Setan Posesif

Setan Posesif
CLBK 3


__ADS_3

‎*ن**عم إن القلوب بين إصبعين من أصابع الله يقلبها كيف شاء


Benar, sesungguhnya hati itu berada diantara jari-jari Allah, Ia membolak-balikannya sekehendakNya.


(HR.at Tirmidizy dishahiihkan syaikh al-albaaniy dalam shahiih at Tirmi**dzy*)



Hari sudah semakin sore, sang surya juga sudah melembutkan cahayanya, menimbulkan suasana hangat yang mendukung. namun bagi sebagian orang itu adalah pertanda untuk segera menyelesaikan kesibukannya, pertanda bahwa ia akan segera berjumpa dengan malam.


banyak orang yang berlomba-lomba untuk segera menyelesaikan pekerjaannya agar ia tidak perlu lembur ataupun harus membawa pulang pekerjaannya yang belum selesai, karena hal itu akan mengganggu waktu mereka berkumpul bersama keluarga.


Asya begitu sibuk seharian ini, apalagi ia harus segera menyiapkan semua pekerjaannya sebelum datang waktu ashar. membuat mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyelaikan perkerjaannya dengan cepat


Sejujurnya asya juga tidak ingin begitu menyibukkan diri seperti ini tapi mau bagaimana lagi, dirgantara akan menyuruh zack datang membawanya jika sampai ashar ia belum sampai dirumah


Saat ini sudah pukul 15:44 berarti hanya tinggal waktu 35 menit lagi sebelum adzan ashar, dan untungnya pekerjaan asya telah selesai. Berkas terakhir yang harus ia periksa dan ditandatangani telah diberikannya pada sekretaris untuk diolah dan diproses.



Asya barusaja keluar dari kantornya, ia sedang menunggu anne datang menjemputnya. beberapa kali ia melirik jam tangannya, berusaha memastikan bahwa ia tepat waktu


setelah dirasa anne masih butuh cukup waktu untuk sampa maka asya memilih untuk menunggu sambil meminum cappucino dingin. Sebuah cafe diseberang kantor adalah pilihan yang diambilnya, dan kalian tau apa yang terjadi berikutnya??


"Sya" panggil zeus dengan nafas terengah-engah


Asya yang melihat zeus tiba-tiba saja terkejut, ia terdiam membeku dengan mata membulat tak percaya. Ia sudah berusaha keras menghindarinya, tetapi pria itu terus saja mendekatinya


"Aku mencarimu dikantor, tapi karyawanmu bilang kau sudah pulang" zeus melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti


"Untung saja ada orang yang melihatmu kemari, jadi aku bisa segera menyusul" senyuman cerah tiba-tiba tergambar jelas diwajahnya


"Zee" panggil asya dengan pelan


"Kenapa kau tak membalas pesanku sya?" Tanya zeus dengan nada kesal


"Ma'af ze"

__ADS_1


"Sesibuk itukah dirimu sampai membalas pesankupun kau tak sempat" sembur zeus merajuk


"Zee..."


"Apa!" Ketus zeus masih merajuk


"Aku benar-benar minta ma'af, aku sangat sibuk zee"


Zeus hanya melirik melalui ujung matanya lalu mengalihkan pandangannya dengan seketika, tanda bahwa ia masih merajuk


"Zee, aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku dan pulang sebelum adzan ashar" ucap asya dengan serius


Zeus yang mendengar itu segera menoleh menghadap asya dengan penasaran


"Aku harus segera pulang atau akan ada bodyguard yang datang dan menyeretku untuk pulang"


"Kenapa ayahmu sekarang semakin protective" sahut zeus merasa sedikit ganjil


Asya hanya membalasnya dengan senyum masam


"Aaa tentu saja, kau sekarang adalah orang penting jadi ayahmu harus memberikan penjagaan lebih. Karena kau orang penting maka akan semakin banyak orang yang mengancam nyawamu" zeus mengangguk-anggukkan kepalanya faham


"Iya" jawab asya singkat dengan senyum manis yang mampu membahayakan jantung


Zeus terdiam, melihat senyum manis asya setelah sekian lama memang memiliki dampak buruk untuk jantungnya yang tiba-tiba saja berdetak lebih cepat, menimbulkan getaran pada jiwanya


perasaan yang telah ia abaikan selama ini, senyuman hangat asya yang mampu menimbukan kenyamanan dan rasa yang menuntutnya untuk bersikap egois


Zeus masih menatap asya hingga seorang pelayan cafe menanyakan menu yang akan mereka pesan, zeus juga masih mengamati ketika asya yang mulai menyebutkan pesanannya


"Kau masih suka cappucino ya sya?"


