
Padamu mana kala senja menyapa
Kusampaikan rasa yang telah binasa
Gersang diantara gurun yang tandus
Terasa kering kala angin berhembus
Kau dan aku, kisah bagai buku yang usang
Telah lapuk dimakan waktu
Telah rusak dimakan zaman
Dan telah hancur bersama penantian
Tiada kabar bukti merindu
Sejenak enggan merayu
Tak ingin lagi bertanya
Alasanpun telah tiada
Bertemu namun berlalu
Berjumpa tanpa menyapa
Dan beranjak tanpa kata
Kau dan aku, bukan lagi Kita
***
"Apa itu puisi terbarunya ra?" Tanya dirga menatap istrinya yang tengah membaca puisi dari penulis yang seakan sempat menghilang itu
"Iya, setelah sempat menghilang dan tidak muncul dia kembali membawa puisinya lagi" asya tampak bersemangat membacanya
"Kenapa puisinya selalu mampu membuat orang patah hati seperti itu sih!" Dirga merasa penasaran karena selama ini ia melihat bahwa puisi karya penulis itu berisikan untaian kata patah hati
"Entahlah. Tapi itu sudah menjadi ciri khas puisi karyanya" sahut asya
"Apa dia sering mengalami patah hati? Atau kisah cintanya selalu berujung tidak baik?"
"Tidak juga sih, tapi memang puisinya dibuat berdasarkan realita untuk mewakili perasaan orang-orang yang patah hati" sahut asya mengemukakan pendapatnya
"Berdasarkan realita?"
"Iya. Biasanya dia mengamati orang sekitar atau berdasarkan pengalaman pribadi untuk membuat puisinya"
"Kalian cukup dekat ya?" Tanya dirga yang mulai merasa ganjil
"Aku ini penggemar setianya jadi aku banyak tau" sahut asya bangga
"Dari mana kau bisa seyakin itu?"
"Aku sering berkomunikasi dengannya lewat media sosial dan dia ternyata orang yang ramah, kami bisa merasa akrab dengan cepat" binar kebahagiaan langsung memancar dari asya ketika mengatakannya
"Oh satu lagi. Aku akhirnya tau bahwa dia ternyata seorang wanita" sambungnya lagi
"Oh ya?" Tanya dirga
"He'em. Padahal kufikir dia seorang pria" asya terkikik geli ketika mengingat pemikirannya itu
"Sungguh? Kufikir dia juga seorang pria" dirga cukup terkejut ketika mendengar penuturan asya, pasalnya selama ini mereka mengira bahwa penulis itu adalah seorang pria
"Hey, hey, hey. Coba lihat apa yang kalian lakukan!"
__ADS_1
Asya dan dirga seketika itu menoleh untuk melihat suara orang yang telah mengejutkan mereka dengan tiba-tiba
"Jangan bermesraan disini, bermesraan saja dirumah sana! Apa ini? Yang benar saja kalian" Orang itu lagi-lagi mengomel tidak jelas
"Duduk berpangkuan, berpelukan dan saling berpandangan. Apa kalian lupa jika ini diruanganku ha!"
"Memangnya kenapa, kau iri?" Sahut dirga dengan sengit
"Ini rumah sakit woy! Sadar dong" nada suaranya semakin meninggi
"Makanya menikah sana! Dasar bujang tua" balas dirga semakin sengit
"Kau juga sebelumnya bujang tua. Sadar diri!"
"Oh kalau aku tentu beda, karena aku sedang mencari zara. Lah kau apa? Memang bujang tua" ejek dirga merasa tidak terima
"Aku tidak setua itu hey" bentaknya kesal
"Segeralah menikah sebelum kau berubah menjadi kakek-kakek sam" sahut dirga cuek
Saat ini asya dan dirga memang berada dirumah sakit tempat dokter samuel bekerja, sesuai dengan instruksi pria itu untuk menjahit luka dirga supaya lebih cepat sembuh. Dan seperti biasa ketika dua orang ini saling bertemu maka mereka akan melemparkan ejekan demi ejekan yang mungkin mampu membawa kesenangan tersendiri untuk mereka
Sedangkan asya yang menjadi penonton diantaranya hanya bisa menunduk untuk menyembunyikan tawa yang sewaktu-waktu siap meledak karena tingkah konyol dua orang pria dewasa dihadapannya
Hal seperti ini hanya bisa dilihat ketika mereka berada dirumah atau tempat pribadi, karena ketika mereka bertemu diluar biasanya akan bersikap formal dan profesional.
"Terserah kau saja" dokter sam tampak bersungut-sungut ketika mengatakannya
"Jangan tertawa ra" dirga memperingati asya ketika ia melihat istrinya itu yang seakan siap tertawa hingga terbahak-bahak melihatnya
"Hm" asya menjawabnya dengan bergumam dan mengangguk tanda mengiyakan
"Sekarang sebaiknya kau melepaskan pelukanmu dan menjauh darinya" titah dokter sam kepada dirga
"Kenapa aku harus menjauh dari istriku, nanti aku bisa rindu" sahut dirga enteng
"Cepatlah dirga. Aku perlu menjahit lukamu" geram dokter sam yang mulai kesal
"Mana bisa seperti itu bodoh!" bentak dokter sam
"Hey. Apa boleh seorang dokter berkata kasar pada pasiennya" hardik dirga merasa tidak terima
"Tentu saja tidak" sahut dokter sam dengan yakin
"Lalu kenapa kau berlaku seperti itu padaku, aku ini pasienmu tau"
"Kau itu pengecualian" kata dokter sam dengan ringan tanpa beban
"Sudahlah mas, mengalahlah dan biarkan lukamu diobati" sela asya sebelum dirga kembali mengucapkan kata untuk menentang dokter Sam lagi
"Tapi ra..."
