
Bar itu tengah ramai diwaktu menjelang seperti ini, tanpa memperdulikan guyuran hujan deras diluar sana yang tengah mengganas disertai petir.
dikala tengah ramai-ramainya suasana bar ia dikejutkan oleh seseorang yang menabraknya secara tiba-tiba, dirga yang tengah bergegas hendak meninggalkan tempat itu selepas menyelesaikan urusan dengan rekan kerjanya terpaksa terhenti. entah siapa gerangan orang yang telah berani menabraknya dengan cukup keras, mungkin orang itu sudah muak hidup fikir dirga, ia segera menundukkan kepalanya guna melihat orang yang telah berani menabraknya, dari perhitungannya orang itu tak lebih tinggi darinya.
Dirga masih menatap gadis dihadapannya dengan alis yang saling bertaut. Awalnya ia pikir yang menabraknya hanyalah perempuan gila yang tengah berusaha menggodanya seperti yang terjadi selama ini atau mungkin orang mabuk yang minta disingkirkan dari muka bumi sebelum berhasil mengotori pakaiannya lebih parah lagi, Namun sepertinya ia salah karena yang menabraknya adalah seorang wanita dan keadaan wanita yang saat ini berada dihadapannya sangat berbeda! Sangat-sangat berbeda malah.
Dirga menatap gadis yang tampak ketakutan dihadapannya dengan seksama dan intens, gadis itu tampak berantakan dengan kemeja dan rok selututnya yang basah oleh hujan, tubuh mungilnya menggigil kedinginan, matanya memerah karena menangis, pandangannya yang sayu dan ketakutan, bulu matanya sesekali mengerjap, hidung kecil yang tak terlalu mancung atau rendah yang tampak sedikit merah, bibir mungil yang tampak penuh bervolume, Dan jangan lupakan wajah mungil serta rambut bergelombangnya yang basah oleh air hujan.... Tuhaannn!!! ia tampak menggoda dimata dirga
Dirga menelan ludahnya dengan kasar, berusaha mengendalikan dirinya sendiri supaya tidak bertindak impulsif dan langsung menerjang lalu melahap gadis dihadapannya yang telah mampu mengobarkan hasratnya yang menggebu-gebu didalam sana, meski hanya melihat dengan sekejap saja.
dikala fikirannya masih kacau ia tiba-tiba dikejutkan oleh teriakan keras dari seseorang yang amat ia kenali
"DIRGA!! Cepat tangkap gadis itu" teriak lelaki berambut pirang yang telah mengejar.
Refleks gadis itu berbalik dan membeku ketakutan, tubuhnya gemetaran dengan wajah yang langsung memucat tiba-tiba saja tangannya berasa ditarik dengan cukup kuat hingga kini ia berada dibalik tubuh dirga.
"Apa yang terjadi mike?" Ucap dirga tenang
"Dia telah melihatku beraksi dir" ucap pria yang dipanggil mike tersebut. Ia cepat bergerak maju dengan tangan hendak meraih gadis yang bersembunyi dibalik tubuh dirga itu
"Jangan berani kau sentuhkan tanganmu kepadanya" dirga berucap dengan nada dingin yang menusuk. Membuat mike menghentikan pergerakannya dengan mata terbelalak, ia terkejut bukan main ketika intonasi dirga berubah tajam dengan sekejap
"Apa maksudmu dirga? dia adalah saksi mata yang harus kita lenyapkan" sangkal mike berusaha menjelaskan padanya
"Dia adalah calon istriku! Jadi menjauhlah darinya!" Dirga berucap dengan tegas dan membuat mike serta beberapa orang yang berada disana terkejut bukan main. Ketika mike baru saja hendak membuka mulut untuk berbicara dirga telah menyela
__ADS_1
"Sebaiknya kau pergi dari sini mike, dan bereskan pekerjaanmu tanpa ada yang tersisa" ucapnya penuh penekanan dan perintah.
Mike seketika itu pula terdiam, apa yang sebenarnya terjadi mengapa dirga melindungi gadis itu. belum usai fikiran mike yang rumit, tekanan yang dihasilkan oleh dirga berhasil menusuknya secara tak kasat mata hingga ia cukup takut serta tertekan dan akhirnya memilih pergi bila menginginkan dirinya baik-baik saja, utuh dan masih bernyawa.
