
“aku akan menikahinya"
***
Ucapan mike terdengar menggema diruangan yang dengan seketika langsung dirayapi keheningan, senyap dan sepi yang membentang diantaranya membungkam segala suara dengan keterkejutan yang membekukan suasana
“apa yang kau katakan mike?” tegur asya setelah mampu mengendalikan dirinya dari keterkejutan
“dengar mike, ini hal yang serius” timpal dirga
“bukankah kita harus menyelamatkannya, pertama-tama kita harus menguatkan identitasnya secara hukum sebelum mereka berhasil menghapusnya lebih dulu” sanggah mike dengan berani
“dengar adikku, ini adalah masalah serius. Ini tentang keputusan sekali dalam seumur hidup kau tidak bisa memutuskannya secara impulsif” asya mengurut pelipisnya lelah,
ia tau benar bagaimana mike ketika telah mengambil keputusan. Ia tidak akan pernah mau mengubahnya lagi dan dia akan melakukan apa yang ia ucapkan
Bukannya asya ingin menentang keputusan adik iparnya itu, akan tetapi masalah seserius ini diputuskan mike dalam sekali tarikan nafas, pria itu seakan sedang bercanda. Bagaimana mungkin asya bisa mengabaikan nasib dua orang disisinya ini, sedangkan asya sungguh mengetahui keadaan adik iparnya itu.
“mike kita masih bisa memikirkan jalan lain, jangan main-main dengan pernikahan seperti ini” ucap dirga berusaha menyadarkan adiknya itu
“aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku, aku tidak akan bermain-main dengan hal ini” ucap mike dengan penuh keyakinan yang kokoh tak goyah sedikitpun
“masih ada cara lain, kumohon pikirkan kembali keputusanmu” bujuk asya padanya
“cara apalagi kak, waktu kita sedikit dan nyawanya adalah taruhannya” kekeuh mike
“kakak ipar yang bilang akan segera menikahkanku, lalu mengapa sekarang jadi melarangku seperti ini?” mike mulai dibuat kebingungan oleh kedua kakaknya, merekalah yang menyuruhnya mengambil keputusan lalu ketika ia sudah memutuskan mengapa keduanya malah menentangnya secara terang-terangan
“mike aku ingin kebahagiaan untukmu, tapi tidak seperti ini. tolong jangan menjadikan pernikahan sebagai alasan menyelamatkan seperti ini lagj” asya mulai merasa frustasi menghadapi kekeras kepalaan adik iparnya itu
“pernikahan adalah hal yang harus kau fikirkan matang-matang, kau akan memikul tanggung jawab yang besar. Aku akan sangat senang apabila kau menikah dengan keadaan benar-benar siap, tidak dengan kondisi seperti ini” asya mulai menangis ketika mengucapkannya
sekilas asya mengingat bagaimana dulu ia menikah dengan dirgantara, pernikahan yang katanya untuk menyelamatkan. pernikahan yang dijalaninya dengan penuh rasa keterpaksaan, ia tidak ingin orang lain mengalaminya.
Sungguh michael tidak akan pernah sanggup melihat kakak ipar yang amat sangat ia sayangi layaknya saudari kandung menitikkan air mata, apalagi itu disebabkan olehnya. Akan tetapi sekarang ia tidak boleh mundur
Jika ia menyerah maka segala masalah akan bertambah rumit, semua masalah ini ditimbulkan olehnya. Belum lagi dengan tanggung jawab untuk menyelamatkan dan menjaga layya, ini adalah jalan pintas yang terlintas di fikirannya
Mike menyadari bahwa asya mengkhawatirkannya, karena jujur wanita itulah yang paling memahami kondisinya. Dan mike juga tau bahwa asya takut jika dirinya tidak akan bisa bertanggung jawab dengan benar dan malah menyakiti layya saja, tapi inilah dia!
Michael tidak pernah meninggalkan tugas dan akan selalu menyelesaikan misinya
__ADS_1
“ini cara terbaik untuk mempertahankan identitasnya kakak ipar, dengan menjadi istriku maka identitasnya menjadi semakin kuat dan akan terlindungi. Akau akan menikahinya secara sah baik hukum negara maupun agama” ucap mike dengan memohon
“dengan begini identitasnya akan terlindungi secara hukum, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaganya, aku tidak akan melukainya” mike mulai berjanji untuk meyakinkan kakaknya itu
“aku sungguh ingin yang terbaik untuk kalian, aku tidak ingin kalian harus mengorbankan diri seperti ini. Aku sungguh merasa sangat tidak berguna jika sampai kalian harus terluka seperti ini” bulir-bulir air mata semakin deras membasahi pipinya
Dirga segera mendekat, ia berlutut dihadapan asya. Mengusap air mata, memeluk dan mengusap punggungnya lembut
Dirgantara tidak akan pernah sanggup melihat air mata menetes membasahi wajah ayu istrinya hingga menyelubungi sinar terangnya dengan kabut gelap.
