Setan Posesif

Setan Posesif
NDESO


__ADS_3

Saat ini dirga telah berpakaian rapi dengan jas yang membuatnya tampak keren, asya hanya memandanginya saja tanpa ada niatan membuka suara. Jujur ia masih takut pada sosok yang kemarin malam menodongkan pistol kepadanya itu


"Aku akan turun untuk menemui tamu, kamu pergilah mandi" dirga berucap tanpa menoleh dengan tangan yang masih tampak sibuk memasang dasi, setelah itu ia bergegas keluar kamar


Asya segera kekamar mandi untuk membersihkan diri, sekitar 15 menit akhirnya asya keluar dari kamar mandi tersebut dengan masih mengenakan handuk. Ia berjalan kearah pintu geser disamping pintu kamar mandi yang ia ketahui sebagai ruang ganti


Sreeekkk... asya membuka pintu ruang ganti tersebut dan seketika itu pula ia terdiam dengan mata terbelalak dan mulut yang membulat


"Jadi ini alasan mengapa ia tak mengizinkanku membawa banyak pakaian!"


Ia terkejut bukan main, ruangan yang katanya ruang ganti ini luasnya sama dengan kamarnya belum lagi deretan pakaian yang tergantung rapi, lalu ada rak yang berisi berbagai jenis sepatu dan diujung ruangan juga terdapat meja rias yang tampak lumayan besar disampingnya ada koper hitam miliknya yang tadi ia bawa


Asya bergerak mendekati gantungan pakaian yang tampak berjajar rapi dihadapannya, disentuhkannya jari-jari mungilnya dengan hati-hati dan hal itu sukses membuatnya kembali terkejut.


"Semua pakaian ini masih baru" asya benar-benar tampak seperti gadis kampung yang baru masuk mall


Ia berjalan kearah rak sepatu dan melihat ada berbagai jenis sepatu disana bahkan semua sepatu wanita yang ia lihat memiliki ukuran yang sama dengan kakinya. Ia menutup mulutnya dengan tangan agar tak berteriak karena terkejut, ia kemudian mendekati lemari kecil yang berada tak jauh dari meja rias lalu mulai membuka setiap laci yang ada


"Astagfirullah hal'adzim. Aku benar-benar bisa terkena serangan jantung bila seperti ini" asya mengelus dada dan menggelengkan kepalanya


"Yang benar saja, bahkan seluruh pakaian dalam di lemari ini pun sesuai ukuran dan seleraku" tiba-tiba saja tubuhnya bergidik ngeri


"Seberapa banyak ia mencari tau tentangku, entah mengapa aku merasa terintimidasi olehnya"


Lalu ia bergerak perlahan kearah meja rias yang penuh dengan berbagai keperluan make up dan semuanya masih baru jangan lupakan segel yang masih berada pada setiap barang yang dilihatnya tadi. Kemudian ia membuka laci yang ada pada meja rias tersebut dan akhirnya kembali terkejut karena disetiap laci yang ada berisikan perhiasan yang juga tampak masih baru


"Kenapa kau belum ganti baju?"


Asya refleks membalikkan tubuhnya ketika mendengar suara yang tiba-tiba mengejutkannya


"Jika semua ini tak ada yang sesuai dengan seleramu katakan saja pada luna, ia kepala pelayan disini dan akan segera mencarikan apa yang kau inginkan" ucapnya datar


"Tidak. Aku... aku hanya terkejut" asya menjawab dengan tergagap karena gugup, bagaimanapun saat ini ia hanya mengenakan handuk yang mengekspos sebagian tubuhnya

__ADS_1


Dirga hanya mengangkat sebelah alisnya tak faham


"Me...menurutku kamu terlalu berlebihan dengan semua ini"


"Tidak ada yang berlebihan untuk seorang nyonya maheswara!. karena aku tak tau apa yang kau suka jadi aku menyuruh luna membelikan segala kebutuhanmu dan juga..." dirga menjeda sesaat ucapannya "supaya kau tak perlu berkeliaran diluar sana"


Dirga berjalan mendekat yang otomatis membuat asya bergerak mundur hingga terhenti karena menabrak meja rias


"Segeralah bersiap. Aku akan mengenalkanmu pada mereka" kemudian dirga berbalik dan berjalan meninggalkan asya yang masih mematung ditempatnya


"Entah mengapa aku jadi merasa seperti sangat NDESO karenanya, aku ini nona sulthan yang notabenenya orang kaya. Tapi jujur saja keluargaku selalu tampil sederhana tak seperti orang ini yang amat sangat berlebihan" asya berkata dengan menunjuk dirinya sendiri


