Setan Posesif

Setan Posesif
syarat


__ADS_3

Bagaikan disambar petir pada siang hari yang terik Asya masih dengan pandangannya yang terkejut tak percaya dengan pria dihadapannya itu. Siapa yang tak tahu nama Dirgantara fatir maheswara. seorang pengusaha muda yang sukses bahkan kekuasaannya telah merambah hingga keluar negeri, kesempurnaan fisiknya yang selalu menjadi perbincangan publik.


Pria yang berkulit putih dengan mata berwarna coklat, hidung mancung, garis wajahnya yang kokoh mempesona, bibir tipis yang menggoda, mata tajam dan alis yang cukup tebal dengan satu garis lurus. Oh jangan lupakan tubuh tinggi dan atletisnya yang akan membuat kaum hawa berteriak-teriak ketika melihatnya.


sesempurna itu ia sebagai manusia bahkan mungkin ketampanannya tidak manusiawi apabila lengkap dengan tatapan tajam dan senyuman tipisnya yang mempesona, tetapi tetap saja didunia ini tak ada yang sempurna kecuali ALLAH SWT, buktinya pria mengagumkan yang selama ini asya dengar dari berita, yang namanya begitu disanjung-sanjung dunia tengah menodongkan pistol yang setiap saat siap menyerakkan isi kepalanya dengan satu kali tarikan pelatuknya.


dengan segala keberanian dan harapan yang masih tersisa asya nekat berusaha meminta belas kasihan pada pria yang menatapnya lapar lengkap dengan sorot mata haus darah yang nyata terasa.


"Tuan. Kumohon lepaskan aku. Keluargaku saat ini pasti khawatir" asya memohon dengan air mata yang terus mengalir, tak mampu ia berdung meski hanya sesaat


"Enak saja melepaskanmu. Aku bisa celaka tau" ucap dirga dengan sarkast


Asya tak mampu menjawab ia hanya terus terisak ketakutan. Entah dosa apa yang telah ia lakukan hingga saat ini berada dalam kondisi terancam, kutukan macam apa yang diterimanya hingga harus berhadapan dengan monster mengerikan


"Kau mengetahui rahasia besarku sayang" dirga kembali berkata dgn dingin dan mencemooh


Sebenarnya dirga tak mengerti yang terjadi dengan dirinya, gadis yang tampak tak berdaya dihadapannya saat ini telah menggetarkan sesuatu dalam dirinya yang selama ini tak pernah tersentuh oleh wanita manapun. Jadi bagaimana mungkin wanita yang tampak mungil dan kacau dengan kaki yang tanpa alas dan kulit sawo matang khas suku jawa ini mampu menarik perhatiannya, ia yang biasanya akan langsung menghabisi siapapun musuh dan saksi mata dari kekejamannya. Tapi saat ini entah apa yang terjadi ia malah tampak berfikir dan menimbang-nimbang kira-kira keputusan apa yang bisa ia ambil, benar-benar seperti bukan dirinya dengan keraguan yang tampak jelas diwajahnya.

__ADS_1


setelah beberapa lama dirga berkelahi dengan fikirannya sendiri akhirnya ia mengambil keputusan


"Aku bisa melepaskanmu dengan syarat besok pagi kau harus menikah denganku, tanpa pemberontakan dan perlawanan. Kau harus meyakinkan kedua orang tuamu untuk menikahkan kita BE-SOK" dirga mengatakannya dengan penuh penekanan di kalimat terakhirnya


Wow dirgantara, kau barusaja berhasil membuat dirimu sendiri terkejut dengan keputusan anehmu itu yang seperti bom meledak, bukankah itu adalah keputusan yang terlalu beresiko


"Apa kau gila!" Asya berteriak tak percaya


"Terserah bila kau tak mau. Aku bisa melepaskan peluruku untuk memporak-porandakan isi kepalamu" dirga tersenyum miring sebelum melanjutkan ucapannya


