
Pagi hari yang cerah membawa sinar hangat yang mampu menembus tulang untuk menyalurkan vitamin dalam tubuh seorang manusia
Bunga-bunga bermekaran dengan indah, embun yang masih tersisa menempel pada dedaunan taman membuatnya tampak semakin cantik mempesona
Udara pun terasa sejuk menyentuh lembut paru-paru, membawa rasa segar keseluruh tubuh
Asya tengah berjalan-jalan ditaman kota dengan riang gembira, ia sedang menikmati hari kebebasannya.
Bebas dari dirgantara fatir maheswara aka suami sah nya
Saat ini asya mengenakan dress sebawah lutut dan berlengan panjang berwarna hijau muda, rambutnya dikuncir kuda, membawa tas selempang kecil berwarna silver dan memakai sneaker berwana silver juga.
Penampilannya saat ini akan membuat siapapun yang melihat menganggapnya seorang gadis remaja 17 tahunan yang tengah menikmati akhir pekan ditaman, bukannya seorang wanita yang sudah menikah. Apalagi perawakan asya yang memang mungil membuatnya tampak seperti ABG
Ada banyak mata yang menatapnya dengan terpesona, bahkan beberapa lelaki menunjukkan rasa ketertarikannya dengan terang-terangan
Senyum diwajah asya masih saja mengembang, menambah cantik wajahnya
"Inilah kenikmatan yang haqiqi" ucapnya dramatis
"Nyonya, apakah anda belum lelah?" Tanya anne yang mengikuti dibelakang
"Tentu saja belum" ungkapnya cepat
"Tapi kita sudah berkeliling selama 2 jam nyonya" sanggah anne
"Jika kau lelah, istirahatlah" jawab asya tanpa menoleh
Anne kebingungan, ia terus berfikir kira-kira bagaimana caranya membujuk nyonyanya itu agar mau berhenti. Jujur saja, anne takut ketika membayangkan tuannya itu tau bahwa istrinya tengah menjadi pusat perhatian
Tentu saja tuannya itu akan mengamuk atau yang lebih menakutkannya lagi orang-orang itu akan mati seketika dengan mengerikan
"Nyonya"
"Hm"
Anne tersenyum tipis, ia tau benar apa yang harus ia lakukan. Nyonyanya itu adalah wanita dengan tipikal doyan ngemil terutama kue-kue ringan yang manis
"Didekat sini ada tempat yang menyediakan kue-kue coklat yang diolah sendiri" anne menggantungkan ucapannya dan melihat reaksi nyonya dihadapannya itu
Benar saja, asya langsung menoleh karena merasa tertarik dengan apa yang dikatakan pengawal pribadinya itu
__ADS_1
"Dari yang saya dengar bahwa kue coklat maupun vanilanya memiliki aroma kuat yang khas dan memiliki tekstur yang ringan dimulut, apalagi ukuran kuenya yang mini membuat kita bisa mencicipi banyak varian lainnya tanpa takut kekenyangan"
"Benarkah?" Asya berkata dengan tatapan mata berbinar layaknya anak kecil yang mendengar akan diberi eskrim
"Kita bisa berkunjung kesana jika nyonya mau"
Asya menyahut ucapan anne dengan anggukan penuh semangat
Anne yang melihatnya langsung tersenyum dan mengarahkan agar asya mengikuti langkahnya menuju tempat yang mampu menarik minat nyonya pembuat onarnya dengan luar biasa
Anne tengah menatap asya dengan penuh kekaguman, ia melihat nyonyanya itu memakan kue-kue kecil dihadapannya dengan begitu hikmat. Seakan-akan itu adalah makanan langka yang begitu nikmat dan yang lebih hebatnya lagi asya telah menghabiskan 20 kue dengan varian yang berbeda-beda
"Ann, aku akan mengambilnya lagi" asya segera bangkit dan mengambil kue-kue mini untuk kembali mengisi nampan sajiannya yang telah kosong
Setelah mengambil kue dengan jumlah 10 buah ia langsung duduk kembali dihadapan anne dan menikmati kuenya
Asya hanya menjawabnya dengan gelengan
"Tapi anda sudah menghabiskan 20 kue" ungkap anne keheranan
"Memangnya kenapa?" Tanya asya balik
