Setan Posesif

Setan Posesif
Nathan


__ADS_3

Setelah pembicaraan serius antara adam dan dirga semuanya tampak baik-baik saja kecuali tampang adam yang masih menatap dirga dengan tajam apabila melihatnya.


Siangnya asya dan dirga pergi kebandara untuk menjemput Nathan sesuai perintah adam, hal ini dikatakannya sebagai salah satu cara untuk memberitahu tentang dirinya secara langsung pada nathan, Supaya rasa dikhianati yang dirasakan adam tidak dirasakan juga oleh nathan.


Baik asya maupun dirga sama-sama terdiam, tidak ada dari mereka yang memulai pembicaraan. Benar-benar hening hingga suara musik yang biasa diputar dalam mobilpun tidak terdengar sama sekali, setelah beberapa saat akhirnya mereka tiba dibandara dan langsung mencari keberadaan nathan.


Mereka mendengarkan suara pihak penerbangan melalui pengeras yang mengatakan bahwa pesawat akan mendarat beberapa saat lagi


"Apa menurutmu nathan akan menerimaku? Atau dia akan marah seperti mas adam?" Tanya dirga dengan pandangan lurus kedepan


Asya yang mendengarnya hanya tersenyum, ternyata suaminya itu diam-diam sedang gugup dan khawatir. Entah mengapa hal itu membuatnya cukup tersentuh, bukankah hal itu membuktikan bahwa Dirga masih memiliki sisi manusiawi yang mampu merasakan sisi emosional.


"Tenanglah, nathan adalah anak manis dan lebih terbuka" digenggamnya tangan dirga dengan senyuman yang tak hilang dari wajahnya


Dirga terpaku menatap senyum itu, ia terpesona hingga rasanya tenggelam dalam keindahannya. Sejenak lupa pada dirinya sehingga ikut terhanyut oleh rasa hangat yang menjalari jiwanya hingga enggan beranjak dari sana.


"Dan biasanya dia tidak perduli dengan apa yang aku lakukan, selama uang sakunya tetap aman" sahut asya dengan terkekeh ringan


"Andaikan saja ini bukan tempat umum" ucap dirga misterius


"Hah? Memangnya kenapa?" Tanya asya dengan bingung


"Aku ingin menciummu sekarang" ungkapnya tanpa dosa


"Haiisshh orang ini, rasanya ingin sekali kutonjok" cemooh asya dengan tatapan sinisnya


Dirga hanya tergelak dan mencubit pipi istrinya itu dengan gemas


"Nathan, itu nathan mas" asya berteriak memanggil adiknya itu dan menunjukkannya pada sang suami


Dirga ikut melambai-lambaikan tangan seperti yang asya lakukan, ia bisa melihat nathan mengernyit ketika berjalan kearah mereka. Ketika sudah dekat asya langsung memeluk adiknya itu, nathan sedikit merunduk dan membalas pelukan kakaknya


"Kenapa Mbak zaraku ini semakin mirip kacang ijo?" Tanya nathan tanpa rasa bersalah


"Kau ingin kubunuh!" Ucap asya diiringi tatapan tajamnya


Sedangkan nathan dan dirga hanya tertawa keras, itu adalah hinaan secara tidak langsung untuk mengatakan bahwa asya pendek


Asya hanya mengacuhkan mereka dan berjalan, sedangkan kedua pria itu hanya berjalan santai mengikutinya dari belakang dengan tawa yang belum juga pudar


***


Mereka sekarang tengah berada disalah satu restoran untuk makan siang bersama, sepertinya apa yang dikatakan asya tentang adiknya itu memang benar. Buktinya nathan bersikap biasa saja dengan keberadaan dirga bahkan dia beberapa kali ikut bercanda dengan dirga, padahal mereka belum saling mengenal.


"Jadi Nathan, aku ingin memberitahumu sesuatu" ucap asya serius


Nathan menoleh pada kakaknya itu sebentar sebelum akhirnya kembali fokus pada makanan penutup yang dihidangkan dihadapannya


"Katakan saja" ucapnya santai


"Jadi begini, pria disampingmu ini adalah dirgantara" ucap asya memulai


"Iya, lalu" nathan mengangguk dan menoleh pada dirga


"Dia adalah suamiku, itu berarti dia kakak iparmu" sambung asya

__ADS_1


"Apa! Tunggu, memang ada ya yang mau sama mbakku ini" tanya nathan heboh. Dirga yang melihat itu hanya tersenyum aneh berusaha menahan tawanya


"Aku serius nathan!" Bentak asya padanya


"Aku juga serius mbak" teriak nathan tak mau kalah


"Kami menikah tiga bulan yang lalu dan akan melaksanakan resepsinya besok" asya mengatakannya tanpa memperdulikan sikap konyol adiknya itu


"Bentar, kalian menikah tiga bulan yang lalu dan tidak memberitahuku" ucap nathan tampak mulai serius dengan raut marahnya


"Kami menikah secara mendadak, jadi tidak sempat memberitahumu"


"Bahkan mbak sempat menghubungiku, lalu kenapa tidak bilang" tuding nathan dengan marah


"Aku tidak mau membuatmu panik, makanya aku menyuruhmu pulang untuk memberitahumu hal ini" ucap asya dengan tenang


"Kenapa kalian harus menikah secara rahasia seperti itu" tanya nathan tajam menelisik


"Waktu itu aku dikejar oleh pembunuh dan ditolong oleh masmu.."


