Setan Posesif

Setan Posesif
Tiba-tiba


__ADS_3

Asya sedang sibuk membangunkan suaminya yang entah mengapa selepas sholat subuh malah tidur lagi bukan beraktifitas seperti biasanya ia lakukan, dan rupanya dirga amat sulit dibangunkan hingga membuat asya harus berbicara dengan nada cukup keras supaya suaminya itu terganggu dan segera terjaga


Dengan segenap kemampuan dan kekuatannya asya berusaha menegakkan tubuh dirga diposisi terduduk, supaya pria itu bisa segera terjaga


"Bangun mas, masyaallah beratnya" keluh asya ketika menarik tangan suaminya agar terduduk. Sedangkan dirga hanya menggumam malas tak jelas


"Bangun mas, hey hey lihat aku" ucap asya lagi ketika berhasil mendudukkan dirga, ditepuk-tepuknya wajah dirga dengan pelan


"Ngantuk ra" keluh dirga tanpa membuka matanya


"Gak mau gitu lihat aku yang udah cantik ini, mubadzir loh" pancing asya, dan ternyata itu berhasil pemirsa. Dirga sedikit membuka matanya meski masih didominasi oleh kekantukannya


"Ngeblur macam kamera" ucap dirga dengan suara serak khas bangun tidur


"Cepetan bangun mas, abi suruh kita kerumah" geram asya melihat suaminya itu mulai terpejam lagi


"Cium dulu"


"Halah modus, cepetan mas abi udah nungguin ini" tolak asya


"Cium dulu baru mau" kekeuh dirga


Dengan malas asya mencium pipi dirga


"Disini lho ra, bukan disitu" tunjuk dirga pada bibirnya


"Yang pentingkan dicium" sangkal asya sewot


"Gak bener ya gak mau bangun" ucap dirga dengan angkuhnya


"Gak usah aneh-aneh ngapa sih, masih pagi ini" tuding asya frustasi


Entah kenapa pagi ini dirga membuatnya begitu kesal hingga rasanya ingin mencekik pria itu, sebenarnya setiap hari asya sudah merasa setres dengan sikap posesif suaminya itu dan sekarang ditambah dengan sikap menjengkelkan minta ditonjok yang sayangnya tidak bisa ia lakukan itu


"Cuma minta cium doang kok" kilah dirga


"Nanti kucium betulan situnya nafsu" tuduh asya tanpa aling-aling


"Semalam gak dapat jatah, ya wajar dong" jawab dirga dengan santai


"Astagfirulloh mas, bangun aja napa sih gausah ribet gitu" teriak asya frustasi dengan mengacak-acak rambutnya


"Cium ra, cepetan" ucap dirga enteng serta menengadahkan wajahnya


Dengan marah bercampur malas asya mendekatkan diri, lalu ditangkupnya wajah dirga


Cup, asya menciumnya dengan cepat


"Gak kerasa" komentar dirga, pria itu sudah membuka matanya namun belum beranjak dari kasur


"Protes mulu, udah cepet bangun buru-buru ini" keluh asya semakin frustasi


"Ulangin lagi" titah dirga


"Nanti jadi lama. Cepetan mas, Ya Allah abi udah nungguin lho" geram asya frustasi

__ADS_1


"Nanti malam tapi" ucap dirga misterius


"Iya deh iya, udah cepetan gih" ucap asya sambil menarik dirga supaya turun dari kasur


Dirga tidak menjawab ia hanya turun dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, tiba-tiba ia berbalik dan mencium asya sebelum akhirnya berlari menuju kamar mandi sebelum istrinya itu marah dan membahayakan malamnya nanti.



Setelah dirga keluar dari kamar mandi asya segera menyambutnya, ia mendongak dan menatap serta menyentuh dagu dirga dengan perlahan


"Ada apa ra, minta cium?" Tanya dirga asal


"Ge'er banger sih jadi orang" ucap asya dengan nada mengejek yang kental


"Mana tau kan"


"Emangnya situ, yang mesum" ucap asya dengan penuh penekanan


"Sama istri sendiri" bela dirga


"Hm" sahut asya


"Kamu kasih apa ra?" Tanya dirga ketika asya mengoleskan sesuatu pada dagunya


"Foundation, buat nutupin lukanya" sahut asya masih terfokus dengan kegiatannya


"Jangan ditutup ra, biar kelihatan" keluh dirga


"Mesumnya gak usah diliatin ya, dikira KDRT nanti sama abi" ucap asya lagi


Asya tidak menjawab hanya ia tekan luka dirga dengan keras hingga pria itu mengaduh kesakitan


Ahmad sang ayah asya memang selalu berfikir bahwa dirga adalah pria biasa, baik dan tergolong pendiam. Ia selalu mengingatkan asya supaya tidak melawan pada suaminya itu, karena menurut ahmad sikap keras dan lasak asya bisa saja ia gunakan untuk melakukan kekerasan pada dirga. Padahal sesungguhnya hal itu tidak akan terjadi karena asya tau dirga yang sebenarnya seperti apa


Asya sudah pernah mengatakan pada ayahnya itu bahwa dirga tidak selemah yang ia bayangkan, namun ayahnya itu tidak percaya bahkan menuduh asya mengada-ngada. Dalam kenyataannya dirga memang tidak pernah kasar kepada asya kecuali istrinya itu menunjukkan ciri-ciri pemberontakan ataupun usaha kabur darinya.


