthan itu dengan senyum lembutnya, ia juga seperti superhero yang akan datang dan memeluk asya ketika gadis itu menangis, Ia memberikan apapun yang adik perempuannya itu inginkan.
Tak lama kemudian mereka memiliki adik laki-laki yang diberi nama Nathan maulana sulthan, adam juga berperilaku baik dan menyayanginya hal ini membuat ahmad dan sity bahagia luar biasa. Tetapi karena nathan adalah anak lelaki maka ia tak begitu menempel pada adam berbeda dengan asya yang manja, asya memang lebih tua dari nathan tetapi sifatnya malah seperti layaknya anak yang lebih kecil dari nathan. Belum lagi sifat asya yang memang keras kepala dan sulit diatur, lasak dan suka membuat onar membuat seluruh anggota keluarga lebih memperhatikannya agar ia tak menyebabkan kekacauan.
Jika Adam dan Nathan dikirim kepondok pesantren ketika remaja maka asya malah menjadi layaknya preman dan menjadi pemberontak ketika adam berada di Qairo untuk kuliah, hingga menyebabkan ahmad murka. saat itulah adam meredam kemurkaan ahmad ia bahkan langsung pulang kenegara ini demi adiknya dan berhasil membujuk asya untuk berubah.
Asya adalah tipikal gadis yang akan semakin memberontak bila dilarang namun adam berhasil menaklukkannya sehingga nathan memberinya julukan PAWANGNYA KAK ASYA.
Adam tumbuh menjadi pria luar biasa, dengan wajah tampan warisan dari orangtuanya yang berdarah jawa dan ibu berdarah arab yang membuatnya memiliki daya tarik tersendiri. Ia juga cerdas dan tegas membuat kaum hawa banyak yang mendekatinya namun ia selalu menolak mereka dengan halus, ia bahkan sempat menolak menikah karena takut istrinya akan memperlakukan asya dengan tak baik. Hal ini tentu membuat ahmad dan sity kelimpungan hingga mereka meminta asya membujuk kakaknya itu. Dan hal itu memang berhasil, entah bujuk dan rayu seperti apa yang dilakukan asya yang jelas pada akhirnya adam mau menikah dengan syarat adik perempuannya itu lah yang memilih calonnya
***
"Mas adam.....hiks hiks... adek rapuh dan hampir patah mas" asya memeluk foto tersebut semakin erat
"Mas adam. Adek pengen dipeluk mas" adunya lagi
__ADS_1
"Apa yang bakal mas lakuin kalo misalnya mas udah pulang nanti.... hiks.... dan melihat adek nggak ada dirumah?" Asya terkekeh dan menghapus air matanya yang terus menetes
Asya membayangkan kakaknya yang panik dan akan langsung mengamuk ketika tau bahwa dirinya tak ada dirumah bahkan telah dinikahkan tanpa memberitahukanya terlebih dahulu, hal itu langsung tergambar jelas difikiran asya
"Mas bakal nyariin adek kan mas?" Tanyanya lagi
"Iya pasti mas adam bakal dateng dan meluk adek" ucapnya meyakinkan diri sendiri
"Mas adam kan kemarin pergi ke Amerika sekalian jenguk nathan pasti kalo pulang bawa banyak oleh-oleh" ucapnya lagi dengan senyum yang tampak mengembang lebar
"Mas. Adek dulu selalu bilang kan kalo adek pengen nikah sekali seumur hidup dan bakalan bertahan dari segala cobaan. adek juga bilang akan hidup seperti putri" asya menghembuskan nafas dengan kasar.
"Tapi sekarang ini adek pengen mas adam dateng dan bawa pergi kabur aja" ucapnya dingin dengan wajah kesal
"Adek tuh gak mau nikah dengan cara kayak begini apalagi sama dia mas" saat ini air matanya telah kembali mengalir
"Nyiksa batin mas..... hiks... aku tuh takut sama dia mas....hiks..... dia tuh nyeremin banget" adunya dengan sesenggukan
"Serius mas. Adek bakal kabur"
"Adek janji gak bakalan ngerepotin lagi, adek bakal kabur yang jauh"
Malam itu menjadi saksi betapa rapuhnya asya zara sulthan dengan segala curhatan dan kerinduannya pada Adam sang kakak tersayang hingga ia berfikiran nekat.
Asya benar-benar merasa frustasi dengan pernikahan yang dijalaninya, memangnya siapa sih perempuan yang dengan senang hati dan suka rela mau menikah serta menjadi seorang istri dari pria yang hampir membunuhnya. apalagi jika tau bahwa pria itu adalah penjahat sekaligus bos mafia
__ADS_1
mungkin tidak akan ada yang mau, tentunya semua perempuan menginginkan kehidupan rumah tangga yang bahagia, baik dengan kehidupan yang serba kecukupan ataupun sederhana. tidak seorangpun mau rumah tangganya penuh dengan tekanan dan ancaman yang mengiringinya