"Lalu kami sembunyi semalaman, dipagi harinya ketika kami hendak pergi kami digrebek warga karena dikira berzina" sambung dirga memotong cerita asya


Ia tak mau istrinya itu berbohong untuk menutupi aibnya, jadi cukup ia saja yang melakukan kebohongan itu.


Nathan tidak menanggapi mereka, ia tampak berfikir


"Tapi kalian hanya bersembunyi dan tidak melakukan apa-apa kan!" Tanya nathan meyakinkan


"Tentu saja tidak" sahut asya tenang, ia bahkan menyeruput kopinya dengan perlahan


"Pantas saja" kata nathan menggantung hingga mengundang rasa penasaran asya dan dirga


"Pantas saja mas dirga yang setampan ini mau sama Mbak zara yang bar-bar" lanjutnya enteng tanpa dosa


"Hei! Kau" geram asya yang hampir saja menerjang adiknya itu jika tidak ditahan dirga. Sedangkan nathan malah tergelak senang merasa berhasil mengganggu kakaknya itu


"Ngomong-ngomong, apa mas adam sudah tau juga? Kudengar ia sudah lebih dulu sampai" tanya nathan setelah mampu menghentikan tawanya


"Mas adam sudah tau, bahkan ia sudah memberiku hadiah" ungkap dirga dengan menunjukkan luka lebam diwajahnya


"Oh, bukannya itu ulah mbak zara ya?" Tanyanya tanpa rasa bersalah


"Bukan, ini hadiah dari mas adam" sahut dirga dengan yakin, sementara asya menatap adiknya itu dengan mendelik geram


"Kufikir dari mbak zara, dia itukan ganas seperti Singa amazon" ucapnya manggut-manggut


"Tidak, dia itu manis kok" bela dirga


"Jangan tertipu oleh tampangnya mas, mbakku itu terlihat cantik dan imut diluar tetapi sangar didalam" nathan mulai membeberkan tentang kakaknya


"Oh ya!" Dirga mulai terpancing


"Serius gak bohong! Bahkan dulu mbak zara pernah ikut...."


"Stop! Atau akan kupotong uang sakumu" ancam asya setelah memotong ucapan adiknya itu sebelum ia akan membeberkan segalanya

__ADS_1


"Baiklah, pokoknya jangan pernah mengusik uang sakuku" jawab nathan dengan memutar matanya malas


"Ada apa sebenarnya" tanya dirga yang penasaran


"Tidak ada" sahut asya cepat


"Mas tanya saja pada perempuan jadi-jadian ini" nathan menatap sinis asya dengan ekor matanya


"Nathan" tegur asya


"Uang sakuku tetap aman kan!" Tanya nathan dengan santai


"Tenang saja soal itu" sahut asya dengan mengacungkan jempolnya, nathan yang melihatnya hanya mengangguk dan kembali melanjutkan makannya yang tertunda


Nathan memang tidak lagi diberi uang saku oleh ahmad setelah keputusan tentang pemberian saham padanya, ahmad lebih menikmati masa tuanya dengan pensiun. Sedangkan urusan perusahaan ia serahkan pada asya dan adam, tetapi karena adam lebih memilih mengurus perusahaan peninggalan ayahnya akhirnya ia melepaskannya pada asya, itulah sebabnya Ceo Mandala adalah asya. Sebab nathan belum mampu mengolahnya sendiri, jadi selama asya juga memegang saham nathan maka uang saku milik adiknya itupun menjadi urusannya.


Asya juga memanjakan nathan meski cara menyayanginya berbeda dengan seorang kakak perempuan pada umumnya, asya keras dan tegas kepada nathan karena ia mebaranggapan bahwa nathan harus menjadi pria tangguh guna memimpin perusahaan, ia juga memenuhi semua kebutuhan nathan tanpa terkecuali. Sehingga nathan juga menyayanginya meskipun ia juga sering menjahili kakaknya itu


****


Waktu sudah menunjukkan 02 dini hari ketika sebuah panggilan masuk mengusik tidur dua anak manusia yang sedang terlelap dialam mimpi


Ia segera beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi setelah menyelesaikan panggilannya, tak sampai sepuluh menit ia telah keluar dari kamar mandi dan bergegas memakai pakaiannya. Pergerakan lembut yang membantunya bersiap dan memasang rompi khusus membuatnya tersenyum, ia mengusap lembut tangan mungil itu sampai sang pemilik selesai memakaikan jas khusus untuknya


"Bisakah malam ini tidak usah pergi" ucapnya dengan perlahan memeluk pria dihadapannya


"Kau tau apa jawabannya sayang"


"Sekali ini saja" pintanya


"Ada banyak nyawa yang bergantung padaku, bagaimana mungkin aku bisa mengabaikannya" jelasnya mencoba membuatnya mengerti, sedangkan yang diajak bicara hanya terdiam tak menyahut


"Tidurlah kembali dan Do'akan aku supaya segera pulang dengan selamat" ucapnya dengan mengecup singkat puncak kepala istrinya


"Tapi resepsi pernikahan kita besok" rengeknya


"Aku berjanji untuk pulang tepat waktu" bujuknya. Istrinya itu tak menjawab, ia hanya mendongak dan menatapnya


"Berjanjilah untuk kembali" pintanya lagi


"Aku janji" ucapnya dengan yakin


Perlahan suaminya itu merunduk dan menciumnya sebelum akhirnya segera beranjak pergi hingga bayangannya pun tak lagi terlihat


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak😊 karena respon anda semangat saya

__ADS_1


__ADS_2