
Hatiku sudah mati bersama jutaan pelangi
Kubawa menjauh langkah kaki
Tanpa terasa perih melukai diri
Biru, tak lagi sebiru cintaku
Rasa bukanlah asa
Dan jiwa terus meronta
Rupakan kisah yang membawa luka
Ceritakanlah padanya, bahwa untuknya tak lagi bermakna
Kuraih setiap helai benang
Kususun jadi layang-layang
Namun sayang putus sebelum mengembang
Terbawa kelam yang menggenang
***
Setelah sehari meliburkan diri dari kantor akhirnya asya kembali hadir dan mengerjakan seluruh pekerjaannya seperti biasa, ia mengenakan kemeja berwarna kuning kunyit dengan rok berwarna coklat tua sepanjang mata kaki
Asya memang selalu mengenakan rok panjang ataupun celana panjang ketika kekantor, sebenarnya asya memiliki pemahaman agama yang cukup. Akan tetapi entah hantu mana yang merasukinya hingga sampai hari ini ia masih enggan berhijab
Tapi tau tidak ucapan menjengkelkan yang keluar ketika ibunya menasehatinya agar berhijab setelah pernikahannya beberapa waktu lalu?
"Biarkan saja aku tidak berhijab, toh yang menanggung dosanya si dirgantara itu bukan lagi ayah, nathan ataupun ibu" ucapnya angkuh lengkap dengan senyuman jahat yang tersungging begitu saja
Hal seperti ini tentu saja tidak boleh ditiru tiru ya, bisa kualat kalau mengadzab suami seperti ini apalagi menyebut nama suami tanpa sopan
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖوَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖوَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ …
Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka ….” (QS. An-Nuur: 31)
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)
Kita sebagai para wanita yang merupakan perhiasan hendaklah menjaga diri dan menutup aurat supaya selamat dunia dan akhirat
Apakah kita ingin menjadi sebaik-baiknya perhiasan dunia? ataukah seburuk-buruknya fitnah?
Seorang anak perempuan yang sudah baligh (haid) hendaknya menutup aurat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah, karena mulai saat itu dosa kita telah mulai dihitung, sholat tidaklah boleh ditinggalkan, melaksanakan perintah Allah dan haruslah menjauhi larangannya
Pada saat itu dosa seorang anak perempuan akan mulai ditanggung oleh ayahnya, kakak lelakinya dan adik lelakinya. Terkecuali saudara angkat, intinya saudara sedarah
***
__ADS_1
Asya masih sibuk berkutat dengan laptop dan pekerjaan dihadapannya yang sempat terbengkalai oleh libur singkatnya
Untuk hari ini anne menemani asya diruangannya, pengawal pribadi asya itu ditugaskan oleh tuannya untuk mengawasi nyonyanya dengan baik dan benar
Anne harus memastikan asya meminum obatnya, makan tepat waktu, menuruti keinginan-keinginan anehnya, juga memperhatikan setiap perubahan emosi asya. Ia harus melaporkan keadaan nyonyanya pada dirgantara agar tau tindakan seperti apa yang harus ia ambil
Anne akui bahwa asya benar-benar seperti orang lain apabila sedang mengalami PMS, dirgantara memang sangat diperlukan guna menjadi pawang singa betina yang siap menerkam kapan saja yaitu asya
Jika biasanya asya akan tersenyum ramah dan begitu sopan, maka lain ceritanya jika sedang pms seperti ini. Asya akan tampak lebih pendiam, tidak menerima kesalahan, dan berwajah sangar hingga membuat seluruh karyawan lebih waspada
Asya yang awalnya masih serius mengamati berkas yang ada ditangannya hingga ponselnya berdering. Dengan gerakan enggan digeserkan jarinya pada layar ponselnya lalu tampak mengetik beberapa kali
"Asyaaaaaaaa" sapa seseorang dalam pesan singkatnya
"Ada apa?" Jawab asya membalas pesan tersebut
"Aku rindu padamu"
"Omong kosong"
"Aku serius sya"
"Ya ya ya" sahut asya dengan nada malas seakan tak percaya
lalu terdengar dering ponsel dan asya langsung mengangkatnya
"Sya?"
