
Kisah yang tertulis bagai sulaman jarum diatas kain,
tergambar sulit nan rumit
Bukankah dengan begitu baru tercipta keindahan dan seni dari baliknya.
Bukankah begitu?
Benar bukan!
Kisah ini memang rumit bagai labirin, cerita kita pun mungkin mudah ditebak oleh orang lain.
Kau dan aku! Kita berdua memiliki kisah bak telenovela yang mungkin memuakkan pembaca, tapi sejauh ini ada hal yang sedang kau dan aku perjuangkan
Rasa, ya! Rasa itulah yang sedang kita perjuangkan. Aku yang berjuang untuk memiliki rasa itu padamu secara tulus dan sungguh-sungguh, bukan rasa takut dan waspada. Aku ingin mencintaimu sebagai suatu keikhlasan bukan rasa penderitaan dan kehancuran
Dan kau pun begitu, masih memperjuangkan rasa yang sesungguhnya tak ada. Kau terus saja memastikan bahwa dirimu selalu berada didekatku dan memastikan bahwa aku berada dalam pengawasan keamananmu.
Tanpa perduli sebesar apa kebencianku padamu kau terus saja percaya bahwa aku akan mencintaimu setulus hati, bukan hati meminta cinta padaku, bukan hanya memintaku pada kedua orangtuaku, kaupun juga memintaku dan rasa cinta itu kepada Rabbku.
Aku tau, aku tau inginmu, akupun tau harapmu, aku jua tau usahamu! Namun rasa itu memang belum ada. Kuharap waktu akan menumbuhkannya atau aku yang akan terbunuh karenanya,
rasa ini menimbulkan sesak ketika kutatap matamu dan melihat senyummu
Hatiku hancur, rasaku luluh lantak dan jiwaku lebur penuh rasa bersalah
Pejuang rasaku, Dirgantara
Siang hari ini cukup mengkhawatirkan dengan Awan hitam yang senantiasa menaungi diatas sana, tidak seperti biasanya mentari akan mengalah hingga memilih menyembunyikan cahaya terangnya. dan sampai saat ini awan hitam tersebut belum jua menunjukkan rintik hujannya, seakan sedang menggantungkan perasaan seorang insan
Siang ini dirga sedang berapa dikantor asya, membaringkan diri berbantalkan paha sang istri. Tangannya sibuk menari-nari diatas layar ponselnya dan berselancar didunia maya tanpa tujuan
Sedangkan asya, tangan kanannya sibuk memeriksa berkas-berkas penting, dan tangan kirinya sibuk mengusap-usap kepala dirga seakan ingin membuainya kealam mimpi tetapi sayangnya dirga tetap terjaga dan tidak akan membiarkan asya kemana-mana.
Jangan tanya mengapa seorang dirgantara punya waktu seluang itu untuk bersifat posesif pada istrinya, karena kuyakin kalian masih ingat jika dirga telah menukar jadwal temunya dengan klien yang harusnya siang ini menjadi pagi tadi bersamaan dengan asya. Sehingga siang ini dia memiliki banyak waktu luang yang cukup jika hanya ia gunakan untuk menempel terus disisi asya
Dirgantara bersikap layaknya anak kucing yang terus bergelayut pada asya dan berusaha mendapatkan perhatiannya, meski hanya sekedar untuk dielus-elus
Dirga dan asya sudah berada diposisi itu selama 2 jam, sedangkan dirga merasa nyaman sebaliknya asya sesungguhnya sudah merasa mulai kram. Tapi tumpukan berkas dihadapannya lebih penting dari pahanya yang dijadikan bantal, jika ia melakukan sesuatu ataupun mengeluh maka bukan tidak mungkin dirga akan kembali banyak bicara dan membuat kepalanya semakin pusing
Cukup tadi saja ketika sepulang dari temu dengan klien, dirga cerewet dan berakhir merajuk tidak jelas karena Mr.Sebastian yang bersikap akrab pada asya
__ADS_1
Ternyata mr.sebastian dulunya adalah kakak kelas sekaligus senior asya di club musik sekolah dulu, tetapi asya telah lupa atau memang sebenarnya asya memang tidak pernah memperdulikannya.
