Setan Posesif

Setan Posesif
Sahabat


__ADS_3

"Sahabat adalah orang pertama yang akan menertawakanmu ketika terjatuh, namun ia jugalah orang pertama yang akan memelukmu ketika hatimu pilu"


~Alfiyah Sulthan*~



Udara masih dingin dan cahaya mentari masih enggan menampakkan diri, bahkan ia memilih bersembunyi dibalik awan yang masih tampak menyelubungi bumi.


Berbeda dengan atmosfir didalam sebuah cafe yang tampak ramai dan hangat oleh perbincangan para wanita cantik yang tengah melepas rindu setelah sekian lama tak bertemu karena terhalang oleh kesibukan masing-masing.


Mereka adalah ASYA ZARA SULTHAN yang saat ini menjadi ceo diperusahaan Mandala karena saham miliknya dan nathan yang harus dikelolanya selama sang adik belum mampu mengelola sendiri, lalu ada KATHRINA ANWAR sang pemilik kafe tempat berkumpul mereka saat ini, SHERLINA RAHMAN sang dosen muda disalah satu universitas islam dikota tersebut, disampingnya duduk ada NAVILA SAHILA yang merupakan dokter muda padat jadwal, dan EMILY ADERSEN sang ibu rumah tangga yang baik.


Mereka berlima memang telah menyandang status nyonya atau bisa disebut telah menikah, dan dari mereka berlima asya lah yang paling terakhir menikah. Itupun karena suatu masalah, begitulah yang mereka dengar dari orangtua asya sehingga mereka penasaran tak percaya dan akhirnya membuat janji bertemu dipagi hari secara mendadak


Kathrina adalah istri dari Abimanyu, pengusaha muda rekan bisnis Asya. Sedangkan Sherlina adalah istri dari Nuril huda, seorang pengusaha yang kebetulan rekan bisnis dirga. Lain lagi dengan Dokter muda cantik Navila, suaminya adalah seorang penerus Skolah SMA IT modern yang cukup terkenal bernama Hafidz ali akbar. Dan Emily yang memiliki suami pilot bernama Bryan williams


"Ukhtyy....." asya tak melanjutkan ucapannya dan malah menatap keempat sahabatnya dengan mata berkaca-kaca


Sedangkan mereka memperhatikan asya dengan serius dan menunggu ucapan selanjutnya yang ternyata......


"Aku sudah tidak perawan lagi huuhuuhuuuu......"


......mampu membuat yang mendengarnya cengo sekaligus kesal


Pletakkkk..... navila menjitak kepala asya yang membuatnya geram


"Kau ini sudah menikah bodoh! Akan aneh bila kau masih tetap perawan" ucapnya kasar karena kesal


"Ishhh sakit tau" asya mengusap kepalanya yang terasa sakit.


" denger ya vil. aku tuh gk mau nikah aku maunya tetep jadi anak perawan!"


"dosa loh sya, kamu mau nyalahin kodrat" tuding navila kepada asya


"tapi aku gak mau. hidupku jadi ribet semenjak punya suami"


"Nikmatin aja, semua akan indah pada waktunya" ucap emily dengan lembut mengusap-usap punggung asya


"Nikmatin apanya cobak! udahlah nikahnya mendadak sama dia pulak" asya berujar dengan keras


"Mungkin ini sudah takdir hidupmu sya, kalo nggk gini kan kamu juga nggak cepet nikah" sherlina menimpali


"tapi ini tuh kecelakaan, karena nggak sengaja. emang sepet banget ya hidup aku. ada aja masalahnya" keluh asya


"sukurin! dasar ****, yang suruh kamu ngelawan om ahmad sampe gak mau dianterin supir sama penjaga siapa ha?


kalo akhirnya kamu dikejar pembunuh dan berakhir jadi istri orang itu ya salahmu dong" navila mengatakannya dengan nada ketus yang menusuk, karena mengingat mungkin orangtua asya yang saat itu khawatir luar biasa


"Dan ucapan kasarmu itu akan kulaporkan pada om ALI" lanjutnya dengan nada mengancam

__ADS_1


Navila dan Hafidz memang terpaut usia yang cukup jauh sekitar 10 tahun, kebetulan asya cukup dekat dengan keluarga hafidz yang masih kerabat dengan adam. Hal itu membuat asya memanggilnya Om Ali karena menurut asya ia harus membuat perbedaan dengan orang lain yang lebih kepada memanggilnya hafidz


"Kau itu sudah besar sya, tapi masih saja tukang mengadu" nada mencemooh terdengar jelas dari ucapan navila


"Kau itu seorang ibu dari dua putra kembar vil, tapi tetap saja menyebalkan" asya menatap navila sinis


"memangnya kenapa? kusumpahin supaya kau juga memiliki anak kembar! supaya kau tau seperti apa rasanya menjadi aku" navila menyumpahi sahabat yang selalu berdebat dengannya itu


"Cukup!! Hentikan perdebatan tak berfaedah kalian" bentak katrina melerai


"Sudah, sudah. Lebih baik kau ceritakan saja tentang suamimu itu" emily langsung bertanya kepada asya karena sudah sangat penasaran, apalagi orang seterkenal dirgalah yang menjadi suaminya


"Dia pria galak, aneh, menyebalkan dan..." asya menjeda ucapannya sesaat "yang paling penting dia itu mengerikan" ucapnya yakin tanpa keraguan


"Pria setampan dan sekeren dirga kau bilang menyeramkan sya?,,, kurasa otakmu telah bergeser" sahut kathrina tak percaya


