Setan Posesif

Setan Posesif
Klient


__ADS_3

Jarum jam masih menunjukkan pukul 06:11 ketika asya sudah tampak sibuk kesana-kemari mencari berkas yang telah membuatnya lembur semalaman, dirga yang menyaksikan itu hanya terdiam sambil duduk disofa kamar mengamati gerakan istrinya yang tampak sibuk


Penampilan asya cukup rapi hari ini, ia menggunakan rok span hitam sepanjang mata kaki dengan turtle nick berwarna hijau tua dan blazer hitam panjang yang menutupi tubuhnya.


Jangan tanyakan apakah ia tidak akan gerah, karena kondisi saat ini sedang musim hujan


"Zara?"


"Hm" gumam asya menanggapi panggilan dirga


"Apa kau tidak bisa tenang sedikit?" Tanya dirga yang mulai merasa pusing melihat tingkah istrinya itu


"Aku harus menyiapkan semuanya dan memastikan tidak ada yang tertinggal" sahutnya cepat


"Apa klien yang akan kau temui sangat penting?... kau bahkan berpenampilan cukup formal untuk hari ini" ucap dirga disertai tatapan mengamatinya


"Tentu saja, klien ku ini dari luar negeri jadi aku harus memberikan kesan baik"


"Aku tidak suka belahan rok mu" ketus dirga menatap sengit rok yang digunakan asya


Rok yang digukan asya memang memiliki belahan rok yang cukup tinggi disisi kirinya, belahan rok tersebut hampir mencapai lututnya


"Jangan berlebihan seperti itu, aku memakai kaos kaki yang cukup tinggi sehingga tidak akan menampakkan sedikitpun kulitku" sanggahnya dengan sabar


Memang benar. Kaos kaki yang digunakan asya cukup tinggi yakni mencapai setengah pahanya dengan warna hijau tua senada dengan bajunya jadi kulitnya tidak akan tampak meskipun belahan rok tersebut terbuka, tapi namanya juga dirgantara yang tingkat keposesifannya diatas rata-rata jadi hal seperti itupun akan jadi masalah untuknya


"Berapa orang klien yang akan kau temui hari ini?"


"Sekitar 4 orang"


"Siapa saja mereka? Apakah lelaki semua?" Tanya dirga dengan memicingkan mata


"Mr.thomas, Mrs. Cloe, yamanaka san, dan Mr.Sebastian" jawab asya sembari berdiri dedekat suaminya itu, setelah ia selesai menyusun berkas-berkasnya


"Emm yamanaka san ya?" Dirga tampak berfikir ketika mendengar nama yang menurutnya tidak asing itu


"Apa mas mengenalnya?" Tanya asya penasaran


"Aaa. Aku juga punya janji dengannya nanti siang" jawab dirga ketika berhasil mengingatnya


"Ooh. Kenapa tidak sekalian saja, kurasa itu lebih menghemat waktu" sahut asya memberi saran

__ADS_1


"Kau benar, aku akan menghubungi juan supaya mengatur jadwalku" sambungnya cepat disertai jari yang dengan cepat bergerak diatas layar ponselnya


***



***


Tepat pukul 08:51 pagi asya dan dirgantara telah tiba direstoran tempat yang menjadi titik pertemuan bisnis dengan klientnya, mereka sudah tampak berkumpul dan bercengkrama ringan membicarakan cuaca yang dianggap cukup cerah untuk musim penghujan seperti saat ini.


Asya dan mrs cloe tampak cukup akrab padahal mereka baru saja bertemu, mrs cloe merasa nyaman terhadap keramahan asya dan juga dirgantara meskipun ia sebenarnya merasa kurang nyaman dengan tampang dingin dirga, meskipun begitu sikap dan tindakan dirga yang begitu sopan mampu menarik perhatian dan keyakinan mereka untuk berbisnis dengannya.