Sedangkan mike sudah hampir meruntuhkan dinding pertahanannya, ia juga tidak akan sanggup melihat asya bersedih. Rasanya ia ingin menuruti saja segala kemauan kakak iparnya itu, akan tetapi ia harus berusaha sekuat tenaga untuk menahannya atau dia akan melihat asya lebih terluka lagi daripada ini
***
Asya hanya diam saja ketika mike berbicara padanya, pria itu bahkan sudah berlutut dan memohon supaya asya mengizinkan dirinya menikahi layya
“katakan padaku dengan jujur mengapa kau bersikeras ingin menikahinya” tanya asya dengan menatap tajam mike
“seperti kataku tadi kakak ipar, aku ingin menyelamatkannya” jawab mike
“berhentilah berbohong padaku mike, bicaralah yang sejujurnya lagipula aku sudah menyuruh pelayan membawanya beristirahat dikamar” asya tak mau sedikitpun menyerah untuk mendapatkan jawaban yang ia inginkan
Asya selalu berhasil mendapatkan jawaban yang sebenarnya, selama ini tidak ada yang berhasil lari dari asya dan mereka selalu mendapatkan kebenaran apabila asya yang menanganinya. Dibanding dirinya orang-orang lebih takut jika harus berhadapan dengan asya, dan hal itu adalah berkah tersendiri baginya
Dirgantara memperhatikan michael dengan seksama, pria itu tampak gugup dan salah tingkah, dirga menyeringai ketika melihat mike yang sudah mulai lemah karena tatapan mengintimidasi dari kakak iparnya sendiri, tatapan itu benar-benar tajam menusuk hingga kerelung hati. Jujur saja hal itu juga seringkali mengganggunya
“jadi katakan saja yang sejujurnya sebelum aku mengetahuinya sendiri, kau tentu tau resikonya mike” titah asya
“ba-baik kakak ipar, a-aku akan mengatakannya” mike tergagap oleh beratnya tekanan yang membuatnya gugup bukan main
“hm” gumam asya msih memandang adik iparnya itu dengan mata setajam elang
“a-aku tidak bisa mundur dari misiku, dan juga, juga...”
“juga apa mike?” tanya asya gusar
“a-aku juga sudah menerima bayaranku, jadi aku tidak bisa mengabaikan tugasku” jawabnya dengan pelan
Asya tau bahwa mike mungkin sudah terjebak oleh rasa bersalah dan sekarang ketakutan melihatnya yang sudah mulai menggeram kesal, karena selama ini mike selalu takut bila melihatnya marah.
“dengar mike, aku yakin bila nona layya akan selalu menuruti perintahmu karena ia takut padamu. Akan tetapi kita tidak bisa mengambil keputusan untuk menikahkannya denganmu secepat ini, bahkan meskipun alasannya karena kau telah jatuh cinta padanya” sahut asya dengan tegar, ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak terbawa emosi seperti sebelumnya
__ADS_1
“memangnya kenapa kakak ipar?” tanya mike dengan suara rendah bahkan hampir seperti berbisik
“baiklah, begini” asya menjeda ucapannya sesaat
“kita sama-sama tau bahwa mentalmu sedang bermasalah dan kuyakin kau juga menyadarinya meskipun kau tidak mau mengakuinya”
“ya benar, aku memang gila” mike mengangguk mengakuinya dengan kesadaran penuh sampai-sampai tidak tau bahwa telah memotong ucapan asya
“jangan memotong ucapanku mike, berapa kali kukatakan bahwa itu tidaklah sopan” tegur asya dengan galak
Mike langsung menunduk terdiam, seketika itu menciut
“aku tau bahwa kau mungkin memang sangat ceroboh, tetapi kau tidak bisa menikahi layya dalam waktu dekat karena dia mungkin juga sedang sakit.
Jiwanya sedang terguncang oleh kenyataan tentang kehilangan keluarganya, dia juga selama ini mendapat tekanan mental akibat pemburuan terhadapnya
Aku yakin bahwa aku tidak akan bisa mengubah keputusanmu untuk menikahinya, oleh karena itu mari kita bicarakan ini dengan serius demi kebaikan bersama”.
.
.
.
.
.
PRAKATA DARI PENULIS:
Penulis mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan pembaca sekalian hingga detik ini
Penuis harap kalian tidak bosan dengan cerita ini dan bersedia meninggalkan sedikit jejak, karena respon anda adalaah semangat saya.
Penulis juga mengucapkan terimakasih yang teramat dalam kepada pembaca karena telah sabar menunggu cerita ini yang lama tidak up sebab kesehatan penulis yang menurun, oleh sebab itu sebagai hadiah untuk pembaca penuis akan mempersembahkan crazy up yang pertamakalinya dari novel ini.
Dengan berakhirnya bulan juni ini juga rindu yang dibawa pergi oleh hujan yang syahdu, penulis ingin menyampaikan bahwa penulis mungkin akan sedikit mengecewakan pembaca, penulis meminta maaf untuk itu. Cerita ini mungkin akan sedikit lambat dalam up nya, hal ini dikarenakan penulis ingin mengembara untuk mencari referensi dalam upaya melanjutkan cerita ini
Seperti biasa pembaca sekalian tetap bisa meninggalkan pesan dalam kolom komentar maupun chat grup yang disediakan oleh aplikasi untuk berkomunikasi dengan penulis, karena meskipun sedang mengembara penulis akan tetap memperhatikan kalian
Salam sayang penulis (SETAN POSESIF) ALS/ALFIYAH SULTHAN
__ADS_1