"Asyaaaa" panggil seseorang dari seberang dengan nada manja
"Iya?"
"Aku akan menunggumu sore ini dicafe depan kantormu"
"Aku sibuk zee"
"Luangkan sedikit saja waktumu sya"
"Aku sangat sibuk zee" sangkal asya
"Sebentar saja sya"
"..."
"Kumohon"
"Hhhh. Baiklah"
"Terimakasih sya"
"Tapi aku hanya bisa sebentar saja zee" pinta asya pada zeus
"Baiklah"
Panggilan terputus setelah perbincangan singkat diantaranya, anne yang sedari tadi memperhatikan hanya terdiam
__ADS_1
Ia bingung harus bagaimana, apakah ia harus melaporkan perihal zeus dan asya ataukah harus memilih diam saja hingga semua hal ini berlalu
Fikiran anne berkecamuk tak jelas, ia khawatir jika asya akan lari kepelukan zeus selaku cinta lamanya, sungguh! Hal ini akan memiliki dampak buruk bagi dirgantara yang mungkin akan langsung membantai seluruh orang dikota ini sebagai bentuk kemurkaannya.
Belum juga anne menemukan titik terang malah asya sudah memanggilnya
"Anne"
"Iya nyonya?"
"Jangan beritahukan pada dirgantara tentang zeus" ucap asya dengan tatapan rendahnya
"Tapi nyonya...."
"Jangan beritahukan anne, biar ini jadi urusanku"
"Nyonya......"
"Atau aku akan bunuh diri jika kau tetap bersikeras melaporkan hal ini" sanggah asya cepat memotong ucapan anne
Anne terdiam seketika karena ucapan asya, sejauh yang anne tau bahwa nyonyanya itu tidak pernah main-main dengan ancamannya
Mentari telah beranjak dari singgasananya, meninggalkan cahaya orange yang megitu mempesona mata
Asya tengah duduk berhadapan dengan zeus yang sedari tadi menebarkan senyum manis, entah apa yang terjadi padanya hingga merasa begitu gembira
"Kau sedang pms ya?" Tanya zeus dengan lembut
"Iya" jawab asya datar
"Pantas saja kau begitu cuek padaku" zeus nyengir hingga menampilkan deretan giginya dengan begitu manis
"Katakan saja zee, mengapa kau begitu ingin bertemu denganku?"
"Kenapa begitu terburu-buru sya. Rasa rinduku padamu belum hilang" kata zeus dengan kesedihan yang kentara
Asya hanya terdiam saja, hatinya serasa meleleh melihat zeus yang bersikap manis padanya. Sedari dulu zeus memang mampu meluluhkan hatinya dengan sikap yang sebenarnya biasa saja
"Baiklah jika kau memang tak bisa lebih lama lagi mengobrol denganku"
"..."
"Sya"
"Iya?"
"Menikahlah denganku, aku tau kau mungkin berfikir bahwa aku hanya menjadikanmu pelampiasan. Tapi sumpah sya, aku memang selalu nyaman berada didekatmu dan baru-baru ini aku yakin bahwa aku telah jatuh hati padamu" ungkap zeus dengan wajah serius penuh keyakinan
Asya hanya terdiam tak menjawab, ia sungguh terkejut dengan pernyataan zeus, jujur asya begitu gembira karena pada akhirnya perasaannya terbalaskan. Bukankah hal ini yang selama ini ia tunggu
"Aku tau jika aku terlalu terburu-buru, tapi aku tidak ingin menunda lagi untuk bisa mencintaimu seutuhnya. Oleh karena itu, aku akan memberikanmu waktu yang singkat untuk berfikir"
"Kumohon. Berikan aku jawaban besok" lanjut zeus dengan permohon pada asya, ada harapan besar yang terukir dari pandangan teduhnya
__ADS_1