"Atau kau ingin aku menghancurkan hidup orang tuamu?" Lanjutnya lagi dengan senyum kemenangan diwajahnya


"Tidak!! Kumohon jangan lakukan itu. Jangan lukai keluargaku mereka tak tau apapun" asya benar benar kalut saat ini


"Kumohon biarkan aku bebas. Kau bisa meminta berapapun uang yang kau inginkan tapi jangan sakiti keluargaku. Sungguh tuan aku mohon kepadamu" ucapnya lagi dengan air mata yang terus mengalir dan tangan mengatup didepan dada tanda memohon ia bahkan telah berlutut di lantai saat ini untuk meminta pengampunan pada pria yang tengah menyeringai iblis dihadapannya.


"Ckk. Aku tak butuh uangmu bahkan hartaku sudah berlebih" dirga tampak kesal dengan ucapan asya yang seakan berfikir ia orang mata duitan, gadis dihadapannya itu secara tidak langsung telah menentangnya dengan bantahan yang luar biasa memancing emosi seorang dirgantara

__ADS_1


"Kau hanya punya dua pilihan. Menikah denganku atau Mati bersama dengan kehancuran keluargamu" dirga berucap dengan dingin dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Asya telah berhasil menyenggol titik rentan hatinya, membuat harga diri dirgantara terluka sehingga ia tidak bisa berlama-lama ditempat itu atau asya akan ia bakar ditempat setelah ia mutilasi


Sepeninggal dirga, dengan langkah tertatih dan terhuyung asya berusaha membuka pintu tersebut namun tak berhasil. Ia mengelilingi tempat tersebut berusaha menemukan celah untuknya lari namun harapannya harus pupus dengan menyedihkan karena ruangan tersebut amat sangat tertutup bahkan fentilasi udara pun tak ada. Jendela disana terbuat dari kaca anti peluru sehingga tidak bisa dirusak oleh tenaga lemahnya. Ruangan tersebut juga kedap suara dan itu membuatnya menyerah dengan tubuh terduduk dilantai tepi ranjang ia benar-benar frustasi.


pikirannya kacau berantakan, ia tau benar bila orang semacam dirga tak akan main-main dalam ucapannya dan orang tipe ini juga tak senang ditolak. melihat dari cara dirga memandangnya tadi, Hal ini membuatnya bertambah frustasi untuk memberikan jawaban seperti apa untuk pria arogan yang sialnya lagi dengan senang hati akan menembakkan timah panas ke kepalanya bila tak senang dengan tindakannya.


ia benar-benar bingung ditambah lagi dengan ancaman diluar sana, ia tidak akan lupa dengan pria psikopat yang membuatnya harus berlari ketakutan hingga akhirnya menabrak dirga itu. Pria dilokasi pertokoan yang tertutup dan sedang melakukan pembunuhan, bilapun ia berhasil lari dari dirgantara belum tentu ia bisa lari dari pria psikopat itu.


Mungkin jika ia mati ditangan dirga ia hanya akan ditembak mati begitu saja, tapi bila sampai tertangkap pria psikopat itu maka bukan tak mungkin ia akan mati secara perlahan dengan rasa pedih yang menyakitkan. Bisa saja pria itu akan menyiksanya hingga hancur menjadi berkeping-keping sebelum akhirnya memilih mencabut nyawanya secara paksa.


Masih terbayang ketika pria psikopat itu menyiksa wanita yang menjadi korbannya dengan sadis, teringat jelas ketika korbannya itu berteriak-teriak kesakitan dengan mulut tersumpal, juga aliran darah segar yang sialnya bisa tercium dari posisi asya berdiri sebelumnya, bau amis mencekat yang membuat bulu kuduknya merinding, juga perutnya serasa diaduk-aduk.


TBC


jangan lupa klik like dan tinggalkan komen ya pembaca yang budiman😊 saya masih perlu kritik dan saran kalian supaya menjadi lebih baik dalam berkarya😊

__ADS_1


__ADS_2