Setan Posesif

Setan Posesif
Rencana pernikahan Mike


__ADS_3

Dirgantara mendekatkan dirinya pada asya hingga tiada jarak diantaranya, nafas hangatnya menyentuh kepermukaan kulit


Asya telah memejamkan mata, menunggu dengan suka-rela dirgantara yang hendak menciumnya


"Ekheeemm"


Sontak dirgantara dan asya langsung menjauhkan diri, terkejut dengan kehadiran seseorang yang telah menginteruksi mereka dengan deheman keras


Siapa sebenarnya yang telah membiarkan pintu itu terbuka?


***


"Sang surya masih bersinar terlalu terang untuk kau lakukan itu wahai anak muda"


Suara adam yang terdengar menggelegar dalam ruangan itu berhasil membuat Asya dan Dirgantara kelimpungan.


"Mas adam".


panggil Asya berusaha mengalihkan tatapan adam yang tampak mengintimidasi, jangan lupa bahwa adam adalah orang yang paling tidak senang dengan keberadaan dirgantara. Meskipun begitu asya tau benar bahwa adam hanya cemburu sebagai kakak yang kehilangan adik perempuannya.


"Zara, bagaimana keadaanmu?" Tanyanya dengan khawatir, tangannya yang dingin menyentuh wajah asya dengan sangat hati-hati


"Aku baik-baik saja kok mas" ucapnya dengan tersenyum manis


"Bagaimana hal ini bisa terjadi, jujurlah padaku. Aku sangat tau kemampuan bertarungmu ra" Suara Adam terdengar bergetar menyalurkan kekhawatiran dan kemarahan yang dipendam


"Tadi itu hanya kecelakaan kecil mas, adek hanya kurang waspada dan akhirnya terkena serangan mereka. Beruntung karena pengawal yang diperintahkan mas Dirga untuk menjagaku tiba tepat waktu" Ucapnya menceritakan kejadian yang ia alami dengan tersenyum seakan menyatakan bahwa ia baik-baik saja


"Jangan berbohong padaku ra" adam tampak tidak percaya dengan ucapan adiknya tersebut


"Aku serius mas, mungkin saja kemampuan bertarungku sudah melemah karena tidak lagi diasah" Asya berujar dengan terkikik geli


Dirgantara dan Adam ikut tersenyum ketika melihatnya, melunturkan segala kekhawatiran yang sempat membuat jantung mereka berpacu.


"Baiklah, mas sangat bersyukur jika dirimu benar-benar baik-baik saja". Ucap adam dengan tenang


"Hei kau adik ipar, jaga dan awasi zara dengan baik. Lain kali jika dia tidak pergi denganmu lebih baik jangan pernah biarkan dia bepergian, kau pasti tau seberapa banyak orang yang mengincar nyawanya" Adam memperingatkan Dirgantara dengan suara tajam


"Baik mas" Ucap Dirgantara dengan tegas


"Oh ya, tadi diluar aku bertemu dengan Mike dan kekasihnya"


"Benarkah?" Tanya asya pada Adam


"Iya, dia sepertinya gadis yang baik" Ucap Adam diiringi senyuman ketika berucap


"Dia memang gadis yang baik mas"

__ADS_1


"Kudengar dia datang dari luar negeri, Apakah ia datang kemari karena mendengar bahwa Mike mengalami kecelakaan?" Tanya adam dengan penasaran


"Aaa, iya dia datang ketika mendengar mike terluka" Sahut Asya dengan cepat, jika sampai Adam tau bahwa gadis itu adalah korban dari keributan yang sedang ditangani oleh mike maka tidak dapat diperkirakan lagi seberapa besar ledakan amarah adam yang tentunya akan menimbulkan masalah besar


"Sepertinya abi marah ketika mengetahui gadis itu menginap dirumah Mike, sekarang abi sedang menasehati keduanya" Adam tampak khawatir ketika membicarakannya


"Aku juga terkejut mas, karena dia datang tiba-tiba dan mike tidak memberitahuku perihal kedatangannya sama sekali"


"Abi sangat menyayangkan tindakan mike yang tampak tidak bijaksana. Apa kau juga tidak tau tentang perkara ini, Bukankah kau adalah kakaknya?" Tanya Adam pada adik iparnya


"Aku juga tidak tau mas, beberapa waktu terakhir kan aku tinggal dirumah abi dan disibukkan oleh persiapan pernikahan juga oleh proyek yang bermasalah kemarin" Ucapnya meyakinkan


"Benar juga, pantas saja Mike selalu tidak kerasan dan mencari-cari alasan untuk pulang ketika aku menyuruhnya untuk tetap tinggal bersama kita" Adam tampak berpikir keras ketika mengingat-ingat bagaimana ia membujuk saudara dari adik iparnya itu


"Lalu bagaimana keputusan abi mas?" Tanya asya yang mulai khawatir


"Mungkin abi akan menikahkan mereka secepatnya"


"Kebetulan sekali, kami juga sudah sempat membahasnya. Iyakan mas?" Tanya Asya mencari pembenaran dari sang suami


"Iya mas, Aku berencana untuk menikahkan mereka Bulan depan. Bukankah semakin cepat maka semakin baik?"


