
janganlah kamu mencela demam, karena ia menghilangkan dosa anak adam. sebagaimana alat pemanas besi mampu menghilangkan karat
(HR.BUKHARI)
***
"Dirgantaraaaaaa....." mike berteriak
"dimana orang itu?" lanjutnya
Seorang pelayan menghampirinya dan berkata
"Tuan sedang pergi kedubai tuan michael. Anda bisa menghubunginya apabila ada urusan" ucap pelayan tersebut dengan sopan
"Apa dia punya pesan untukku?"
"Tidak ada tuan"
"Tumben dia tidak berpesan apapun untukku" mike tampak berfikir
"aisshh yasudahlah. Aku lapar" mike langsung bergegas kedapur untuk meminta koki menyediakan makanan untuknya, ia bahkan tak mengindahkan pelayan yang memanggil-manggil namanya
klontaangggg.....Ia baru saja memasuki ruangan bernama dapur itu ketika melihat seorang wanita yang menjatuhkan sendoknya sehingga terdengar berdenting dengan tubuh yang langsung berdiri gemetaran
"Kau??..." ucapan mike terpotong ketika tiba-tiba wanita tersebut berlari menjauhinya dan langsung menaiki tangga menuju lantai dua. Mike hendak mengejarnya ketika Anne menghentikannya
"Maaf tuan michael. Anda sebaiknya tidak mendekati nyonya"
"Nyonya katamu?" Mike terkejut bukan main
"Melihat reaksi nyonya ketika melihat tuan michael, saya takut bila tuan akan marah jika tuan michael tetap memaksa menemui nyonya".
"Kami diperintahkan untuk menjaga dan melindungi nyonya selama tuan pergi, kami harus membuat nyonya nyaman"
Mike terdiam mematung, otaknya sedang mencerna informasi yang disampaikan Anne, (bagaimana bisa saksi mata itu ada disini dan dirga bahkan memberinya perlindungan, apa jangan-jangan...) mike langsung membuyarkan fikirannya itu
"Katakan padaku mengapa wanita itu bisa disini beb?" mike memang sudah biasa memanggil Anne dengan sebutan beb, bahkan ia seringkali secara terang-terangan menggoda anak buah dirga tersebut
"Tentu saja nyonya berada di sini, memangnya dimana seharusnya istri tuan dirgantara berada?" Anne malah tampak kebingungan mendengar pertanyaan mike
"Jangan bercanda dengan hal ini beb" mike tertawa dengan kecut memikirkan kemungkinan ia salah dengar
"Saya tidak akan berani bercanda pada masalah ini atau nyawa saya akan melayang tuan"
"Jadi yang dikatakan dirga kemarin itu sungguhan" mike kembali mengingat kejadian saat di bar dan menutup mulutnya dengan tangan tak percaya
"ia tak main-main"
"Apa ada hal yang terjadi tuan?" Anne bertanya pada mike dengan khawatir
"Aku melakukan kesalahan beb, lalu baru saja aku menakuti istrinya dirga" saat ini mike tampak panik.
"Baiklah! Aku akan pergi. Kau...kau katakan saja pada nyonya bahwa aku telah pergi" mike gelagapan, ia sangat panik saat ini
"Tuan michael..."
