Setan Posesif

Setan Posesif
Berita


__ADS_3

"Jodoh tak kan lari walau kau kejar, begitupula ajal pasti menghampiri walau kau sembunyi"



Berita pagi ini, sang putri pengusaha terkenal sekaligus model berbakat 'nona Yasmin Sudarsa' mengalami kecelakaan, jasadnya ditemukan hangus terbakar. Beberapa saksi sempat melihat nona yasmin berada dalam Bar sehingga polisi menyatakan bahwa nona yasmin berkendara dalam keadaan mabuk dan akhirnya menabrak pembatas jalan yang menyebabkan mobil yang dikendarainya terjun kedalam jurang. Sekian berita pagi yang saya sampaikan, Terimakasih dan sampai jumpa


Praaangggg...... Suara gelas jatuh yang seketika itu menyebabkan adanya pecahan kaca berserakan


" jangan bergerak nyonya, anda bisa terluka" teriak luna panik ketika melihat asya yang menjatuhkan gelas dalam genggamannya


"Kalian! Cepat kemari dan bersihkan ini. Jangan sampai nyonya terluka karena pecahan kaca" titah luna pada pelayan yang berdiri tak jauh darinya


Asya masih tak menyadari apa yang terjadi, ia terlalu terkejut dengan berita di televisi yang menampilkan suatu kecelakaan mobil dengan keadaan rusak parah dan terbakar.


Bagaimana mungkin ini terjadi! Kemarin ia masih bertemu wanita itu, lalu hari ini dinyatakan tewas?


Pertanyaan itu terus berputar-putar dikepalanya


"Sya, apa yang terjadi?" Dirga terburu-buru mendekati asya karena mendengar suara sesuatu yang terjatuh, sedangkan istrinya itu masih berdiri mematung menatap televisi dihadapannya dengan wajah yang sudah pucat pasi


"Nyonya menjatuhkan gelas tuan, tapi kami telah memastikan bahwa nyonya tidak terluka oleh pecahan kacanya" ucap luna dengan segera, melihat ekspresi khawatir tuannya


"Sya, kau baik-baik saja kan?" Tanya dirga memastikan


Asya masih saja terdiam tak merespon ucapan dirga, sehingga dirga memilih tindakan untuk menyadarkan istrinya itu dari kondisi terkejutnya


"Sayang?" Dengan sedikit mengguncangkan pundak asya


"Hah?" Benar saja, asya baru tersadar dan menyadari keadaan yang terjadi di sekelilingnya


"Ada apa?" Tanya dirga lagi


"Wanita itu....." asya tak melanjutkan ucapannya


"Wanita? Siapa yang kau maksud sya?" Tanya dirga tak mengerti


"Wanita yang kemarin bertemu kita saat aku mengantarkan makan siangmu" asya berusaha menjelaskan maksudnya


"Siapa?" Dirga mengernyit tampak berfikir


"Wanita yang kemarin masuk ruanganmu dan marah-marah itu" berusaha membuat dirga faham dengan orang yang dimaksudkannya


"Oh. ****** itu" ya! Hanya ****** itulah yang berani masuk ruangannya dan kemarin ia telah membuat keributan disana


"Iya! Kau ingat" ucap asya lagi


"Ada apa dengannya?" Tanya dirga dengan nada datar


"Dia meninggal dalam kecelakaan" jelasnya


"Lalu?" Tanya dirga cuek


"Kamu tidak terkejut?" Asya tak percaya melihat ekspresi dirga yang biasa-biasa saja


"Tidak" jawab dirga singkat


"Bukankah dia anak dari rekan kerjamu?" Tanya asya memastikan

__ADS_1


"Tidak lagi sya" jawabnya


"Mengapa bisa begitu?" Asya tak mengerti dengan ucapan suaminya itu


"Aku telah membatalkan perjanjian kerja perusahaan kami" jelas dirga


"Mana bisa begitu, bukankah itu bisa merugikan perusahaan kalian" asya tidak menduga telah terjadi hal seperti ini


"Aku tidak perduli, aku bosnya jadi terserah keinginanku" jawab dirga santai dan berlalu meninggalkan asya menuju kamarnya mengambil jas untuk bersiap kekantor