"Ya Allah ampunilah aku. Jangan hukum aku seperti fir'aun karena berlebih-lebihan dengan hartanya" ia nengadahkan tangannya dan berdo'a. Ia harus merubah gaya hidup pria sinting ini fikirnya dalam hati


 ***


Saat ini asya tengah berada diruang tamu yang tampak cukup ramai dengan beberapa orang tamu, dirga baru saja mengenalkan orang-orang tersebut kepadanya. Tapi dari sebanyak penjelasan dirga ia hanya mampu menangkap dua hal


Yaitu: yang pertama! seorang pria bernama JUAN yang merupakan sahabat juga asisten pribadi suaminya itu. Dan yang kedua! Seorang perempuan cantik berdarah campuran rusia yang bernama ANNE ia akan menjadi pengawal pribadinya mulai hari ini.


"Aku tak apa" asya menampilkan senyumnya, dalam hati ia berkata (pergi saja kau, jika perlu tak usah kembali! Lihatlah saat ini tampangnya itu!. Sungguh tukang sandiwara)


"Dan ingat selama aku pergi kau tak boleh kemana-mana"


"Tapi bagaimana dengan perkerjaanku? bagaimana aku mengabaikan kantorku?" Asya tak terima dengan perintah dirga yang tentu akan merugikannya itu


"Urus saja semuanya dari rumah, nanti luna yang akan memberitahu letak ruang kerjamu" dirga menegaskan perintahnya sedangkan asya hanya mengangguhkan kepalanya dengan berat hati dan tak rela menerima keputusan dari suaminya itu, tapi ia tak berani melawan. Ia takut bila dirga akan membunuhnya jika terus membantah


"Selama aku tak ada jangan coba-coba membawa orang kemari atau menemui orang diluar, zack akan menjaga dan mengawasimu"


(Siapa itu ZACK?) Asya mengernyit tanda tak mengerti ia akhirnya ingat bahwa zack adalah orang yang tadi di dikenalkan oleh dirga sebagai kepala keamanan dirumahnya ini.


Tepat pukul 10:05 malam Dirga telah siap dan akan berangkat ke dubai

__ADS_1


"Aku akan berangkat, jaga dirimu dan jangan berulah"


"Satu lagi jika ada yang kau perlukan katakan saja pada Anne dan luna, ingat! Jangan coba-coba kabur dari sini dan berkeliaran" dirga memperingatkan asya yang saat ini hanya terdiam dan tampak kesal bukan main


"Kalian baik-baiklah disini dan jaga nyonya. Jangan pernah biarkan ia keluar dari rumah ini! Dan jangan terkecoh oleh taktiknya karena nyonya adalah orang yang sangat cerdas dan keras kepala" dirga memperingatkan pelayannya termasuk zack dan anne.


Mereka hanya menjawab "SIAP TUAN" dengan serentak


(Dia itu memujiku atau memperolokku, kenapa rasanya seperti sedang dihina) asya terus saja menggerutu dalam hati.


Dirga mengulurkan tangannya, dan asya menyambutnya lalu mencium punggung tangannya dengan setengah hati


"Eh! Kemana kopermu?" Asya bertanya kebingungan karena melihat dirga yang tak membawa apa-apa


"Aku tak perlu membawa hal merepotkan seperti itu, aku bisa membeli segala kebutuhanku disana"


"Ckk. Dasar pemborosan" asya memutar malas bola matanya


"saat ini kamu tampak seperti orang yang hendak mengunjungi istri muda dari pada berangkat kerja"


"Aku tak kan mungkin melakukan hal itu sayang" dirga terkekeh


"berhentilah mencemburui sesuatu yang tak mungkin" lalu bergerak mendekat dan mengecup kening asya singkat lalu berbalik memasuki mobil bersama juan menuju bandara


"Apa yang terjadi pada kalian!?" Asya terkejut ketika membalikkan badan hendak memasuki rumah malah melihat semua pelayan dan penjaga melongo menatapnya


"Apakah benar tadi kami lihat tuan terkekeh?" Luna bertanya dengan ekspresi yang masih tampak tak percaya keadaan


"bahkan aku melihat tuan tersenyum bahagia beberapa kali tadi" Anne menambahkan


"SUNGGUH SUATU KEAJAIBAN" ucap seluruh pelayan dengan serentak


TBC

__ADS_1


klik like dan jangan lupa meninggalkan komen ya pembaca yang budiman😊 karena kritik dan saran kalian sangat diharapkan supaya karya saya menjadi lebih baik


__ADS_2