
"Biarkan waktu yang mengobati luka dimasa lalu, yang perlu kamu lakukan hanyalah berusaha untuk tegar menghadapinya"
~Alfiyah Sulthan~
Hari sudah gelap ketika Mobil berwarna merah itu baru saja memasuki halaman kediaman maheswara,
awalnya para penjaga melarang mobil tersebut melewati gerbang tetapi ketika melihat siapa yang berada dalam mobil tersebut mereka langsung membukakan pintu gerbang dengan lebar bahkan para pelayan langsung berbaris menyambutnya.
Kathrina dan asya segera turun dari dalam mobil, wanita itu mendekati asya dan memeluknya sekilas
"Sya, kuantarkan sampai sini aja ya" sambil melontarkan senyum
"Masuklah Rin, aku masih ingin mengobrol denganmu" rajuk asya
"Aku harus segera pulang, atau nanti abimanyu akan melarangku menemuimu lagi" jawab kathrina dengan kekehan ringannya
"Dia terlalu cemburu padaku" asya cemberut
"Kau terlalu egois sya, jadi wajar saja. toh aku ini istrinya" jawab kathrina menenangkan
"Kenapa kau tak menikah denganku saja sih" sungut asya
Kathrina melotot menatap tajam asya yang baru saja membuat orang yang berada disekeliling mereka menatapnya dengan tajam menusuk, membuatnya bergidik ngeri
***
Dirgantara baru saja mendapat panggilan dari luna bahwa asya telah kembali, hal itu membuatnya langsung banting setir mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh menuju kediamannya
Ketika sampai ia langsung melihat dua orang wanita yang tengah berbincang-bincang ringan, dirga segera turun dari mobilnya dan menghampiri mereka
"Sya?" Ketika yang dipanggil menoleh ia langsung merasa tenang luar biasa, ada suatu rasa asing yang menjalari seluruh jiwanya
"Tuan dirga, selamat malam" sapa kathrina dengan ramah
"Selamat malam nyonya abimanyu" balas dirga dengan sopan, ia mengenali istri pengusaha muda rekan kerja asya itu
"Sya aku pulang ya" pamit kathrina dengan menepuk-nepuk pelan lengan asya
"Aku ikut dengamu saja ya" rengek asya dengan menarik ujung lengan kathrina
__ADS_1
"Mana bisa begitu, nanti abimanyu bisa merajuk" kathrina menatap asya kesal
"Pokoknya aku pergi, kau jangan berulah lagi!" Kembali ia mengingatkan sahabat kecilnya yang pandai membuat masalah itu.
dengan susah payah kathrina membujuk asya supaya mau pulang kerumah suaminya, yang diyakini kathrina tengah panik memcari keberadaan asya yang malah santai-santai. jika saja kathrina tidak berhasil memaksa asya pulang. mungkin malam ini asya telah pergi kejerman sesuai dengan rencana awalnya.
"Hm" asya hanya menjawab kathrina dengan gumaman dan anggukan,
lalu ia memeluk erat-erat sahabatnya itu sebelum akhirnya membiarkannya pergi meninggalkan halaman kediaman maheswara
ketika mobil kathrina telah pergi meninggalkan halaman kediaman maheswara
Greeppp.... dirga langsung memeluk asya, membuat wanita itu terkejut bukan main
"Darimana saja kau? Aku mencarimu kemana-mana" ungkap dirga tanpa melepas pelukannya
Sedangkan yang ditanya hanya terdiam tidak menjawab, asya bahkan berusaha melepaskan diri namun dirga semakin mengeratkan pelukannya supaya asya tak berhasil melepaskan diri
"Kumohon padamu sya, jangan pergi. Tetaplah bersamaku" dirga melepas pelukannya lalu meraih tangan asya dan menciumnya lembut. masih seperti sebelumnya, asya tetap terdiam.
"Aku ingin istirahat" asya segera menarik diri setelah dirga melepaskan pelukannya, ia juga segera menarik tangannya dari genggaman dirga lalu berbalik memasuki rumah dengan tergesa-gesa
Dirga menatap punggung asya yang menjauhinya lalu tersenyum masam
"Kau benar" lalu dirga bergegas menyusul asya dengan berlari-lari kecil
Luna menatap tuannya itu dengan takjub, seharian tuannya itu menunjukkan wajah muram tak bersahabat seakan-akan bisa membunuh siapa saja yang melihatnya, lalu hanya dengan melihat wajah nyonyanya keadaan tuannya langsung berubah.
