
Asya baru saja menyelesaikan perbincangan penuh ketegangan dan ancaman dengan dirgantara, pria rese yang selalu mengganggu. Menurutnya
Ia meletakkan ponselnya dengan kasar, ia sangat kesal karena pria itu tak pernah sekalipun membiarkannya melakukan segala sesuatu yang ia inginkan
Dirgantara selalu mengekangnya, dan membatasi seluruh hal yang ingin asya lakukan. Memaksakan segalanya hingga membuat asya begitu muak dan jengah
"Asya?"
Asya langsung mendongak dengan cepat ketika mendengar suara seseorang yang begitu dikenalinya tengah memanggil namanya
Tubuhnya membeku ketika mendapati sosok seorang pria bertubuh putih, tinggi tengah tersenyum memandangnya dengan senyuman merekah yang membuat lesung pipinya terbentuk dan menambah manis parasnya yang memang sudah tampan
Jantung asya berdetak tak karuan, rasanya ada genderang yang ditabuh dalam rongga dadanya. Belum usai keterkejutannya, pria itu sudah mengambil duduk dihadapan asya
Soal anne, ia sedang ke toilet jadi tak tau keadaan yang terjadi saat ini
"Zee" panggil asya dengan lirih
"Iya sya" jawab pria itu dengan senyum kebahagiaan yang terpatri jelas
"Aku sangat rindu padamu sya, aku sudah mencarimu kemana-mana tetapi aku tak menemukanmu"
Asya hanya menjawab zeus dengan senyuman getir
"Kau kemana saja sih, sibuk banget kayaknya. Sampai membalas chat dan memberiku kabarpun tidak sempat" protes zeus pada asya yang sedari tadi hanya terdiam atau membalasnya dengan senyuman masam yang membuatnya semakin kesal
"Maaf zee" ungkap asya dengan penuh rasa bersalah
Mereka sudah dekat selama bertahun-tahun, bahkan ketika asya kuliah dijerman zeus juga kuliah disana. Meskipun zeus mengambil jurusan yang berbeda dengan asya tapi mereka selalu menyempatkan diri untuk berkumpul bersama
Ya! Dengan alicia juga pastinya, zeus kejerman juga karena mengikuti alicia
Asya berkuliah dijerman karena mendapat beasiswa, sedangkan alicia masuk kesana karena mengikuti asya. Menurut alicia asya adalah panutannya, contoh luarbiasa untuknya jadi dengan usaha yang keras alicia berhasil masuk ditempat asya kuliah meski dengan jurusan yang berbeda
Sedangkan zeus?, pria itu tidak lolos. Sehingga ia memilih tempat lain dengan jurusan kedokteran yang sesuai dengannya sebagai penerus ayahnya sang dokter terkenal
Meskipun begitu, zeus seringkali datang dikampus tempat kuliah asya dan alicia. Terkadang hanya untuk mengantarkan minuman, makanan atau kadang sekedar mengajak pergi makan siang bersama
__ADS_1
Dimata zeus, asya adalah wanita hebat yang mampu tinggal dinegeri orang tanpa ketakutan dan penuh kemandirian. Asya bahkan telah menyelesaikan studynya dengan cepat sehingga ia menjadi sarjana muda sekaligus pebisnis yang cukup handal.
Meskipun asya hanya seorang wanita yang masih muda dengan gelar yang setara dengan S1 pada umumnya tetapi ia mampu bersaing dengan orang-orang dengan gelar yang sudah S2 ataupun S3, asya bahkan berhasil menduduki kursi CEO dengan usahanya sendiri sekarang ini
Perusahaan mandala memang pada awalnya sudah besar, tetapi yang membuatnya menembus kancah internasional seperti sekarang ini adalah Asya. Iya! ASYA ZARA SULTHAN
Zeus sangat kagum dan tak percaya setiap kali ia membaca berita yang tersebar tentang temannya itu, setaunya asya hanyalah wanita dengan sifat tenang, ramah dan cukup pendiam selama ini.
Tapi sekali lagi zeus mampu dibuat tercengang dengan prestasi yang dimiliki wanita itu, ia benar-benar tak mengira bahwa asya ternyata cukup berambisi
Akan tetapi rasa rindu zeus yang 1 tahun tak berjumpa dengan asya membuatnya menjadi lebih semangat untuk segera menyelesaikan pendidikannya, nama asya memang seringkali muncul dalam berita tetapi fotonya tak pernah sekalipun muncul, hanya adamlah yang wajahnya seringkali tampak dimedia.