"Asya kan sudah dari dulu otaknya gak beres ...hahahaha......" emily terbahak-bahak karena berhasil mengejek sahabat yang selalu tampak cerdas dimatanya itu


"Ckk.. kalian tak kan percaya bila tau sifat aslinya" jawab asya dengan malas


"Tapi kau suka bukan hemm?" Kathrina berucap dengan kejahilan yang kentara dan alis naik turun


"Aku yakin bahwa malam pertamamu pasti luar biasa" kata emily menambahi


"Tentu saja, bukankah dirgantara itu punya tubuh atletis menggoda yang tentunya juga memiliki stamina lebih" navila menimpali ucapan kathrina dan emily yang menarik minatnya untuk ikut berkomentar


"iya benar, asya itukan selalu senang melihat pria bertubuh atletis" sambung kathrina


"asal kalian tau ya, pagi ini aku bisa menemui kalian itu karena aku berhasil kabur sebelum dia terbangun dari tidurnya. Bahkan aku sampai menyelinap mobil pelayan yang hendak pergi belanja dan berkata pada pelayan hendak kekantor. jika sampai dirga sudah terjaga maka aku tidak akan bisa pergi, atau jika tetap keras kepala maka aku akan mati dengan mengenaskan" ungkap asya dengan menggebu-gebu


"Cukuppp!!! Hentikan. Apakah kalian tak takut dosa?" Teriakan sherlina ternyata mampu membungkam mulut kathrina, emily dan navila yang telah siap berkicau kembali itu


"Haaahhh???" Kathrina menatap sherlina kebingungan


"Jika kalian membahas suami asya itu bukan tak mungkin kalian akan terpancing dan mengungkapkan masalah pribadi...." sherlina menggantungkan ucapannya


"lalu kita akan mulai membahas kekurangannya yang berarti sama dengan mengungkapkan Aib suami, bukan tak mungkin nanti kalian juga akan ikut menyebutkan kekurangan suami kalian" jelas asya yang langsung tanggap pada ucapan sherlina, ia tersenyum miring memandang teman-temannya itu


"Astagfirullah hal'adziiimmm" ucap navila, emily dan kathrina secara bersamaan


"Sya sekarang kan sudah jam 8 lebih apa kau tidak pergi kekantor?" Tanya sherlina


"Benar. Kau kan biasanya sibuk" ungkap kathrina menambahi, sedangkan emily dan navila hanya menatap asya dan kedua sahabatnya lalu mengangguk


"Aku sudah tanya pada rani dan dia bilang aku hanya punya jadwal rapat nanti jam sepuluh dan menandatangani beberapa berkas" asya mengedikkan bahunya tampak acuh ketika mengatakannya


(rani adalah sekretaris sekaligus asisten pribadi asya)


"Aku tak pernah melihat orang yang akan rapat tapi Santai seperti dia" tunjuk sherlina kepada asya

__ADS_1


"Dia kan dari dulu punya kemampuan memahami materi rapat dalam beberapa kali baca dengan seksama dalam waktu yang sesingkat-singkatnya" kathrina berkata dengan nada yang mirip seperti sedang membacakan teks proklamasi


"Apakah kalian lupa dengan kemampuan istimewanya itu" tambah kathrina lagi


Sedangkan asya hanya menampilkan cengiran khas yang menampilkan gigi gingsulnya, kemudian memilih menyeruput secangkir kopi panas pesanannya yang telah berubah menjadi hangat.


"Kau masih suka minum kopi sya?" Tanya navila, sedangkan yang ditanya hanya mengangguk


"berapa kali kubilang, kopi tidak baik untukmu" nasihat navila kepada asya


"Diakan sudah kecanduan, dia bisa mengalami setres berat seperti orang gila jika tak meminumnya" ungkap sherlina yang membuat navila menghembuskan nafas dengan kasar



Pukul 07:00 pagi


Ditempat lain;


Dirga bergegas bangkit dari kasurnya ketika menyadari asya tak lagi berada disampingnya, ia mencarinya ke kamar mandi dan ruang ganti namun tak bisa menemukannya. Dirga segera menuju dapur dan masih tak bisa menemukannya, fikiran buruknya mulai berkembang kemana-mana hingga akhirnya luna menghampirinya


"Dimana nyonya?"


"Nyonya sudah kekantor sejak 10menit yang lalu tuan" ucap luna dengan sopan


"Kekantor? sepagi ini?"


"Nyonya bilang ada janji bertemu dengan temannya terlebih dahulu tuan"


"Teman?"


"Benar tuan"


"Teman yang mana, dan siapa mereka?" Tanya dirga dengan sebelah alisnya yang terangkat


"Saya tidak mengetahui hal itu tuan, tapi anda bisa bertanya pada nyonya sendiri ataupun anne tuan" luna kembali berkata dengan sopan


"Anne pergi bersamanya?"


"Benar tuan"


"Baiklah jika begitu, aku akan bertanya pada anne nanti" ucap dirga datar


Ia segera berbalik dan pergi untuk membersihkan diri, karena ia juga harus bersiap dan pergi kekantor


Setelah kejadian dirga yang mengamuk meluapkan amarahnya pada asya dan akhirnya berakhir dengan adegan ranjang yang panas meski diwarnai dengan perlawanan asya yang sudah pasti dipatahkan dirga dengan mudahnya, wajar apabila asya masih memilih menghindarinya


(Mungkin hal terbaik untuk saat ini adalah membiarkannya melakukan apa yang diinginkannya, selama anne bersamanya dia tidak akan mungkin bisa kabur dariku).


Dirga menyeringai memikirkannya

__ADS_1



__ADS_2