"Ma'af sebelumnya yamanaka san, apakah mr sbastian masih lama?" Tanya dirgantara disertai gerakan melirik jam tangan yang melingkar ditangannya


"Seharusnya tidak karena sebelumnya mr sebastian berkata bahwa ia sudah hampir sampai" yamanaka san juga melakukan refleks yang sama dengan dirga yaitu melirik jam tangannya


"Sebenarnya kami masih ada janji lain mr and mrs skalian, saya harap mr sebastian dapat segera hadir agar kita dapat memulai pembahasan tentang kerja sama ini" ucap asya tanpa mengurangi sikap sopannya


"Semoga saja mr sebastian dapat segera hadir, biasanya dia tidak seperti ini"


yamanaka san menghela nafas panjang berusaha menguapkan rasa yang menyumbat dadanya, jujur ia sangat kecewa karena rekannya ini biasanya tepat waktu dan disiplin bukan seperti saat ini yang bahkan keterlambatannya hampir mencapai satu jam


"Mungkin saja mr sebastian terjebak macet" sahut mrs cloe berusaha memperbaiki suasana yang terasa jadi berkabut untuk saat ini


"Saya benar-benar meminta ma'af atas keterlambatan saya ini, saya sungguh sangat menyesal karena tidak berangkat lebih pagi agar terhindar dari kemacetan" jelasnya panjang lebar dengan raut penuh penyesalan dan rasa bersalah


"Baiklah karena kita sudah berkumpul disini semuanya, saya akan membagikan berkas kerjasama dari perusahaan kami, kebetulan saya bekerja sama dengan perusahaan nyonya asya sekaligus istri saya ini dalam beberapa kegiatan dan proyeknya. Saya harap mr dan mrs sekalian dapat mempelajarinya terlebih dahulu dan menyampaikan hal yang sekiranya tidak dapat dimengerti ataupun disetujui"


Setelah dirgantara menyelesaikan kalimatnya, dengan cepat juan memberikan berkas yang telah disiapkan asya dan dirinya kepada setiap orang yang ada disana


Jangan tanya mengapa juan ada disana karena dia adalah sekretaris sekaligus asistan pribadi dirgantara, dan soal sekretaris asya? Ia diperintahkan untuk mengurus beberapa hal dikantor. Lagipula keberadaan asya dan juan ditambah lagi dirgantara rasanya sudah cukup


dirgantara menyampaikan perihal seperti biasanya, kalimat yang menurut asya membosankan untuk didengar.


Menurut pendapat asya, suaminya itu akan berbicara panjang lebar jika menyangkut pekerjaan dan sedikit bicara jika membahas masalah diluar pekerjaan dan yang dibicarakan terkesan monoton menurutnya, bahkan dari tadi dirga hanya menanggapi obrolan dari rekan-rekan kerjanya ini dengan kalimat-kalimat singkat. Tapi anehnya mereka tetap nyambung dan merasa nyaman


"Ma'af sebelumnya tuan dirgantara, saya sedikit kurang setuju dengan harga ekspor anda yang cukup tinggi. Ini akan berpengaruh ketika berada dinegara kami" mr sebastianlah yang pertamakali mengungkapkan ketidak setujuannya pada proposal yang diberikan dirga


"Kami menentukan hal ini berdasarkan standar pengiriman mr sebastian, ini sudah termasuk pajak dari negara sekaligus sudah berdasarkan harga pasar" dirga menjawab dengan tersenyum tipis


"Tetapi kenapa dari perusahaan nyonya asya bisa sedikit lebih rendah? Bukankah dalam beberapa aspek seharusnya sama" sangkal mr sebastian lagi

__ADS_1


"Ma'af mr sebastian yang anda maksud dari komoditas yang mana? Berdasarkan data barang yang anda maksud maka seharusnya hal ini sama, akan tetapi jika yang anda maksud adalah barang ini tentu harganya berbeda dikarenakan negara inilah yang menyediakan jasa pengiriman terhadap perusahaan kami. Dan biaya pajaknya sudah ditanggung sepenuhnya oleh mereka, harga yang ditetapkan oleh perusahaan kami berdasarkan persetujuan pasar dan sesungguhnya sama tetapi dikarenakan hal ini makanya ada perselisihan.