"Saya saja sudah kenyang dengan memakan 5 buah kue, masa nyonya tidak juga merasa kenyang?" Tanya anne tak yakin
"Kue-kue ini sungguh luar biasa, aroma vanilanya begitu menggugah selera" ucap asya penuh dengan kekaguman
Anne yang melihatnya hanya menggelengkan kepala dengan keheranan
Bagaimana mungkin mulut kecil dan juga tubuh mungil asya mampu melahap habis kue-kue itu dengan cepat
Triririiing,triring ring
Ponsel asya berdering dan membuat asya menghentikan tangannya yang hendak menyuapkan kue kemulutnya, ditatapnya layar ponsel yang tampak berkedip-kedip
__ADS_1
Ia meraih ponsel itu dengan enggan lalu ditempelkannya ketelinga dengan malas
"Hallo, assalamu'alaikum" sapa asya
"walaikumsalam Sya, kau sedang apa? Dimana? Dengan siapa? dan kenapa tidak segera menjawab panggilanku?" Tanya suara dari seberang
"Hm" jawab asya dengan gumaman yang singkat, padat dan tidak jelas
"Sya, jawab aku dengan benar"
"Apa?" sahut asya malas
"Atau akan kukirim zack kesana lalu menyeretmu dan menguncimu dirumah" ancam dirga
Bayangkan saja deh, suami tercinta sedang keluar kota karena ada urusan bisnis. Tapi istri tercintanya malah bermain-main diluar terus dan sangat susah diingatkan, yah meskipun asya memang tak cinta.
Sudah dua hari dirga pergi keluar kota dan selama itu pula asya pergi berkeliaran layaknya traveler, sebetulnya dirga tidak ingin memberikan asya izin keluar rumah selama dia tak ada. Tetapi Asya dengan keras kepalanya bertekad ingin keluar rumah dan dirga juga tau dengan benar bahwa semakin ia melarang maka asya semakin berontak, lalu dengan segala pertimbangan akhirnya asya diberikan izin.
Dengan syarat setiap pagi, siang dan malam ia harus memberikan laporan tentang kemana ia pergi, dengan siapa, apa yang ia lakukan dan asya juga harus pulang tepat waktu
Tapi namanya juga asya jika sedikit saja ia memiliki kesempatan, maka dengan senang hati ia akan lari membebaskan diri.
Toh! Hal terbesar yang begitu diinginkannya hanyalah terbebas dari cengkraman dirgantara, jadi ketika ia memiliki kesempatan meski hanya sebentar, pasti akan dimanfaatkannya sebaik mungkin
"Jangan lakukan itu" jawab asya dengan panik
Habislah sudah, jika pria itu benar-benar mengirim zack kemari dan menyeretnya pulang. Hari kebebasannya akan hilang tanpa ada celah untuk memiliki kesempatan yang sama lagi
"Bersikap baik dan menurutlah, aku sangat tidak suka pembangkang" sahut dirga dengan dingin
"Aku bersama anne, dan aku sedang makan kue" asya menjelaskan keadaannya dengan cepat
Ia benar-benar tidak ingin masa kebebasannya terenggut secepat mengkin
"Lakukan apapun yang kau inginkan, pergilah berbelanja dan belilah semua yang kau mau. Kau bebas melakukannya" ucap dirga gamang
"Asal jangan pernah kau mencoba kabur dariku atau lari kepelukan pria lain" lanjut dirga dengan suara tegas penuh penekanan
"Aku bukan wanita murahan" jawab asya dengan ketus
"Tentu saja, kau sangat mahal bahkan melebihi seluruh hartaku. Oleh karena itu, untuk mendapatkanmu aku harus menodongkan senjata pada kepalamu" kata dirga dengan nada suara tenang tanpa rasa bersalah sedikitpun
Sedangkan asya yang mengingat kejadian ketika ia hampir dibunuh dan bagaimana rumitnya semua ini hingga akhirnya menjadi istri dari dirgantara begitu membuat darahnya mendidih penuh kemarahan
__ADS_1
"Dengarkan aku sya, berhentilah bersikap nakal dan tunggulah aku kembali dengan baik, serta jadilah anak manis yang penurut" ucap dirga masih dengan nada datar tanpa tikungan khasnya