Setan Posesif

Setan Posesif
kecelakaan


__ADS_3

Setelah berpamitan mike pun segera berangkat pulang dengan mengendarai mobilnya


"Hati-hati dijalan mike, jangan mengebut ketika berkemudi" asya dan dirga mengantar mike hingga depan teras


"Baik kakak ipar" mike berucap dengan tersenyum manis sebelum akhirnya masuk kedalam mobilnya


***


Bulan tengah bersinar dengan terang diatas sana, lampu-lampu yang berbaris rapi pun ikut menerangi jalanan yang ramai kala itu. Untung saja tidak terjadi kemacetan yang dapat menghambat perjalanan.


Mike terburu-buru pulang ketika penjaga dikediamannya memberi kabar bahwa ada orang asing yang mencurigakan mengintai. Ini adalah kejadian yang kedua kalinya terjadi setelah waktu itu mike menerima panggilan yang sama untuk segera pulang, sehingga meninggalkan asya sendirian dikediamannya sebelum dirga kembali pulang.


Entah bagaimana orang itu bisa muncul disekitar kediamannya, yang jelas dia harus segera disingkirkan agar tidak terus-terusan mengganggu waktunya yang berharga. Orang itu seakan sengaja merusak moodnya


Memancing mike untuk marah dan emosi, tapi sayangnya hal itu tidak akan bisa merusak suasanya hatinya yang sedang gembira. Untuk saat ini perasaannya terasa lebih tenang dan ia akan berusaha menyelesaikan semua masalah dengan kepala dingin dan tidak tergesa-gesa.


Mike sengaja tidak memberitahukan masalah ini pada dirgantara dan asya supaya mereka tidak khawatir. Apalagi dengan sikap posesif dirga, ia pasti akan segera menumpas para pengganggu itu lalu memaksanya tinggal dikediaman maheswara


Bukannya mike tidak mau dirga memaksanya untuk ikut beribadah, karena saat ini mike dengan senang hati akan beribadah sendiri. Hanya saja ia tidak bisa meninggalkan kediamannya sendiri, dimana tempat itu adalah peninggalan orang tuanya sekaligus tempat semua kenangan tersimpan.


Mike memacu kendaraannya dengan kecepatan yang terkendali, entah mengapa perasaannya sedikit tak enak sehingga membuatnya lebih berhati-hati


Banyak hal yang ia fikirkan, apalagi tentang apa yang sedang disembunyikannya dari asya dan dirgantara. Ia takut jika harus menyampaikannya secara langsung, ia juga takut jika nanti kedua orang tersebut mengetahuinya dan membencinya. Semua hal tampak membingungkan sekaligus membuatnya jadi serba salah


Ia tidak mau asya yang selama ini telah bersikap baik menjadi marah padanya, ia juga tidak mau dirgantara kehilangan kepercayaan padanya. Karena bagi mike tidak ada yang lebih berharga dari kedua orang yang sudah seperti orang tuanya ini.


Senyum ramah asya yang selalu menyambutnya, mengkhawatirkannya dan memperlakukannya seperti adik. Semua itu adalah hal berharga berupa ketulusan yang belum tentu bisa mike dapatkan dari orang lain


Dirgantara yang akan menegurnya dengan tegas, namun selalu menyayangi layaknya saudara kandung, dan menjadi sosok setia yang berdiri kokoh disisinya untuk melindungi serta berjuang bersama. Yang seperti ini juga tidak akan mudah ia dapatkan dari orang lain, jadi bukankah keluarga yang ia miliki selama ini adalah harta paling berharga dihidupnya. Tidak bisa ditukar ataupun dibeli dimanapun


Ketika berbagai hal tengah berkecamuk difikirannya tanpa sadar ada mobil box yang melaju kearahnya dari arah samping dengan kecepatan tinggi, menghantam mobil yang dikendarai mike


Mike dengan tingkat kewaspadaannya langsung banting stir menghindari kendaraan yang hendak menabraknya begitu keras


***


mike berhasil sedikit menghindar sehingga kecelakaan maut itu tak sampai membunuhnya. Untung keadaan dipersimpangan jalan tadi cukup ramai, sehingga ada orang yang langsung menolongnya dan membawanya kerumah sakit


Mike masih sadar bahkan hingga kakinya selesai dijahit dan orang-orang yang membantunya berpamitan pulang setelah dirga dan asya sampai disana.