"Aku pergi sekarang" mike segera bergegas pergi lalu berbalik dan berkata "pergilah keatas dan tenangkan nyonya beb, atau masa depan kita akan hancur"
mike bahkan pergi dari kediaman maheswara dengan berlari membuat asistennya khawatir
Anne masih menatap kepergian mike dengan kebingungan, lalu segera bergegas ketika ia mengingat ucapan mike untuk segera menyusul nyonya nya kelantai atas
__ADS_1
***
Asya menutup pintu kamar dengan kasar, tubuhnya gemetaran tak terkendali. Ia sungguh ketakutan saat ini
Keringat dingin mengalir melewati pelipisnya ketika ia mengingat peristiwa pembunuhan yang disaksikannya di depan mata, peristiwa yang telah mengubah hidupnya. jantungnya seketika itu berdegup kencang seiring dengan ketakutan yang merayapi dirinya
"Ya Allah, mengapa dia disini?" Asya mulai menggigiti kuku-kuku jarinya karena gugup dan ketakutan
"apa dia akan membunuhku?, karena sekarang dirga tak ada?" Ucapnya dengan panik
"Tidak,tidak... aku harus tenang"
ia menggeleng-gelengkan kepala berusaha mengendalikan dirinya, dengan langkah sempoyongan ia berjalan kearah meja hendak mengambil air Namun belum genap tiga langkah ia berjalan tiba-tiba saja kepalanya terasa berat dan pusing, pandangannya menjadi berkunang-kunang tak lama kemudian semua benjadi gelap
Sesaat asya masih bisa merasa bahwa tubuhnya baru saja membentur sesuatu, ia bahkan masih bisa mendengar suara anne yang memanggilnya berulang-ulang sebelum akhirnya kegelapan merenggut kesadarannya
"Astaga! Bagaimana ini? Luna apakah nyonya belum sadar?" Sedangkan yang ditanya hanya menjawab dengan gelengan dan wajah pucat karena panik
Anne menemukan asya tergeletak tak sadarkan diri di kamarnya, ia segera memanggil pelayan untuk membantunya memindahkan tubuh nyonya nya tersebut keatas ranjang dan berusaha mengembalikan kesadarannya namun sampai saat ini tak ada hasilnya
"Arrggghhhh.. bagaimana ini?" Anne berteriak frustasi
"nyawa kita bisa melayang dengan mengenaskan Lun"
"Anne! Segeralah hubungi dokter SAMUEL" luna berucap dengan suara yang tak kalah panik
"Benar, mengapa aku tak segera menghubunginya sejak tadi"
Sekitar 10menit akhirnya dokter samuel datang dengan berlari dan nafas yang tersendat-sendat ketika membuka kamar tersebut
"Tuan sam! Tolong segera selamatkan nyonya atau nyawa kita bisa melayang"
"An..... tolong katakan... apa yang sebenarnya terjadihhh...??" Samuel masih mengatur nafasnya
Saat ini samuel tengah memeriksa asya dengan teliti
"An. Siapa dia ini? Kenapa kalian begitu mengkhawatirkannya?"
"Dia adalah nyonya. tuan sam" jawab anne dengan cepat
"Iya!! Nyonya siapa?" Samuel sedikit geram dengan penjelasan anne yang terdengar ambigu
"Tuan sam. Nyonya adalah istri tuan Dirgantara"
"Apaaa??" Samuel terpekik tak percaya
"kau serius an?"
"Tentu saja tuan" tegas anne dengan penuh keyakinan
"Ya Allah, ya robbi, ya aziz, ya rohman, ya rokhim"
"An. Segera hubungi para perawatku dan katakan pada mereka untuk membawa perlengkapan rumah sakit kemari" samuel memberikan perintah dengan panik
"Kita akan berada dalam masalah besar jika ia tak mendapatkan perawatan terbaik" tiba-tiba saja tubuh sam bergidik luar biasa membayangkan dirga mengamuk padanya
Tak lama kemudian tampak orang-orang yang memasuki ruangan tersebut dengan tergesa, beberapa perawat ahli bahkan telah mulai memasangkan infus dan selang oksigen.
