
Langit telah gelap ditemani dengan rintik-rintik hujan yang mengguyur kota dengan tanpa ampun. Menyisahkan udara dingin yang menusuk hingga kedalam tulang
Entah hujan sedang membalas dendam pada sang surya karena telah seharian bersinar terang hingga menimbulkan kegerahan, atau memang hujan tengah mengutuk kota yang terus ramai tanpa hentinya.
Sebagian orang akan merindu bila melihat turunnya hujan yang syahdu, namun adapula yang mengenang seperti sisa hujan yang menggenang, dan ada jua yang Membenci seiring aktivitasnya yang terhenti.
seperti gadis yang tengah mengeluh karena turunnya hujan yang telah menghentikan seluruh aktivitasnya, belum lagi tubuhnya yang mulai menggigil merasakan hawa dingin yang mampu berhasil menembus kulitnya.
pakaiannya terasa lembab seiring dengan udara yang berlalu membawa uap dingin hujan
"Kenapa hujannya belum reda sih. Dingin sekali" gadis itu terus saja menggerutu
"Kenapa tidak ada taksi yang lewat! Aduuhh kenapa pula ponselku mati" saat ini ia tampak lebih kesal lagi
Ia tampak berjalan menyusuri area depan pertokoan yang berbaris rapi di sepanjang jalan dengan keadanan tangan yg memeluk tubuhnya sendiri guna mengusir hawa dingin.
Ia berinisiatif bergerak menjauh dari tempat ia berdiri sebelumnya, mencoba keberuntungan yang mungkin menghampirinya. Berharap akan ada taxi yang bisa ia tumpangi guna menghalau hawa dingin sekaligus membawanya dari tempat sepi yang menimbulkan rasa mencekam tersendiri.
Sesekali ia menggosokkan telapak tangannya lalu meniupnya supaya tetap hangat, Berusaha menghalau rasa dingin yang dengan egoisnya tak mau berlalu. Sebenarnya ada apa dengan hari ini? Rasanya seharian ini ia banyak masalah, mulai dari proyek yang mengalami kendala dan membuatnya kesulitan sampai dengan aksi merajuknya hingga tak mau diantar supir
berulang kali ia menghembuskan nafas secara kasar, dengan langkah yang dihentak-hentakkan secara kasar guna melampiaskan amarahnya.
Ia terus saja berjalan melalui berderetan pertokoan yang tutup dengan langkah yang dipercepat, tiba-tiba saja ia berhenti melangkahkan kakinya ketika melihat pintu toko tersebut yang sedikit terbuka
__ADS_1
"Aku seperti mendengar suara" ucapnya pelan
"Apa ada seseorang di tempat yang sesepi ini?" Alisnya saling bertaut memikirkan kemungkinan yang terjadi.
Rasa penasaran telah berhasil mendorongnya untuk mencari tau, dengan langkah perlahan berusaha menekan suara dari sepatu yang sedang digunakannya. didekatinya tempat yang ia duga sebagai sumber suara tersebut, tiba-tiba jantungnya berdebaran tak karuan dan aliran keringat dingin yang dengan lancangnya membasahi wajahnya
ketika sudah berada sangat dekat Ia sedikit mencondongkan kepalanya untuk melihat keadaan didalam toko dari selah pintu yang terbuka. Seketika itu matanya terbelalak dengan mulut yg ia tutup dengan tangannya sendiri supaya tidak mengeluarkan suara yang bisa memancing bahaya.
Gadis itu melihat seorang pria tengah mencabuti kuku dari seorang wanita yang mulutnya dibekap dengan kain, lalu telinganya dipotong dengan sadis bukan hanya itu! Kaki wanita tersebut perlahan-lahan dipotong dengan gergaji. Wanita tersebut tak bisa melarikan diri ataupun kabur, karena tangannya diikat dengan kawat dan juga dikelilingi oleh pria-pria yang tampak bertubuh besar dan juga sangat seram. Entah kesialan apalagi yang menghampiri gadis itu hingga sebelum ia mampu mengendalikan diri dan pergi dari sana, Tiba-tiba saja salah seorang dari meraka menyadari keberadaan gadis yang tak bisa bergerak di pelataran toko tersebut
"Tuan ada yang melihat kita" ucap pria menyeramkan tersebut
"Apa katamu!" Teriak pria berambut pirang itu "cepat tangkap dia bodoh" bentaknya lagi
Para pria menyeramkan itu dengan sigap berhamburan hendak menangkap orang yang dimaksud tuannya tersebut.