Barang ini juga tidak diproduksi oleh perusahakan tuan dirgantara dan hanya diproduksi oleh perusahaan kami, bahkan mungkin jika mereka tidak melakukan hal ini harga barang tersebut akan lebih tinggi dari barang yang diproduksi perusahaan tuan dirgantara yang telah anda sebutkan tadi" ungkap asya dengan tegas dan lugas, ia menjelaskan dengan menunjuk nama barang serta beberapa daerah yang ia maksud dari proposal dalam genggamannya


"Baiklah, saya faham nyonya asya" sahut mr sebastian dengan senyumannya


"Bagaimana dengan mr and mrs sekalian, apakah ada keluhan lain yang ingin disampaikan?" Tanya dirgantara dengan sopan


"Emm, nyonya asya?" Tanya mrs cloe


"Iya mrs cloe, ada yang ingin disampaikan?" Tanya balik asya


"Bisakah saya ikut mendesain untuk produk yang ini? Saya sedikit ada masalah berdasarkan selera dari negara saya" ungkap mrs cloe dengan menunjukkan data barang yang ia maksud


"tentu saja mrs cloe, kami akan merasa senang apabila mrs cloe mau ikut memberikan pendapat dan sedikit membagikan pengetahuannya" ucap asya dengan senyum manis yang menular pada mrs cloe


"Baiklah jika begitu saya tidak ada keluhan lain dan menyetujui kerja sama ini" ucap mrs cloe dengan raut sumringahnya, wanita yang terkenal berkat kemampuannya dalam fashion sekaligus sebagai pebisnis wanita sukses itu tampak puas dan yakin


"Kami juga sudah merasa setuju" ucap mr thomas, sedangkan yang lainnya tampak mengangguk setuju


Mr thomas adalah pebisnis yang cukup terkenal berkat kejeniusannya, ia tidak banyak bicara melainkan lebih kepada mengamati dan sejauh ini hasil dari pengamatannya selalu tepat sasaran dan memberikan keuntungan untuk dirinya. Jadi stop menganggap orang pendiam itu terbelakang karena nyatanya disini orang pendiam dapat disegani berkat kemampuan berfikirnya yang luar biasa


"Baiklah, juan apa kau sudah menyiapkan datanya?" Tanya dirgantara memastikan


"Sudah tuan, saya sudah mengirimkan datanya dari email dan bisa langsung ditandatangani. Nanti siang berkas dari data ini sudah kami kirimkan kepada perusahaan masing-masing secara resmi" jelas juan dengan teliti


"Bagus" sahut dirga


"Mr and mrs sekalian, saya juga sudah mengirimkan data kerjasamanya melalui email. Saya juga sudah menambahkan beberapa tentang hal yang disampaikan mrs cloe tadi, untuk berkasnya akan kami kirimkan secara resmi siang nanti" ucap asya dengan tegas dan sopan, oh! jangan lupakan senyum manisnya


"Em nyonya asya?" Panggil mr sebastian dengan sedikit ragu, yang langsung ditoleh oleh sahabat dekat sekaligus rekan kerjanya yakni yamanaka san


"Iya mr sebastian, masih ada yang ingin disampaikan?"


"Apakah anda sudah tidak mengenali saya? Nyonya asya" tanya mr sebastian dengan penekanan diakhir kalimatnya



#Author ini sungguh ingin meminta ma'af kepada readers sekalian yang telah setia menunggu, dikarenakan adanya kesibukan author UTS yang banyak memakan waktu dan fikiran sehingga tidak sempat untuk menulis apalagi up cerita ini


author harap pengertiannya dan sekali lagi Ma'af telah membuat kalian menunggu dan kecewa

__ADS_1


Dan terimakasih atas like, komentar serta dukungan kalian yang masih setia dengan karya author yang sangat semrawut ini, tanpa kalian cerita dari author ini bukan apa-apa.


#respon anda semangat saya🙏👌


__ADS_2