Jadi jika secara langsung dilihat dirga memang tampak seperti suami takut istri dengan sikap posesif dan terkesan bucinnya itu, tetapi dibalik itu ada sikap siap mencabut nyawa jika asya sedikit saja menunjukkan pemberontakannya.


.


***


.


Mencintai dalam sepi


Dan rasa sabar mana lagi


Yang harus kupendam dalam mengagumi dirimu


Melihatmu genggam tangannya dan nyaman berada dipelukannya


Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi


Kau yang pernah singgah disini dan cerita yang dulu kau ingatkan kembali

__ADS_1


Tak mampu aku tuk mengenang lagi, biarlah kenangan kita pupus dihati


Tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi mengenang dirimu diawal dulu


Ku tau dirimu dulu hanya meluangkan waktu sekedar melepas kisah sedihmu


(Reff) Mencintai dalam sepi


Dan rasa sabar mana lagi


Yang harus kupendam dalam mengagumi dirimu


Melihatmu genggam tangannya dan nyaman berada dipelukannya


Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi.



Asya ikut benyanyi mengikuti lagu yang diputar oleh dirga, mereka saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumah orangtua asya.


Dirga tau bahwa asya menyukai lagu-lagu yang terdengar kalem daripada lagu dengan hentakan-hentakan keras yang sedikit mengusik ketenangan dan mengganggu pendengaran, itu sebabnya dirga memilih memutar lagu dari Guyon Waton dengan judul Menepi yang memang cukup nyaman didengar untuk perjalanan mereka dengan mengabaikan liriknya yang galau.


Selain itu asya juga menyukai lagu korea dengan judul Stay With Me yang menjadi soundtrack film Goblin, dirga juga sempat memutarnya untuk asya meski tak tau artinya sedangkan lagu kali ini tentu ia mengerti bahkan hafal liriknya sehingga ia bisa ikut bernyanyi dengan asya yang sudah merasa seperti penyanyi profesional itu.


Tanpa terasa mereka sudah hampir tiba di tujuan, sedangkan asya masih asyik menyanyi mengikuti lagu yang terputar dimobil dengan begitu menghayati.


Dirga hanya melihatnya dengan senyuman tipis yang manis, rasanya hatinya menghangat melihat asya yang tampak riang bahkan sesekali melihat dirga lalu tersenyum.


Ternyata bahagia itu sederhana, dirga yang dulu adalah seseorang yang bahkan tersenyumpun jarang namun sejak kehadiran asya semuanya terasa berbeda, dirga bahkan sering tertawa oleh hal-hal kecil. Melihat asya tersenyum tulus padanya saja ia sudah sangat bahagia


Sungguh dirga tak pernah mengira bahwa bahagia bisa sesederhana ini, dulu ia dan mike berfikir bahwa manusia seperti mereka tidak berhak bahagia, dan rasanya kebahagiaan adalah sesuatu yang mustahil. Hingga ketika asya hadir dihidupnya, wanita dengan sifat lasak yang dalam bahasa jawa berarti tidak bisa diam atau garis kerasnya bar-bar itu hadir dihidupnya


Asya yang tidak segan-segan berteriak dan menentangnya jika merasa tidak senang atau tertindas itu telah berhasil membuktikan padanya bahwa bahagia itu sederhana, dan dirga sangat mensyukuri kehadiran asya dalam hidupnya.


Tanpa disadari mereka telah tiba dikediaman orangtua asya yang sudah seperti orangtua sendiri bagi dirga, segera ia parkirkan mobilnya dengan rapi digarasi setelah itu mereka turun dan segera memasuki rumah itu


"Assalamualaikum" ucap asya dan dirga secara bersamaan memberi salam didepan pintu rumah


dirga sempat tersenyum memandang asya yang juga tersenyum padanya, rasanya dirga tidak sabar untuk bertemu keluarganya dan berkumpul bersama didalam sana


"Walaikumsalam" terdengar jawaban dari dalam diiring dengan suara langkah kaki yang mendekat


Ketika pintu terbuka sosok ahmad yang tersenyum langsung menyapa mereka


"Masuklah nak" ucapnya hangat seperti biasa, bisa dilihat raut kebahagiaan dari wajahnya ketika mengarahkan anak dan menantunya menuju ruang keluarga


Buughhh


"Astagfirulloh hal'adzim" teriak asya dan ahmad secara bersamaan


Asya kaget dan langsung bergerak membantu suaminya yang terjatuh karena terkejut menerima pulukan yang mendadak


Baru juga berdiri, tiba-tiba kerah kemejanya langsung dicengkeram erat dan akan segera dipukul lagi


"Mas adam jangannn" teriak asya berusaha menjauhkan adam dari suaminya itu

__ADS_1


"Adam hentikan" bentak ahmad berusaha melepaskan dirga dari cengkraman kuat adam yang siap kembali melayangkan serangan


__ADS_2