Bahkan ia sempat melihat dirga tersenyum beberapa kali
Bisa dibilang ini pertamakalinya luna memberikan pendapat pada dirga dan dirga langsung menyetujuinya, bahkan ia menampakkan sorot mata berterimakasih atas saran luna
***
"Sya, kau tak ingin makan malam?" Tanya dirga pada asya yang tengah duduk disofa dan sedang menyisir rambutnya
"Aku sudah makan malam dengan kathrina" jawab asya dengan ketus
"Tadi kau bersamanya pergi kemana?" Tanya dirga dengan tenang
"pergilah makan malam jika merasa lapar" sahut asya singkat mengalihkan pembicaraan lalu beranjak dari sofa menuju ranjang
__ADS_1
Dirga hanya terdiam melihat reaksi asya, ia tau betul jika istrinya itu tengah mengalihkan pembicaraan. Tak menunggu lama dirga segera menyusul asya dan langsung ikut berbaring memeluk asya dari belakang
"Kumohon. Jangan pergi meninggalkanku lagi" ucap dirga seraya menenggelamkan wajahnya pada tengkuk asya
asya tak menanggapinya, ia bahkan berusaha melepaskan rengkuhan dirga yang sayangnya sangat kuat hingga membuat usahanya itu sia-sia
"jangan marah lagi padaku" pinta dirga dengan lembut
"Hm" asya hanya bergumam menanggapi
"Akan kuberikan apapun yang kau inginkan, asal jangan pergi dariku" ucapnya lagi
"Tidurlah, kau menggangguku" sahut asya dengan nada ketus
dalam hati asya terus menggerutu, apa tidak bisa dirga meminta maaf padanya secara langsung. mengapa harus dengan membujuk-bujuk dirinya sedari tadi, mungkin memang hati dirga terlalu beku untuk sekedar mengucap minta maaf.
"Dengarkan aku, yasmin itu bukan siapa-siapa untukku. Dialah yang mengaku-ngaku menjadi tunanganku, dia juga memiliki akses keruanganku karena kerja sama bisnis yang kulakukan dengan ayahnya..." dirga menghentikan ucapannya sejenak dan menarik asya guna semakin mengeratkan pelukannya
"Aku berjanji padamu, setelah ini tidak akan ada wanita yang masuk ruanganku lagi kecuali dirimu" ucap dirga lagi
Asya berbalik menatap dirga, matanya memindai berusaha menemukan sesuatu dari ucapannya.
"Bohong!!!" tuduhnya cepat
Dirga menggeleng "Aku jujur padamu" ucap yakin dirga menatap asya
"Aku tak percaya padamu" asya berucap dengan tajam
"Aku bersumpah bahwa aku tak berbohong padamu" dirga mengecup kening asya dengan singkat lalu memeluknya semakin erat,
Asya menghembuskan nafas dengan kasar ketika relung hatinya meronta melihat dirga yang terus membujuknya, lagipula sedari awal asya juga tau bahwa dirga tak bersalah. hanya asya saja yang egois dan ingin melarikan diri
perlahan dirga tersenyum ketika menyadari bahwa asya membalas pelukannya meski dengan gerakan yang ragu-ragu, membuat hatinya menghangat karena asya telah mempercayainya.
Aku menyukai semua tentangmu, segala hal yang ada padamu. Tanpa kusadari aku telah membiarkanmu masuk kedalam hatiku.
Aku tidak tau apa yang terjadi padaku, tapi dapat kupastikan bahwa aku nyaman berada didekatmu, aku merasa tenang ketika memeluk tubuh mungilmu, mencium aroma khas tubuhmu yang seperti candu untukku.
Aku senang, aku bahagia, setiap waktuku bersamamu terasa berharga. Aku takut jika dirimu pergi, aku seperti orang gila yang mencarimu kemana-mana ketika tak bisa menemukan keberadaanmu.
Aku tak mengerti, mengapa ada rasa asing yang begitu hangat merayapi tubuh dan jiwaku setiap kali bersama denganmu. Apalagi melihat binar mata dan senyumanmu, aku merasa begitu lengkap bahkan menjadi manusia paling bahagia didunia
Aku ingin melihat senyummu disepanjang hidupku, jadi kumohon padamu Jangan pernah pergi Meninggalkanku seorang diri. karena aku tak akan sanggup menjalani hidup yang menyiksa disetiap detik yang kulalui tanpamu (Dirgantara fatir maheswara).
__ADS_1