"Siapapun kumohon tolong aku" ucapnya, air matanya telah mengalir seiring ketakutannya yang semakin besar
ia terus berlari tak tentu arah, yang ada didalam fikirannya hanya lari, lari, lari dan menyelamatkan diri. karena kakinya yang gemetaran iapun sempat terjatuh, lalu dengan cepat segera bahngkit dan kembali berlari.
Belum seberapa jauh ia berlari sepatunya yang ber hak tinggi terasa sedikit mengganggunya. dengan gerakan cepat ia melepas sepatu itu dan melemparkannya kesembarang tempat.
Hujan semakin deras menjatuhi bumi tanpa ampun, membuat gadis itu juga semakin ketakutan. ia tidak lagi perduli pada sepatu mahalnya yang entah telah hilang kemana ia tidak perduli
__ADS_1
yang terpenting saat ini adalah keselamatannya, nyawanya dan hidupnya
"Bagaimana ini, aku tak mengenali tempat ini" ia meracau panik ketika melihat bangunan-bangunan tinggi dihadapannya. belum lagi dengan persimpangan yang membuatnya cukup bingung
ia menoleh kesana kemari berusaha memindai tempat itu namun tidak berhasil, ia tidak mengenali tempat itu dan dia tidak boleh berlama-lama karena orang yang mengejarnya sudah sangat dekat
"Arggghhh. Tidak ada waktu untuk berfikir" ia segera lari menuju tempat yang tampak ramai dihadapannya.
saat ini Hal yang paling baik untuk berlindung adalah tempat ramai, dimana ia bisa meminta pertolongan dengan cepat.
Tanpa fikir panjang ia segera memasuki suatu tempat yang ia ketahui sebagai bar, tidak memperdulikan apapun resiko yang muncul ketika ia berhasil memasukinya
Ia cukup senang ketika mengetahui tempat ini ramai dengan orang, meskipun ia benci dengan suasana bar, tidak suka suara bisingnya, dan tidak suka menghirup udara yang dipenuhi aroma alkohol. Ia memasuki tempat itu tanpa permisi dan dengan langkah cepat setengah masih berlari tanpa memperhatikan keadaan sehingga
BRUUUKKKKKKK...... ia terhuyung kebelakang dengan seketika
"Ahk. Maaf tuan aku tak sengaja"
ucapnya dengan wajah bersalah karena telah menabrak pria dihapannya. Pria itu tak menyahut dan malah menatap gadis itu dengan alis yang saling bertaut tanda kebingungan
wanita itu tidak banyak berkata, ia hanya terdiam tak bersuara. Pria dihadapannya ini tampak menguarkan aura mengerikan yang mencekam, yang membuat seakan tubuhnya tak mampu bergerak hingga gemetaran
sesungguhnya pria itu tampan dengan postur perawakannya yang tinggi dan tegap, namun tekanan dari tatapannya yang mengintimidasi berhasil membuat siapapun ketakutan dan menciut bila menatapnya
__ADS_1
Tatapan memindai pria itu berhasil membuat gadis dihadapannya terdiam membeku, gadis itu tau ia melakukan kesalahan besar dengan menabrak pria itu, apalagi telah mengotori pakaiannya tanpa sengaja.
Aura gelap yang menguar dari sorot matanya yang tajam mampu membuat gadis dihadapannya merasa seakan tulangnya melunak dan menghilang. Gadis itu bahkan lupa bahwa mungkin dirinya tengah berada dalam upaya melarikan diri dari bahaya karena ada sekelompok orang yang mengejarnya, ia bahkan lupa bahwa nyawanya tengah diincar orang yang berada dibelakangnya. hanya karena tekanan dari tatapan tajam pria dihadapannya