Ia tak mau memancing kemarahan dirga dan membuat nyawanya melayang karena ia telah melihat dirga yang mulai tersulut emosinya, ia bahkan tak mau berlama-lama disana daripada Dirga memutilasi dirinya dengan segera
Gadis yang menabrak dirga tadi nampak begitu terkejut, bahakan matanya terbelalak dengan mulut yang terbuka tak percaya. Belum selesai gadis itu terkejut dengan kenyataan bahwa pria pembunuh dan yang ditabraknya ternyata saling mengenal kini ia telah diseret dengan paksa menjauhi ruang ramai tersebut.
dirga menyeretnya dengan langkah lebarnya yang tak mampu gadis itu imbangi, ia bahkan merasakan kesakitan ketika tangannya dicengkram dengan kuat oleh dirga. mereka terus berjalan melewati beberapa ruang dan lantai hingga akhirnya berada dilantai teratas, mereka berhenti sesaat ketika pria itu berbalik dan mengatakan pada anak buahnya
"Katakan padanya, aku menyewa seluruh kamar untuk malam ini, yang ada dilantai ini tidak ada yang boleh menginjakkan kakinya selain diriku" ucap dirga tegas tanpa penolakan
anak buahnya tadi segera berbalik dan menghungi seseorang yang diduga adalah pemilik bar ini, tak sampai 3 menit seseorang lari dengan tegopoh-gopoh segera membukakan salah satu pintu kamar.
Tubuhnya gemetaran ketakutan ketika pria yang ditabraknya tadi menatapnya dengan tajam. pria yang disangka penolongnya itulah yang menodongkan pistol tepat didepan kepalanya dengan sorot mata yang mampu menusuk sampai kerelung hati, hingga menimbulkan ketakutan besar yang mendera bahkan mampu membuat lemas seluruh persendian
"Katakan siapa namamu?" Ucap pria itu dingin
dengan susah payah gadis itu menjawab. berulang kali ia menelan ludah dengan gugup guna mengusir ketakutannya
"AS..ASYA ZARA SULTHAN" ucapnya terbata
"Apa yang kau lihat tadi?" Pria itu kembali bertanya
Pikirannya saat ini tengah kacau ia bingung harus berkata apa, takut bila berkata jujur ia akan mati saat itu pula. Ia mungkin harus berbohong agar selamat
__ADS_1
"Saya....saya melihat pria berambut pirang itu me..menyiksa dan melukai seorang wanita tuan"
ya tuhan apa yang baru saja ia lakukan! Mengapa mulut dan tubuhnya berkhianat seperti ini.
"Nama belakangmu sulthan bukan?" Pria itu nampak berpikir.
entah mengapa hal itu langsung berhasil menarik perhatian dirga
"Tuan saya mohon lepaskan saya. Saya berjanji akan menutup mulut saya dan bertindak seakan tidak tau apa-apa" gadis itu saat ini telah meneteskan air mata memohon pengampunan
"Hanya orang mati yang menyimpan rahasia! Sayang" pria itu tampak menyeringai
"Kau adalah Nona sulthan yang terkenal itu bukan! Putri dari pengusaha sukses pemilik perusahaan MANDALA. Dan saat ini kau pemegang 20% sahamnya"
pria itu tertawa dengan cukup keras yang terdengar menakutkan ditelinga gadis malang tersebut. Gadis itu terdiam terkejut dengan kenyataan bahwa pria dihadapannya itu mengetahui identitasnya
"Ingat ini baik-baik. Namaku adalah DIRGANTARA FATIR MAHESWARA" Ucapnya dengan penuh percaya diri
"Dan aku pemilik dari MAHESWARA GROUP" ucapnya lagi dan itu membuat gadis malang tersebut terbelalak tak percaya bahwa pria yang katanya terhormat itu kini adalah penjahat yang hendak membunuhnya
TBC
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komen y😊
jujur ini karya pertama saya😆 jd kalau respon reader sekalian kurang! tentu ada kemungkinan untuk tidak dilanjutkan👌
__ADS_1