Setan Posesif

Setan Posesif
Bukan pilihan


__ADS_3

"Berbaliklah arah! Tidak perduli seberapapun jauhnya anda telah melangkah dijalan yang salah"


***



Kunjungan singkat mike yang merupakan adik ipar asya semalam setidaknya meninggalkan beberapa hal, seperti hiburan tersendiri untuk asya ditengah fikiran rumitnya, teman ngobrol karena sebanyak itu pelayan dan penjaga tidak ada yang berani mengobrol dengannya, dan yang terakhir beberapa ucapan singkat mike mampu menjadi bahan pertimbangan tersendiri untuk asya.


Sore ini asya telah membuat janji dengan zeus disebuah taman yang dulu sering mereka kunjungi, dan tepat setelah pulang dari kantor asya langsung kesana


Ketika sampai ditaman asya sempat menghentikan langkahnya meski hanya sesaat, ia berjalan perlahan menuju pohon yang tampak rindang dengan udaranya yang sejuk. Dilihatnya sosok pria tampan bak dewa yunani yang memang sesuai dengan namanya, ZEUS


Asya terdiam sejenak menatap pemandangan dihadapannya, zeus yang ia kenal tidak pernah berubah. Sedari dulu ia selalu menjadi pria tampan dengan senyum lembutnya yang menawan, sikapnya yang ramah dan tulus membuat asya mampu jatuh hati padanya.


Sesungguhnya sedari dulu zeus dan asya sudah banyak memiliki waktu bersama meski hanya untuk belajar atau sekedar berbelanja kebutuhan sekolah, mereka juga memiliki banyak kecocokan. tapi entah mengapa rasa nyaman diantaranya tidak mampu jua disadari oleh zeus hingga akhirnya asya mulai melangkah mundur dari perjuangannya yang selalu menorehkan luka


Saat ini zeus sedang duduk dikursi taman dibawah pohon rindang yang menaunginya, tempat favorite mereka dulu. Rambutnya sedikit terbawa angin membuatnya tampak semakin tampan


Rasa memanglah tidak bisa dibohongi, meski sudah lama asya menghapuskan perasaannya namun ternyata masih ada sedikit rasa yang terus mengaliri jiwanya


Dengan langkah pelan asya mendekati zeus, pria itu masih sibuk dengan musik diponselnya hingga tidak menyadari kehadiran asya


"Zee, sudah lama menunggu?" Tanyanya ketika sudah berada dihadapan zeus


"Hah, sya" zeus tampak terkejut melihat kehadiran asya yang dirasanya tiba-tiba


Asya hanya tersenyum saja dan ternyata hal itu mampu membuat zeus terpaku meski hanya sesaat


"Kemarilah sya" ucap zeus mempersilahkan asya duduk disampingnya, lagi-lagi asya tidak menjawab dan hanya langsung duduk disamping zeus


"Zee, kamu sudah makan?" Tanya asya membuka topik yang mampu membuat zeus yang sedari tadi fokus memandangnya jadi tergeragap


"Sudah sya" jawab zeus dengan lembut


"Baguslah jika begitu" sahut asya dengan senyum selembut mentari pagi yang sialnya mampu meruntuhkan hati zeus dengan seketika


"Ehem" zeus sedikit berdehem untuk mengalihkan perhatiannya


"Jadi, apa jawabanmu sya?" Tanya zeus dengan serius


Asya terdiam sejenak sebelum akhirnya menatap zeus dan berucap dengan serius


"Ma'af zee, tapi aku tidak bisa menikah denganmu"


"Kenapa sya?" Tanya zeus dengan nada tak terima


"Aku sudah menikah zee"

__ADS_1


"Lalu kenapa jika kau sudah menikah?" Sangkal zeus tak terima


"Aku adalah wanita yang sudah bersuami zee, tidak mungkin aku menikah denganmu" jawab asya dengan nada yang mulai meninggi


"Aku tau kau masih menyimpan cinta untukku, toh diluar sana banyak wanita yang meninggalkan suaminya demi bersama pria yang dicintainya"


"Jangan samakan aku dengan mereka, sadarlah zee. Aku ini istri orang, ISTRI ORANG" ucap asya dengan keras


Beruntung suasana taman sedang sepi sehingga tidak ada yang bisa mendengar pembicaraan mereka


"Dari awal Aku tau kau sudah menikah sya, tapi aku yakin kau tidak mencintainya"


"Apa maksudmu?"


"Sejak pertemuan kedua kita aku merasa kau menghindariku, jadi aku mencari tau tentangmu"


"Jika kau sudah tau lalu mengapa kau masih melamarku hah?!"