"Kamu tidak boleh bersikap seperti itu, cobalah fikirkan juga kepentingan orang banyak"


"Aku tidak senang bila ada yang mengganggu milikku" dirga berbalik dan menatap asya yang sedari tadi mengikuti di belakangnya


"Hah?" Perkataan dirga barusan mampu membuat asya seketika menjadi cengo


"Aku tidak suka jika seseorang mengganggumu, apalagi ****** itu telah membuat kita bertengkar" ucapnya tajam dengan memandang asya lekat-lekat


Ucapan dirga mampu membuat asya menelan ludah dengan kasar, nyalinya menciut melihat tatapan suaminya yang rasanya mampu menembus tulang.


ya Allah apalagi yang telah kulakukan, aku telah membuat orang lain dalam masalah!


Dalam hati ia terus merutuki tindakan bodohnya yang berakhir merugikan banyak orang, dirga membatalkan kerjasama dengan perusahaan orangtua yasmin hanya karena berfikir yasmin telah membuat asya marah dan bertengkar dengannya.


Padahal yang sesungguhnya terjadi, asya memang hanya sengaja mencari-cari kesalahan untuk alasan melepaskan diri dari kungkungan suaminya itu.


"Aku akan menghancurkan segala sesuatu yang menjadi alasan untukmu pergi dariku" dirga mengatakannya dengan tegas, ia sedikit mendekat pada asya dan mengusap lembut pipinya


Gleeekkkk.... asya kembali menelan ludah dengan kasar.


Ini adalah kode keras!


fikiran asya semakin berkecamuk, ia mulai mengkhawatirkan sahabat dan orang-orang terdekatnya yang mungkin akan menerima masalah karena tindakannya


Menentangnya secara terang-terangan tidak bisa, menggunakan cara halus juga tidak bisa! Apakah aku memang harus menerima selalu ditindas olehnya?. Oh tentu saja tidak! Bagaimana aku bisa berada disisinya dengan tenang jika nyawaku saja selalu terancam hendak melayang.


racaunya dalam hati ia bahkan tak menyadari ketika dirga mencium singkat keningnya dan beranjak pergi


"Eh! Kemana dia pergi" asya menolehkan kepalanya kekanan dan kiri mencari keberadaan suaminya yang sudah tidak terlihat lagi


"Haiisshh sudahlah, biarkan saja dia. sebaiknya aku bersiap kekantor" racaunya lagi


***



Siang itu asya membawakan makan siang untuk suaminya lagi, persis seperti permintaan dirga.


Asya hanya perlu membuat makanan sesuai instruksi koki kediaman maheswara, sejujurnya ia malas mondar-mandir dari kantornya kekantor dirga tapi mau bagaimana lagi. Pria itu bisa mencincangnya jika asya tak memenuhi keinginannya


Ketika tadi asya mengungkapkan keberatan karena ia masih memiliki setumpuk pekerjaan, tanpa merasa bersalah pria itu bersumpah akan menyuruh bodyguard datang dan menyeret asya keluar dari kantor itu jika berani tidak datang. Bahkan jika perlu ia akan dikurung dikediaman maheswara dan tidak bisa pergi kemanapun.


Akhirnya dengan tergesa-gesa asya kembali kerumah dan menyiapkan makan siang untuk suami menyebalkannya itu, apalagi dirga ingin makanan yang hanya dimasak olehnya bukan membeli ataupun makanan buatan yuda.


Dengan rasa malas yang membuatnya sangat ingin membangkang namun tidak bisa, maka akhirnya asya memasak makanan paling simple yang direkomendasikan oleh koki hebat kediaman maheswara yaitu Yuda


Asya melangkahkan kakinya memasuki kantor dirga dengan wajah yang ditekuk-tekuk

__ADS_1


"Banyak sekali sih maunya. Membuatku setres saja" Kesal asya


Ketika ia melewati meja sekretaris suaminya itu juan langsung menyambutnya dan membukakan pintu ruangan dirga.


Rasanya kemarin ketika asya datang kemari ia tidak melihat juan disana, lalu mengapa sekarang ada?