Jangan lupakan sikap cuek dan tidak perduli seorang asya, itu juga alasan mas adam memanggilnya zara yang berarti putri. Karena menurutnya asya hanya tau tentang orang terdekat disekitar bukan orang diluar sana layaknya seorang putri yang terisolasi
Dengan perdebatan yang cukup alot karena baik dirga maupun asya sama-sama keras kepala, dan pada akhirnya dirga merajuk sehingga asya sedikit menurunkan egonya dan membujuk dirga. Lalu hasilnya seperti saat inilah
Dirga berada dikantornya, diruangannya, berbaring dan bermanja agar ia membiarkan asya tetap bekerja dan mengurus berkas-berkas pentingnya.
Bayangkan saja sendiri betapa melelahkan dan menjengkelkannya keadaan saat ini
Dirga sesekali bersenandung ketika asya mengusap-usap puncak kepalanya. ia merasa sangat nyaman diposisi itu dan ia tidak ingin beranjak
"Ra?"
"Hm"
"Sayang?"
"Ada apa sih mas?" Tanya asya yang mulai merasa kesal dan terganggu
"Sudah lapar belum?" Tanya dirga tanpa merasa bersalah
"Melihat wajahmu saja aku langsung merasa kenyang" sahut asya asal
"Hm"
"Zara?" Panggil dirga lagi
"Apalagi sih mas?" Tanya asya kesal bukan main
"Aku lapar"
"Yasudah. Makanlah" sahut asya singkat
"Temani" pinta dirga yang terdengar seperti perintah
"Yasudah. Pesan saja agar diantar kemari"
"Aku ingin makan masakanmu" lagi-lagi dirga memerintah
"Aku sedang sibuk mas" sahut asya tanpa melihat dirga yang menatapnya
"Sebentar saja ra" pinta dirga yang terkesan mendesak
__ADS_1
"Tidak bisa mas, berkas-berkas ini harus kuperiksa dan segera siap" tolak asya
"Baiklah, biar kubantu tapi setelah ini kau harus masak untukku"
Asya tidak menjawab, ia hanya menghentikan aktivitasnya dan menatap dirga. Benar saja dirga segera bangkit dan membantu asya mengurus beberapa berkas yang masih tergeletak diatas meja
"Jangan menatapku lagi, aku sudah merasa lapar jadi segera selesaikan ini" ucap dirga dengan nada dingin khas miliknya
Asya lagi-lagi tidak menjawab dan hanya bergegas menyelesaikan tumpukan pekerjaannya atau dirga akan segera menyeretnya keluar kantor dan merobohkannya, karena merasa diabaikan dan tidak senang
asya merasa cukup terbantu karena kemampuan dirga yang memang tidak bisa diremehkan, asya sempat beberapa kali mencuri-curi pandangan untuk melirik dirga yang duduk tenang disampingnya. pria yang berstatus suaminya itu tampak tampan jika sedang serius
sesungguhnya dirga menyadari tingkah asya tetapi ia membiarkannya, biasanya ia tidak akan membiarkan orang lain bersikap seperti itu. namun jika itu adalah asya maka ia tidak akan keberatan, sebaliknya ia malah merasa senang
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
~Author ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada readers sekalian karena telah membuat cerita ini tergantung dan mengecewakan kalian.
Jujur author kemarin sempat sibuk karena UAS, setelah uas ide author malah hilang mengelana entah kemana.πππ
Tetapi author masih terus memantau dan mencheck setiap komentara kalian, author mengucapkan Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada kalian atas Komentar, like, vote dan respon yang kalian berikan sehingga author menjadi bersemangat untuk melanjutkan cerita iniππππππ
Meskipun episode kali ini author tulis dengan fikiran yang kacau dan suasana hati kacau sehingga feelnya ngga dapat, tapi author harap ini dapat sedikit mengobati kerinduan kalianππ
Berkat respon kalian inilah author siap berkelana dan menggali ide baru, serta membangun rasa semangat untuk memberikan yang terbaik yang mampu author lakukan untuk cerita ini. intinya author ingin mengungkapkan rasa terimakasih kepada readers sekalian
__ADS_1