Drrrrtttt,drrrttt,drrrtttt
"Tuan samuel? Tuan dirgantara menghubungi saya" anne menatap sam dengan takut-takut, ia panik bukan main ketika ponselnya menampilkan nama Dirgalah yang tengah menghubunginya
__ADS_1
"Bagaimana saya akan menjelaskan ini padanya" cicit anne
"Berikan padaku"
"Hallo dir" sam langsung menjawab panggilan dari dirga begitu anne memberikan ponselnya
"Siapa ini?" Suara diseberang sana
"Ini aku. Samuel"
"Mengapa kau yang menjawab panggilanku? Lalu kemana anne? Apa ada masalah? Apa asya baik-baik saja? Ia dalam keadaan aman bukan?" Dirga langsung memberondongnya dengan pertanyaan beruntun
"Whaoo dude, tenanglah dan bertanya satu-satu dulu" sungguh saat ini sam dapat mendengar suara dirga yang mengintrogasinya
"Jawab saja!. Kau bukan orang idiot yang akan kesulitan menjawab pertanyaanku"
"Baiklah dengarkan ini baik-baik" sam menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sebelum kembali melanjutkan ucapannya
"Istrimu, dia mengalami syok dan tak sadarkan diri tapi kami telah melakukan yang terbaik dan saat ini kondisinya stabil"
"Apaaaa???" Sam menjauhkan ponsel dari telinganya karena dirga tiba-tiba saja berteriak
"Bagaimana bisa?... tunggu! Apa aku perlu kembali kesana sekarang?" Dari nada suaranya bisa dipastikan bahwa dirga saat ini tengah panik luar biasa
"Hey, hey, hey. Tenanglah!" Sam melirik anne yang tampak pucat ketakutan dan kembali berucap
"kami telah merawatnya kau tak perlu khawatir, aku akan memastikan keadaannya baik-baik saja"
"Dirga? Kau masih ada disana?" sam bertanya karena ia tak mendengar jawaban dari lawan bicaranya, ia khawatir bila sahabatnya itu telah berada dibandara dan akan kemari karena khawatir. Sungguh akan menjadi bencana bila ia muncul saat ini apalagi dengan emosi yang tak terkendali itu
"Baiklah...aku percaya padamu" terdengar suara helaan nafas dari seberang sana. Sam juga menghela nafas lega karena dugaannya salah dan dirga tak melakukan tindakan nekat untuk kembali saat ini juga
"Lalu mengapa asya bisa syok? Hal apa yang telah mengejutkannya?"
"Menurut pelayan dan pengawal pribadi istrimu, ia terkejut karena melihat michael" sam menjawab dengan hati-hati
"Mike???" Terdengar nada kebingungan dari seberang
"Ya ampun! Mengapa aku bisa lupa tentang mike" suara dirga terdengar terkejut dengan penuh rasa bersalah
"Sam! Tolong rawat asya dengan baik, lakukan apapun yang diperlukan dan jangan ragu dengan berapapun biayanya. Katakan kepadaku setiap perkembangannya...." dirga terdengar menjeda ucapannya
"dan katakan pada anne juga zack untuk menjauhkan mike dari istriku" dirga berucap dengan nada tegas dan memerintah
"Baiklah, dirga aku akan segera menutup teleponnya karena aku harus segera mengurus istrimu"
"Ya" dirga menjawab sam dengan singkat lalu mengakhiri sambungannya
"Dia benar-benar setan posesif yang mengerikan" ucap sam dengan bergidik.
"Istrinya hanya syok dan berakhir demam, tapi reaksinya seperti istrinya itu sedang sekarat"
"Tuan sam. Tolong jangan mengatakan hal-hal buruk! Jujur saja kami sudah ketakutan setengah mati karena nyonya belum sadarkan diri" ucap anne takut dan diikuti anggukan setuju oleh pelayan yang ada disana
"Aku mengerti mengapa kalian ketakutan, pria arogan yang selalu menutut kesempurnaan itu benar-benar mengerikan layaknya setan" sam menggeleng-gelengkan kepalanya
"Aku berharap ia bisa kembali seperti dirgantara yang kukenal dahulu, dan bukan setan yang telah buta mata dan hatinya"
Sam menatap asya yang tengah terbaring dihadapannya dengan pandangan yang sulit dijelaskan
"Kuharap kau bisa mengembalikan dirgantara yang dulu nyonya"
__ADS_1
TBC
jangan lupa klik like dan komen ya pembaca yang budiman😊 karena kritik dan saran kalian sangat dibutuhkan untuk membuat karya author semakin baik