Setan Posesif

Setan Posesif
ZARA


__ADS_3

Seakan cuaca begitu memahami suasana hati asya, air turun dari langit cukup deras menjatuhi bumi menyamai tangisan asya yang tergores, terluka dan hancur lebur oleh keputusannya sendiri


Diawal ia tampak tegar dan kuat, tapi dibelakang ia tampak ambyar dan sekarat


Memang nyatanya hati tidak akan bisa dibohongi sehingga ia akan lebih menyiksa diri


Ketika dirimu melakukan hal yang bertentangan dengan hati, maka bersiaplah merasakan kehancuran dan sakit sebagai konsekuensi


Setelah pertemuannya dengan zeus asya meminta anne untuk mengantarkan kerumah orangtuanya, saat ini ia sangat membutuhkan support dan pelukan dari orangtuanya agar dirinya mampu bertahan dari pedihnya keputusan yang ia ambil sendiri


Asya sudah berada didepan rumahnya namun ia belum juga mengetuk pintu itu, padahal udara sudah semakin dingin oleh hujan. Dan tubuhnya sudah sedikit basah setelah turun dari mobil tadi


Anne masih setia menemaninya meski asya sudah menyuruhnya pergi, dengan patuh anne berkata akan pergi dari sana ketika asya telah masuk kedalam rumah dan bertemu kedua orang tuanya


Dengan lemah asya mengetuk pintu rumahnya, namun tangis membuat ia menghentikan tangannya. Anne dengan sigap segera menggantikan asya untuk mengetuk pintu


Tok.tok tok tok


Diketukan pertama hingga kedua masih tidak ada jawaban, hingga diketukan ketiga barulah ada seseorang yang membuka pintu


"Abiiiiii" teriak asya berhambur ketika melihat ayahnyalah yang membuka pintu


"Zara" panggil ayahnya yang langsung membalas pelukan putri kesayangannya, dielus-elusnya kepala sang putri dengan lembut


"Zara, ada apa sayang?" Tanya ahmad kepada putrinya yang langsung menangis meraung-raung


"Abi...." asya tidak sanggup lagi melanjutkan ucapannya


Anne yang merasa bahwa tugasnya untuk menjaga sang nyonya dihari ini telah selesai segera mengambil tindakan untuk pamit


"Ma'af sebelumnya tuan ahmad, saya hanya akan menjaga nyonya sampai disini dan saya akan segera pamit. Saya akan kembali besok untuk menjemput nyonya" ucap anne dengan gerakan tubuh sedikit membungkuk hormat dan segera beranjak.


Ahmad hanya membalas anne dengan anggukan lalu setelah anne pergi ia segera menuntun asya kedalam rumah


Asya adalah putri kesayangan ahmad sekaligus anaknya yang paling bandel, asya bukanlah tipe gadis yang cengeng seperti gadis umumnya. Asya juga tidak pernah mau memanggilnya dan sity dengan panggilan Abi dan umi melainkan dengan ayah dan ibu semenjak ia masuk SMP, ia berbeda dengan adam dan nathan jadi kesannya asyalah yang anak angkat bukan adam.


Dan ini adalah yang pertamakalinya setelah sekian lama asya memanggilnya Abi tentunya ahmad merasa senang karena merasa menemukan putri kecilnya kembali, ahmad mengerti jika putrinya sedang mengalami masalah yang cukup berat. Melihat dari keadaan asya yang berantakan dan tampak kalut


Zara adalah panggilan kesayangan asya dari ahmad untuknya, adam dan nathanpun terkadang memanggil asya dengan zara juga.


Sity yang baru saja selesai sholat menjadi panik ketika mendapati putrinya pulang kerumah dengan keadaan yang kurang baik, segera didekatinya suami serta putrinya yang duduk disofa dengan keadaan masih berpelukan

__ADS_1


"Sayang, ada apa denganmu zara?" Tanya sity kepadanya dengan lembut dan mengusap punggungnya


"Entahlah ma, zara sudah menangis sejak tiba tadi" sahut ahmad pada istrinya itu


"Zara, coba ceritakan sayang. Ada apa?" Ditariknya dengan perlahan asya dari pelukan ahmad agar dapat melihat wajah putrinya itu


"Umaaaa....." lagi-lagi asya malah menangis semakin keras ketika menatap ibunya, ia bahkan sudah berhambur dan memeluk ibunya itu


"Zara anak uma yang cantik, ada apa sih sayang cerita sama uma" sity berusaha membujuk putrinya itu


Jujur asya bukanlah tipikal gadis cengeng ia lebih tegar dan pemberani jika dibandingkan perempuan pada umumnya, asya sering dipanggil zara yang artinya putri tapi sayang tingkahnya lebih mirip lelaki. Untuk ukuran seorang perempuan asya memang terlalu gantle


Hari ini cukup mengherankan karena setelah sekian lama asya kembali kerumah dengan menangis meraung-raung, orang tua mana yang tidak perih teriris hatinya jika melihat anak perempuannya menangis dengan keadaan basah kuyup. Pastilah ada ribuan rasa sakit yang langsung menjalari jiwa apalagi jika sang anak yang terluka adalah anak yang biasanya setegar asya


"Zara anak abi ada apa nak? Suami kamu gak ngapa-ngapain kamu kan, kalian nggak bertengkar atau semacamnya kan sayang?" Entahlah saat ini fikiran ahmad cukup melayang-layang memikirkan putrinya


ada banyak perkiraan buruk yang melintasi otaknya, ia tau betul pernikahan asya dan dirga hanyalah suatu kecelakaan dan ketidak sengajaan. Tetapi ia selalu berfikir jika mungkin menantunya itu tidak akan melukai putrinya