Alicia menyelesaikan pendidikannya bersamaan dengan zeus, mereka merasa terpacu karena asya telah lebih dulu merambah dunia kerja. Dengan waktu singkat asya telah menjadi bintang hingga membuat mereka begitu semangat dan merasa yakin bahwa mereka pasti mampu dan bisa segera menyusul asya didunia luar
Tapi ternyata setelah alicia dan zeus lulus, mereka malah tak bisa berjumpa dengan asya.
Zeus harus ikut pelatihan dengan anggota khusus ayahnya guna memaksimalkan kemampuannya dan segera membantu ayahnya, sedangkan Alicia juga harus mengikuti pelatihan untuk meneruskan perusahaan milik ayahnya, sebenarnya tanpa susah-susah payahpun alicia akan tetap mewarisi semua harta milik ayahnya. Karena dia adalah anak tunggal dari perusahaan farmasi yang cukup terkenal baik didalam maupun luar negeri
Bahkan meski alicia tidak bekerja atau menyentuh pekerjaannya secara langsungpun ia akan tetap mendapatkan uang yang terus mengalir.
Sungguh luar biasa bukan, semua hal yang alicia lakukan sebenarnya hanya karena terinspirasi oleh asya. Ia begitu mengidolakannya dan begitu mengagumi kerja kerasnya, sehingga alicia begitu berusaha untuk menjadi setegar dan sekuat asya
"Bagaimana kabar alicia sekarang zee?" Tanya asya membuka suara
"Dia baik-baik saja" sahut zeus dengan tatapan sendunya
"Ada apa" tanya asya ketika melihat raut wajah lesu zeus
"Dia ternyata tidak menyukaiku sya, tidak pernah malah" ucap zeus dengan suara tercekat penuh kepedihan
"Kurasa kau hanya perlu berusaha untuk membuktikan perasaan cintamu padanya" ungkap asya mencoba memberikan saran
"Tidak sya" jawab zeus cepat
Dilihatnya asya yang hanya memandangnya tanpa berkata-kata
__ADS_1
"Dia sudah lama tau aku mencintainya bahkan usahaku untuk membuktikannya juga tidak kurang, tetapi dia memang tidak pernah mencintaiku" dilihatnya asya yang masih memperhatikannya
"Dia menolak lamaranku dan berkata bahwa ia menyukai pria lain, bahkan mereka akan segera melangsungkan pernikahan"
"Apa?, bagaimana mungkin. Dia tidak ada memberitahuku tentang itu" ungkap asya terkejut
"Dia ingin memberimu kejutan, percayalah! Ia akan segera mengantarkan sendiri undangannya itu padamu" sahut zeus dengan keyakinan yang nyata
"Bagaimana mungkin" kata asya penuh kebingungan
"Aku sudah stengah tahun tidak berjumpa dengannya, hatiku sakit menerima kenyataan ini. Aku sudah mencintainya sejak lama tetapi ia menolakku begitu saja"
Ucap zeus penuh kekecewaan
"Zee" panggil asya dengan lemah
"Ternyata selama ini dia tidak menanggapi aku dengan sengaja sya, karena dia memang tidak menyukaiku"
Zeus mengangkat kepalanya tegak dan tersenyum menatap asya
"Tidak papa, setidaknya kita bertiga masih menjadi teman" zeus tersenyum meringis menampakkan deretan giginya yang rapi, berusaha menunjukkan bahwa dia baik-baik saja
"Nyonya, sudah waktunya anda kembali"
Tiba-tiba saja anne sudah berada disamping asya dengan sikap siap seperti biasa, ia menatap zeus sekilas dengan pandangan tak suka
"Loh sya, kitakan baru sebentar mengobrol. Nanti saja pulangnya, aku akan mengantarmu" sahut zeus merasa tidak senang karena asya hendak pulang
"Aku sungguh minta maaf zee, lain kali kita pasti bisa bertemu lagi" . Asya sudah beranjak, ia bersiap segera meninggalkan tempat itu
"Anne, tagihannya sudah kau bayar?" Tanya asya pada anne, dan wanita itu mengangguk mengiyakan
"Biarkan aku mengantarmu" zeus segera berdiri hendak mengantar asya pulang
"Anda tidak perlu repot-repot tuan zeus, saya akan bersama nyonya" jawab anne dengan sopan dan tegas
anne mengulurkan tangan mempersilahkan asya untuk berjalan mendahuluinya
__ADS_1
Asya hanya tersenyum menyesal menatap zeus lalu melambaikan tangannya meninggalkan tempat itu