"Tak apa, aku akan duduk disana dan melihatmu diobati" tunjuk asya pada kursi yang tak jauh dari mereka
"Aku tidak akan jauh-jauh, jadi biarkan dirimu diobati okay. Ini hanya sebentar" bujuk asya
Dirga tampak berfikir, ia melihat kursi yang ditunjuk istrinya itu lalu kembali melihat asya, lalu akhirnya mengangguk dan melepaskan rengkuhannya
"Jangan jauh-jauh" titahnya ketika asya beranjak dari pangkuannya
Asya mengangguk menjawabnya
***
"Jadi dimana mike sekarang?" Tanya dokter sam kepada dua orang yang tengah duduk dihadapannya. setelah selesai menjahit luka dirga
"Dia ada dirumahku" sahut asya
__ADS_1
"Dirumahmu? Sedang apa dia" tanya dokter sam merasa bingung
"Dia sedang bersama adik dan ibuku, mereka sedang menanam bunga dihalaman belakang" jawab asya
"Menanam bunga dengan adik dan ibumu?" Tanya dokter sam lagi
"Iya, tadi pagi ibuku mengajak kami berkebun bersama. Tapi karena aku dan dirga harus kemari makanya kami tidak ikut, ya akhirnya hanya mereka bertiga" ucap asya menjelaskan
"Kenapa mike bisa dirumahmu sepagi ini?" Tanya dokter sam penasaran
"Dia memang menginap disana semalam, dan seperti biasa. Kau pasti juga tau bahwa mike mudah akrab dengan orang lain" sahut dirga
"Lalu diapun disana seperti dia adalah bagian diantaranya" tebak dokter sam
"Ya kau benar" dirga mengangguk membenarkan tebakan dokter sam
"Dia bahkan sudah bisa berbincang akrab dengan kakak iparku, juga sangat dekat dengan adikku" sahut asya
"Wow. Luar biasa sekali" dokter sam terkagum mendengar penuturan asya dan dirga, mike baru saja berjumpa dengan keluarga asya semalam dan dia sekarang sudah mampu menjadi bagian diantaranya
"Ayahku juga menyukainya karena mike ramah dan bisa dijadikan lawan bermain catur" asya ikut kagum ketika mengingatnya
"Maklum saja, sudah lama mike tidak merasakan kehangatan keluarga seperti itu, jadi tentu ia akan merasa sangat gembira ketika keluargamu menerima keberadaannya"
"Bahkan mas adam lebih akrab dengannya daripada aku" dirga terkekeh ketika mengatakannya
"Adam kakaknya asya?" Tanya dokter sam
"Iya. Bahkan mas adam menatap dirga dengan tajam, tetapi tampak bersahabat ketika menatap mike" ucap asya ikut terkekeh merasa lucu dengan hal itu
"Ini hal baik yang patut kalian waspadai" ucap dokter sam tiba-tiba, dirga mengangguk menanggapinya sedangkan asya tampak bingung
"Kalian pasti tau bagaimana cara mike menyayangi orang-orang yang dianggapnya keluarga bukan?" Tanya dokter sam
Asya dan dirga kemudian mengangguk
"Dia akan menyingkirkan siapapun yang mengganggu keluarganya bahkan sampai semut sekalipun" ungkap dokter sam
"Aku punya beberapa anggota keluarga yang memang agak berselisih, jadi! Apakah mereka dalam bahaya sekarang" asya langsung menutup mulutnya ketika memikirkannya
"Benar. Ada kemungkinan mike akan menganggap mereka sebagai musuh" sahut dirga
"Tapi inikan hanya masalah keluarga, masalah kecil yang sering terjadi" sangkal asya
"Kita sama-sama tau bagaimana cara pandang mike, dia berbeda dengan kita" ucap dokter sam
"Trauma yang membekas pada ingatannya menyebabkan obsesi dalam menjaga keluarganya berlebihan, ia tidak akan mau kehilangan bahkan jika itu hanya suatu kemungkinan terkecil"
"Baginya kebahagiaan selalu harus disertai dengan kewaspadaan"
Dokter sam menjelaskan tentang bagaimana mike dengan luka dan trauma yang akhirnya menimbulkan sifat lain darinya
.
.
.
.
.
PRAKATA DARI PENULIS;
Ma'af telah membuat pembaca sekalian menunggu sangat lama, sejujurnya penulis memang sempat berniat menghentikan cerita ini karena sepertinya kurang diminati oleh pembaca. penulis juga sempat berfikir untuk membuat ceritanya tamat dengan segera meski dengan ending yang dipaksakan.
Setelah sekian waktu penulis mengabaikannya, lalu ternyata banyak notif dari jejak pembaca yang ditinggalkan. Ternyata masih ada yang menunggu dan itu membuat penulis terharu, dan memutuskan tetap melanjutkan cerita ini sebagaimana mestinya.
__ADS_1
kepada seluruh pembaca Novel SETAN POSESIF karya penulis ini, saya ucapkan terimakasih dan jangan bosan untuk meninggalkan jejak. kalian juga boleh meninggalkan jejak digrup chat yang ada meski hanya untuk sekedar bertanya-tanya.
Sekian dan semoga pembaca sekalian selalu sehat serta dalam lindungan tuhan Yang Maha Esa