Mungkin mike memang sudah gila atau bagaimana, melihat asya juga dirga tiba disana dan menghampirinya dengan tergesa-gesa serta tampak khawatir bukan main, malah membuatnya senang

__ADS_1


"Mike bagaimana keadaanmu? Mana yang luka, Parah tidak, Apakah sakit? Katakan padaku. Cepat katakan"


"Aku baik-baik saja kok kakak ipar" Mike tersenyum manis untuk meyakinkan asya yang tampak khawatir dan menanyainya dengan sederet pertanyaan, yang bahkan diucapkan dengan sekali tarikan nafas


"Aku kan sudah bilang padamu jangan mengebut dan berhati-hati, lalu bagaimana kau bisa kecelakaan. Makanya jangan melamun hingga menabrak mobil begitu" amarah asya langsung meluap begitu saja


Mike yang menerima amarah asya hanya terdiam dan meringis ngeri. Sedangkan dirga hanya diam dan memijit pangkal hidungnya


"Oh lihat ini. Kakimu terluka bahkan sampai dijahit, tadi kata orang-orang yang menyelamatkanmu kau terjepit bagian mobil yang rusak" amarah asya belum juga redam, malah semakin berkobar kala melihat luka adik iparnya itu


Dokter samuel yang tadi menangani mike masih disana, menyaksikan asya yang biasanya cuek tiba-tiba berubah menjadi begitu cerewet dan galak.


Dokter sam hanya mematung terkejut, entah mengapa sekarang bukan hanya mike yang ketakutan karena dimarahi. Karena dokter sam juga ikut merasakannya


"Kenapa diam saja, kau mau kutinju atau kutendang saja ha? Dasar anak kurang ajar. Membuat orang ketakutan malam-malam begini" asya yang mendapati kediaman mike jadi semakin marah


"Maafkan aku kakak ipar, aku sungguh tidak sengaja" sahut mike dengan menunduk


"Membuat orang khawatir saja"


"Maaf kakak ipar. Aku juga tidak mau kecelakaan begini" ucap mike lagi


"Tapi aku senang melihat kalian khawatir begini. Hehe" mike menampilkan cengiran tak bersalahnya. Yang langsung memancing amarah asya


"Sini! Kupukul kau" geram asya


Dirga dan dokter sam langsung menghalangi pergerakan asya yang hendak memukul adik iparnya saking kesalnya


"Eeehh jangan ra" larang dirga


"Maaf nyonya, anda tidak boleh melukai pasien" timpal dokter sam


"Cih kalian membelanya" asya berdecih


"Lihat itu, apa dia terlihat seperti pasien?" sambungnya lagi


Yang dibicarakan malah hanya cengar-cengir bodoh tidak jelas, benar-benar membuat orang yang melihatnya kesal


"Dia tidak akan terluka dengan pukulanku, baginya itu hanya angin lalu" asya berucap dengan dingin


"Tetap saja dia adalah pasien disini nyonya" sahut dokter sam menjelaskan

__ADS_1


"Lagipula ini adalah rumah sakit ra, rasanya tidak baik jika kita membuat keributan disini" dirga menjelaskannya dengan sabar


"Hm" asya sudah kembali kemode cueknya lagi, membuat dokter sam dan dirga menghembuskan nafas kasar secara bersamaan


Menurut dokter sam sifat dingin asya ini disebabkan oleh dirgantara, mungkin saja karena mereka sering bersama jadi asya tertular sifat dirga. Dan sekarang bertambahlah lagi satu orang menyebalkan yang harus dihadapi oleh dokter sam


"Tenanglah kakak ipar, aku baik-baik saja kok" mike berusaha menenangkan asya yang sudah semakin kesal


"Ini yang kau bilang baik-baik saja ha!" Tuding asya dengan ketus


"Aku sungguh baik-baik saja kak, ini sebenarnya luka kemarin. Hanya saja jadi terbuka lagi akibat benturan yang terjadi tadi" mike berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi


Asya menoleh dengan cepat karena merasa penasaran dengan ucapan mike


"Sungguh. Kecelakaan tadi masih sempat kuhindari kok, aku hanya mengalami sedikit kesulitan karena memang dari awal kondisiku sudah terluka" sambungnya lagi


"Apa yang luka, fisikmu atau jiwamu?" Tanya asya dengan tajam


"Hahaha, Fisikku kakak ipar. Karena jiwaku yang luka sedang dalam masa penyembuhan" mike tertawa ketika menjawab pertanyaan asya yang sebenarnya serius namun menurutnya itu lucu layaknya candaan


"Itu sama saja jiwamu juga terluka" ucap asya lagi


"Iya deh iya, semoga saja lekas sembuh" ucap mike mengalah dari pada membuat asya semakin kesal


"Aamiin" sahut dokter sam, dirga dan asya bersamaan


.


.


.


.


.


PRAKATA DARI PENULIS;


penulis mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan pembaca sekalian hingga detik ini


penulis harap kalian tidak bosan dengan cerita ini dan bersedia meninggalkan sedikit jejak, karena respon anda adalah semangat saya.

__ADS_1


__ADS_2