"Karena aku tau suamimu bukan orang yang baik" sahut zeus dengan nada tinggi


"Kau tidak berhak ikut campur urusan rumah tangga orang zee"


"Aku berhak sya, karena aku mencintaimu dan kau mencintaiku"


"Ajaran agama mana yang mengajarkan untuk merusak rumah tangga orang" ketus asya


"Aku tidak perduli sya, aku mencintaimu dan aku ingin kau bersamaku"


zeus menggeleng berusaha menyangkal penolakan asya padanya


"Jawab aku sya, kau mencintai suamimu atau tidak?"


Asya hanya terdiam dan mengalihkan pandangan


"Jawab aku dengan jujur sya"


"Iya, aku memang tidak mencintainya"


"Kau masih mencintaiku bukan?"


"Iya aku masih mencintaimu. Kau puas!"


"Kalau begitu bercerailah darinya sya"


"Allah membenci perceraian dalam pernikahan zee. hanya iblis yang menyukai perceraian dari pasangan suami istri Ingat itu!"


إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ

__ADS_1


Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air kemudian mengirim pasukannya (ke berbagai penjuru). Pihak yang terdekat kedudukannya dari Iblis adalah yang paling besar menimbulkan fitnah. Salah satu dari mereka datang (menghadap Iblis) dan menyatakan: Aku berbuat demikian dan demikian. Iblis menyatakan: engkau belum berbuat apa-apa. Kemudian datang satu lagi (melaporkan): Aku tidak tinggalkan ia (manusia) hingga aku pisahkan ia dengan istrinya. Kemudian Iblis mendekatkan kedudukannya dan mengatakan: bagus engkau (H.RMuslim)


"Tapi dia bukan suami yang baik sya"


"Itu urusanku dan bukan urusanmu"


"Aku tau kalian menikah hanya karena suatu insiden"


Asya menoleh menatap zeus dengan tidak percaya


"Dia juga kasar kepadamu bukan, dia bahkan membatasi setiap gerakanmu"


"Kau tidak punya hak untuk mengusik privasi rumah tanggaku zee" tentang asya yang tersulut emosi


"Kumohon sya, tinggalkan saja dia dan menikahlah denganku. Aku bersumpah akan membahagiakanmu sya"


"Ma'af zee, aku tidak bisa menghianati suamiku. Bahkan ia sedang bekerja untuk kami, bagaimana mungkin aku bisa meninggalkannya demimu"


Asya bangkit dari duduknya dengan emosi yang siap meledak


"Apa baiknya dia sih sya dibandingkan aku?" Debat zeus tidak terima penolakan asya


"Setidaknya dia tidak merebutku dari pria lain, dan dia tidak menduakanku untuk bersama wanita lain" sahut asya dengan ketus


"Tapi kalian memiliki banyak perbedaan sya, dia memiliki banyak kekurangan sebagai suamimu. Dia tidak pantas untuk kau perjuangkan!"


"Perbedaan bukan alasan untuk meninggalkan, kekurangan itu agar kami saling melengkapi bukan menghianati. Dan masalah dia pantas atau tidak! bukan kau yang berhak menilai tetapi Allah"


"Sya....."


"Jika Allah sudah berkata jodoh, kau sebagai manusia bisa apa!" Sela asya memotong ucapan zeus


"mengapa kau harus memilihnya sya?" geram zeus penuh emosi


"Dia bukanlah pilihan melainkan ketentuan"


"sya, ma'afkan aku yang terlambat menyadari cintaku padamu, membuatmu lelah dalam menunggu. tapi kumohon sya, tolong menikahlah denganku dan jadilah milikku" ungkap zeus dengan kesedihan, penyesalan dan frustasi yang tergambar nyata dari wajahnya


"ma'afkan kehilafanku zee, karena sempat memberimu harapan tanpa kepastian. lalu menorehkan luka dan bukannya bahagia"


"Menikahlah dengan gadis lain yang lebih baik dariku zee, aku akan selalu mendo'akan untuk kebaikanmu" ucap asya diujung kalimatnya


"Aku tidak bisa sya, aku mencintaimu" teriak zeus dengan frustasi


"kaulah yang terlambat menyadari perasaanmu, apabila aku sudah bersama orang lain maka itu adalah akibat dari kesalahanmu" tegas asya menghentikan segala perkataan sangkalan zeus yang sia-sia


Asya beranjak pergi, menghindari zeus yang berusaha meraihnya dan memilih lari memasuki mobilnya dan langsung menyuruh anne pergi meninggalkan tempat itu

__ADS_1


Seketika itu juga air matanya menetes membanjiri wajahnya, terisak-isak merasakan perih dihati sebagai konsekuensi keputusan yang telah diambilnya



__ADS_2