"Kak juan, mengapa kau disini" tanya asya dengan mengangkat sebelah alisnya


"Saya memang bekerja disini nyonya" jawab juan dengan sopan


"Tapi Kemarin aku tidak melihatmu disini kak" ujarnya


"Apakah nyonya kemarin berkunjung kemari?" Tanya juan penasaran


"Iya, kemarin aku kemari tetapi aku tidak melihatmu bahkan sampai aku pulang" jawab asya yakin


Pantas saja kemarin tuan bersikap seperti itu, ternyata nyonya berada disini. Mungkin saja nyonya salah faham kepada nona yasmin lalu tuan panik dan marah karenanya.


Juan kembali mengingat kejadian ketika dirga menyuruhnya mengusir yasmin dengan tidak hormat, yasmin memang sudah lama menyukai dirga bahkan secara terang-terangan melemparkan dirinya. Namun dirgantara tidak pernah menggubris tingkahnya apalagi menganggapnya ada


Dirga memberikan akses kepada yasmin untuk keluar masuk kantornya hanya karena wanita itu anak dari rekan kerja yang memiliki peran besar dalam proyeknya, ia juga membiarkan yasmin berkoar-koar mengakui diri sebagai tunangannya padahal dirga tak pernah membiarkan yasmin menyentuh sedikitpun kulit dari tubunya.


Tapi sayangnya kebaikan hati seorang dirgantara telah disepelekan bahkan wanita itu dengan beraninya mengusik nyonya maheswara didepan mata dirga sendiri, sungguh tindakan bodoh yang merugikan keselamatan sendiri


"Kak juan, apa ada sesuatu?" Tanya asya bingung ketika melihat juan termenung


Panggilan asya kembali menyadarkan juan dari lamunannya


"Saya kemarin sedang melakukan sesuatu disisi lain kantor, jadi mungkin saja nyonya tidak bertemu saya disini" terangnya dengan tersenyum ramah


"Kufikir dia juga mengganti karyawannya karena tak senang lagi, huffft..... dia sering bertindak impulsif" asya menghela nafas lega, karena fikirannya telah salah


"Mengapa anda begitu mengkhawatirkan karyawan yang mungkin diberhentikan, itu memang sudah resiko mereka nyonya" sanggah juan tidak mengerti


"Tidak baik bersikap seperti itu, kita harus menghargai hak individu seseorang, memikirkan perasaannya dan kondisinya" ia menyuarakan pendapatnya


Betapa baiknya nyonya ini, dia wanita kaya sekaligus bos rendah hati yang baru kutemukan sejauh ini. Kata juan dalam hati


"Tuan tidak menerima kesalahan nyonya, mereka harus bersikap baik dan bekerja semaksimal mungkin. Oleh karena itulah tuan memberikan upah tinggi untuk setiap karyawannya" jelas juan pada asya


"Dia itu hanya berlebihan kak juan" sanggahnya dengan sengit


"Tolong jangan memanggil saya kak nyonya" sahut juan merasa tak aman


"Memangnya kenapa, kurasa kau sedikit lebih tua dariku jadi pantas kupanggil kak bukan?" Asya kebingungan mendengar ucapan juan yang terasa aneh baginya


"Jika tuan mendengar anda memanggil saya dengan sebutan kak, mungkin saja nyawa saya dalam bahaya nyonya" ucap juan dengan memelas


Seketika itu asya tertegun memikirkan ucapan juan, pria itu benar. Mungkin jika dirga mendengarnya dan merasa tak senang maka pria itu akan memenggal kepala juan dengan sadis


"Baiklah. Aku mengerti" ucapnya dengan lemah


Asya memasuki ruangan dirga, ia mengernyit menatap dua orang yang tengah duduk disofa ruangan itu yang tampak serius berbincang hingga tak menyadari kehadirannya,


matanya seketika itu membulat dan tubuhnya terasa membeku ketika mendengar apa yang tengah dibicarakan oleh keduanya


"Aku sudah membereskannya, sesuai keinginanmu aku tidak meninggalkan sedikitpun bukti yang mengarah pada tuduhan ke seseorang. Kulakukan sehingga seakan-akan ****** itu mengalami kecelakaan" ucap pria berambut pirang itu dengan santai menyeruput segelas teh ditangannya

__ADS_1



__ADS_2