"Iya, hehe" asya nyengir hingga tampak gigi gingsulnya


"Kau bahkan masih ingat minuman favorite ku" kata zeus dengan senyum simpulnya


"Tentu saja" jawab asya yakin

__ADS_1


Zeus hanya menyahut ucapan asya dengan senyum yang semakin lebar


"Kau suka americano, dan alicia suka ekspresso" ucap asya dengan pandangan yang jauh menerawang


Entah apa yang salah, yang jelas zeus merasa begitu gembira ketika asya mengetahui kopi favoritenya, menyisihkan kenyataan bahwa asya juga mengingat kopi favorite alicia



Sedari dulu asya memang memiliki senyum yang begitu manis hingga mampu memikat siapapun yang melihatnya, meskipun asya memiliki kecerewetan yang luar biasa ditambah dengan sikap jutek dan ucapannya yang sangat menusuk asya tetap mampu membuat orang yang berada didekatnya merasa nyaman


Zeus sudah bersama dengan asya dan alicia sejak SMA ia selalu mengikuti kemanapun kedua gadis itu pergi.


Yah, meskipun asya memang tak melulu bersama dengannya dan alicia karena asya lebih suka berteman dengan sahabat-sahabatnya yang memiliki gaya hidup sederhana. Terkadang zeus merasa cemburu melihat asya lebih banyak menghabiskan waktu bersama kathrina, navila, emely, dan sherlina


jujur, sebenarnya zeus selalu merasa nyaman ketika bersama asya, namun egonya selalu membawanya mendekat pada alicia


Pembawaan asya yang tenang mampu membawa rasa nyaman dan hangat yang merayapi hatinya, tetapi zeus selalu menepisnya. Ia selalu yakin bahwa perasaan yang dimilikinya terhadap asya hanyalah bentuk kekaguman


Ribuan kali hati zeus memberontak namun zeus tetap kukuh meyakinkan bahwa alicialah wanita yang dicintainya.


Hati adalah letak sisi terlembut manusia yang hampir tak pernah berbohong, namun entah mengapa zeus selalu merasa ada yang kosong disisi hatinya yang tersembunyi


Jika saja sedari awal kau mampu menerima kenyataan dan menyadari perasaanmu sendiri, apakah kau akan merasakan semua kekecewaan ini?


Jika saja dirimu mampu dan berani jujur terhadap dirimu sendiri mungkin perih ini tak pernah kau rasakan


Jika saja! Jika saja! Semuanya bisa diulang kembali, apakah semuanya akan tetap sama? Ataukah jalan ceritanya akan berbeda?. Mungkinkah jika mencintainya saat ini tidaklah terlambat?


Apakah nanti senyuman manis itu akan tetap diberikannya? Ataukah tatapan kebencian yang akan dilontarkannya?


Entahlah! Hati dan fikiran zeus terus saja berkecamuk dan bertengkar merasa paling benar, ialah yang begitu bodoh karena telah mengabaikan asya selama ini. Ia juga tak pernah lagi tau jika mungkin asya telah menyerahkan hatinya pada orang lain


Tiba-tiba sisi hatinya memberontak hingga menimbulkan rasa sesak yang tak nyaman, melihat reaksi asya yang seakan menjahuinya membuat ia tak terima. Lalu perasaan itu tumbuh menjadi sesuatu yang lebih kuat yaitu perasaan Egois


Zeus tidak perduli dengan apa yang telah terjadi pada asya selama ini, yang jelas ia menginginkan asya. menginginkan sahabat lamanya itu tetap berada disisinya dan tersenyu hangat untuknya, zeus yakin bahwa kebodohannya selama ini bisa ia tebus.


ia akan mengungkapkan perasaan padanya, dan ia juga sangat yakin bahwa asya juga mencintainya.

__ADS_1



__ADS_2