Lantas apa yang sebenarnya terjadi! Zara putrinya bukanlah perempuan yang akan menangis karena masalah kecil ataupun luka fisik, karena luka fisik itu layaknya cambuk yang akan membuat zaranya semakin terpacu, Jika masalah tekanan batin jelas masalah ini tidak bisa disepelekan karena mereka tau seperti apa zaranya akan luluh lantak tak bersisa jika hatinya terluka


Namun gelengan lemah yang merupakan jawaban dari putrinya membuat semua pemikiran buruknya sirna seketika


"Bi.....hiks.....zara hiks..." asya tak sanggup melanjutkan ucapannya lagi


"Zeus melamar zara bi" tangis asya kembali pecah


"Astagfirullah hal'adzim" ahmad terkejut bukan main


Zeus adalah teman sekolah asya sejak SMA dan seluruh keluarga tau betul tentang hal itu termasuk dengan kedekatan mereka, awalnya ahmad banyak menelisik tentang zeus hingga akhirnya ia membiarkan mereka berteman karena nyatanya zeus tidak memiliki ketertarikan khusus kepada asya, ia juga dapat melihat bagaimana putrinya cukup memberi jarak pada zeus. Ahmad adalah orang dengan pemahaman agama yang cukup. tentunya tidak akan membiarkan anak yang diperlakukannya layaknya seorang princess itu dekat dengan seorang lelaki yang bukan mahramnya


Zeus seringkali main kerumah asya dan ahmad juga seringkali bercengkerama dengannya, zeus memiliki kepribadian yang ramah dan hangat tentu mudah membuat orang lain merasa nyaman, berbeda dengan menantunya yang sedikit kaku meskipun begitu ahmad tau benar bahwa menantunya adalah orang yang baik


"Tidak mungkin ra, abi sudah membitahunya bahwa kamu sudah menikah" sangkal ahmad yang merasa tidak percaya


"Sungguh bi zara tidak bohong, zeus bahkan menyuruh asya bercerai" kata asya disela tangisannya


"Bagaimana bisa dia bertindak seperti itu, kemarin dia baru saja berkunjung


abi fikir dia pria yang baik" urat-urat ahmad tampak menonjol seiring genggaman tangannya yang semakin mengerat menahan emosi


"Dia bahkan tau alasan pernikahan zara"

__ADS_1


"Ternyata abi salah mengenalinya ra, kufikir dia adalah sahabat yang baik tak kusangka ia punya fikiran semacam ini" geram ahmad


"Lalu bagaimana perasaan zara yang sebenarnya?" Tanya sity pada putrinya yang masih terisak


"Zara......zara sebenarnya masih mencintai zeus uma" ucap asya gagap dengan nada yang cukup pelan


Ahmad menatap asya dengan tajam, apa yang baru saja diucapkan putrinya itu. Jangan sampai ia salah memahami putrinya sendiri


"zara mencintai zeus sejar kapan?" tanya sity cukup tegas


"sejak kami masih sma uma"


"astagfirullah zara, jika uma tau kamu mencintainya uma tidak akan membiarkan kalian berteman. kamu tau kan sayang jika perasaanmu padanya itu salah!" cecar sity pada asya


"Zara bahkan sempat berfikir ingin kabur dengannya" ucap asya diiringi air mata yang kembali menetes


"ZARAAA!!!" Bentak ahmad tidak menyangka jika putrinya sedemikian itu


"Sejak kapan kamu mulai menemui zeus?" Tanya ahmad dengan murka


"Sejak dua hari dirga pergi keluar kota untuk urusan bisnis bi"


"Kamu sadar tidak dengan apa yang kamu lakukan, sadar tidak jika tindakanmu itu salah" bentak ahmad


"Zara sadar bi, zara sudah punya suami tapi zara juga tidak dapat memungkiri jika zara masih mencintai zeus" airmata semakin berlinang


"Istigfar nak ingat Allah sayang, jangan sampai kamu melakukan tindakan yang bisa membuat Allah murka" nasihat sity pada putrinya


"Abi dan uma kan juga tau pernikahan macam apa yang aku jalani dengan dirga, sikap dingin tanpa rasa yang selalu ditunjukkannya hingga membuatku muak, zara hilaf ma zara hilaf hingga zara berfikir untuk mencari cinta dari pria lain" ungkap asya dengan tangis yang menjadi-jadi


"Istigfar zara, abi tidak pernah mengajarimu menjadi penghianat. Suamimu sedang bekerja dan kamu malah bertemu pria lain dibelakangnya bahkan kamu berniat kabur bersama zeus.


Sesudah ini segeralah sholat taubat zara, akui kesalahanmu pada Allah dan mintalah ampunannya"


ahmad berusaha mengendalikan emosinya, ia juga sadar bahwa putrinya sedang terluka


ia faham betul seperti apa zara, ahmad bahkan bisa menebak dengan pasti keputusan yang telah diambil putrinya itu


Asya hanya menjawab ahmad dengan anggukan lemah


"Pergilah kekamarmu zara, segera sholat taubat dan istirahatlah" titahnya

__ADS_1


Sity segera membantu zara bangkit dari duduknya lalu mengantarnya kekamar



__ADS_2