"Tidak bisa begitu Dirgantara, Kaliankan baru saja menikah. Dalam adat jawa dilarang menikahkan 2 bersaudara atau adik-kakak dalam tahun yang sama" Sanggah Adam


"Loh, tapi kemarin ada rekan kerjaku yang menikahkan putri kembarnya sekaligus" sanggah Dirgantara mengemukakan pengalamannya


"Yang penting tidak mantu dua kali dalam setahun, kalaupun menikahkan kedua anak sekaligus dalam satu waktu itu juga ada Syarat dan tebusannya"


"Tidak bisa, kita harus menunggu tahun depan untuk menikahkan mereka"


"Jika begitu maka masih lama lagi, tapi kita tentu tidak bisa menundanya terlalu lama"


"Kau benar, apalagi mereka sudah sempat tinggal bersama. Mau bagaimanapun ini tidak benar" Ucap Adam kebingungan


"Kita akan menanggung dosanya apabila tidak segera menikahkan mereka, apalagi kita tidak tau seberapa kuat iman Mike. Bisa saja kan nanti anak itu berubah pikiran dan malah berkasih dengan gadis lain lagi" Ucap Dirgantara yang malah semakin membuat Adam berpikir keras


"Kau benar juga, bukankah ada banyak wanita yang selalu mengejar-ngejar Mike. Jika sampai dia perpaling maka akan menghancurkan martabat gadis itu"


"Lalu kita harus bagaimana lagi mas?" Tanya Asya semakin membuat Adam berpikir keras lagi


"Bagaimana jika kita nikahkan 3 bulan lagi, dalam tahun jawa itu sudah tahun baru" Adam tampak sumringah ketika mengucapkannya


"Apakah boleh begitu?" Tanya Dirgantara yang belum yakin


Adam menganggukkan kepalanya dengan mantab


"Aku sangat yakin, karena dalam hal ini yang terpenting adalah kita memakai tahun jawa bukan masehi"

__ADS_1


"Benar juga ya mas, kalau begitu kita harus segera membicarakannya dengan abi" ucap Asya dengan bersemangat


"Iya ini juga kabar yang baik, Apabila abi setuju maka kita bisa segera memilih hari dan segera mempersiapkan segala keperluannya"


"Aku sangat setuju" sahut Dirgantantara


"Mungkin ada baiknya kau menghubungi keluarga gadis tersebut, kita perlu mengadakan acara lamaran secara resmi" Usul Adam


"Maaf sebelumnya mas, tapi dia sudah tidak lagi memiliki keluarga" Ucap Asya dengan suara rendah


Adam nampak terkejut hingga terdiam beberapa saat, ia tampak terluka ketika memikirkan bagaimana perasaan gadis itu yang akan melangsungkan pernikahan tanpa adanya keluarga yang mendampingi dan berbagi kebahagiaan bersamanya.


"Baiklah jika begitu, tak mengapa. Biarkan kita yang menjadi keluarganya" ucapan Adam yang terdengar hangat dengan disertai senyuman tulusnya membuat Asya dan Dirgantara merasa lega sekaligus bahagia


"Kita akan segera membicarakan ini, namun ada baiknya kalian berdua dan juga Mike kembali kekediaman abi dulu" Titah Adam yang langsung bangkit dan bergegas


"Aaa, dan kekasih Mike juga. Siapa nama gadis itu?"


"Layya" jawab Asya dengan cepat


"Ah iya Layya" ucapnya mengerti


Adam telah berjalan mencapai ambang pintu ketika kembali berbalik dan berujar


"Dirgantara, gendong Zara jangan biarkan ia berjalan karena ia baru saja terluka" setelahnya ia bergegas mencari Ahmad yang tengah menasehati Mike diruang tamu


Dirgantara segera meraup Asya dalam gendongannya, Asya yang kaget dengan tindakan Dirga yang secara tiba-tiba sempat terpekik dan memukul dadanya namun alih-alih meringis kesakitan oleh pukulan istrinya yang cukup keras ia malah tertawa karena berhasil menjahili Zara tercintanya


.


.


.


.


.


PRAKATA DARI PENULIS ;


Hallo para pembaca setia Setan Posesif, Semoga kabar kalian selalu baik dan dalam lindungan Tuhan YME.


penulis mengucapkan selamat tahun baru dan selamat membaca cerita ini, Ini adalah pertamakalinya penulis melanjutkan cerita ini setelah sempat menghilang yang disebabkan oleh terjebak kesibukan dan kehilangan ide.


Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada pembaca yang telah setia menunggu dan senantiasa memberikan dukungan hingga akhirnya dengan segala semangat dan tekad penulis dapat sedikit melanjutkan cerita ini disela-sela kesibukan pernulis yang amat padat.


Penulis juga mengucapkan Maaf yang amat tulus karena sempat menggantungkan pembaca sekalian, serta apabila nanti part ini tidak cukup menyenangkan dan lagi-lagi mengecewakan pembaca.

__ADS_1


Sekali lagi penulis Ucapkan terimakasih kepada pembaca yang telah memberikan semangat, Berkat kalian penulis berani bangkit dari patah hati, timpaan masalah dan kesehatan yang sempat menurun. Penulis harap pembaca sekalian sudi meninggalkan jejak supaya penulis tetap terus bersemangat melanjutkan cerita ini disela-sela kesibukan yang padat.


-Salam sayang penulis kepada pembaca-


__ADS_2