
Khusus untuk chapter ini berisikan curahan hati dari asya zara sulthan sang istri sah dirgantara fatir maheswara yang tentunya akan menceritakan segala unek-unek dan pemikirannya berdasarkan sudut pandang asya sendiri bukan dari sudut pandang author seperti biasanya
Sebelumnya author minta ma'af apabila reader sekalian mengalami kesulitan untuk memahami isi ceritanya
Author mohon pengertian kalian sebagai author pemula yang banyak salahnya
Kang ageng Pangapurane nggeh
***
***
Hati adalah sisi terlembut dari manusia yang tidak bisa dibohongi dan hati adalah perkara paling sulit untuk dipahami
Disisi lain mungkin hati berkata tidak namun disisi lain berkata iya
Sulit untuk meyakinkan hati, butuh waktu lama untuk meyakinkan sebuah rasa yang dihasilkan dari hati apalagi jika itu hati seorang wanita. Pastilah bertambah sulit urusannya
Namun tidak semua wanita memiliki cara berpikir dan pola perasaan yang sama, sebagian wanita mudah bosan dan enggan tapi percayalah! Bahwa wanita sekali mencintai ya cukup satu itu saja. Kalaupun ia terlihat akrab dan nyaman dengan pria lain maka itu hanya sebatas pengalihan tanpa niatan untuk berhianat
Jadi jika kalian melihat wanita yang mudah bosan dan berpindah hati kemana-mana, tebar pesona keseluruh penjuru apalagi suka bergonta-ganti pasangan itu pertanda bahwa sesungguhnya dia belum menemukan cintanya.
Selama ini dia belum menemukan cintanya sehingga ia mudah mengalihkan perhatiannya pada hal-hal yang dianggap baru
Aku dulu tidak pernah memiliki perasaan khusus terhadap laki-laki padahal temanku banyak lelakinya baik disekolah maupun diluar sekolah
Tetapi suatu hari aku jatuh cinta pada salah satu teman sekelasku diwaktu SMA, dia pria yang ramah,baik dan tentunya tampan bak dewa yunani dengan senyum manis yang menggoyahkan hatiku yang beku
Berulang kali aku mencoba menarik perhatiannya namun pada akhirnya aku menyerah. Kuketahui bahwa ia mencintai wanita lain sekaligus temanku yaitu Alicia
Tak kan kupungkiri bahwa Alicia memang cantik dengan darah keturunan jerman yang membuatnya tampak begitu sempurna dan mempesona, hatiku sakit ketika menyadarinya tetapi dengan sekuat tenaga aku berusaha tegar menghadapi semua kenyataan ini
__ADS_1
Banyak waktuku yang kuhabiskan dengan navila, sherlina, kathrina dan emily karena jujur mereka lebih membuatku merasa lebih baik daripada aku terus bersama zeus dan alicia yang tentunya akan membuatku sakit hati
Tidak banyak yang mengetahui tentang perasaanku pada zeus. mungkin hanya kathrina, sherlina dan tentunya Allah juga yang maha tau
Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengejar beasiswa kuliah diluar negeri, ehh! Ternyata si zeus dan alicia juga ikut denganku. Bisa dibilang kemanapun aku pergi maka mereka berdua dengan senang hati akan membuntuti
Sebenarnya aku dengan alicia tidak ada masalah apa-apa jadi aku masih baik dan memperlakukannya layaknya sahabat akan tetapi, si zeus ini loh yang jadi masalah! Diri ini kan ingin move on darinya lah kok malah dianya selalu menguntit hingga mengusik hati
Masyaallah entah apa salah dan dosa diri ini hingga cobaan datang didepan mata tiap hari, rasanya seluruh perjuangan untuk melupakannya itu akan sirna dengan seketika karena melihat senyum singkatnya
Tapi ya sebanyak hati hancur maka sebanyak itu pula kubangun dinding kokoh untuk melupakannya
Kufikir rasa cintaku pada zeus hanyalah cinta monyet yang dengan segera akan sirna tapi nyatanya aku salah karena setelah aku menikah dengan dirgantara dan bertemu lagi dengan zeus rasa cintaku tidaklah berkurang yang ada malah bertambah hingga berakar sampai kedasar
Akan tetapi dengan kesadaran diri yang penuh aku lebih memilih hidup bersama dirgantara dan berusaha mengikhlaskan perasaanku padanyanya yang memang tak sepantasnya ini
Okay! Cukup cerita tentang zeusnya mending kita cerita tentang dirgantara fatir maheswara aka suami sah ku dimata hukum dan agama kalo cerita tentang zeus mulu yang ada aku tambah cinta dan tambah banyak dosa jadi kita gibahin suamiku aja, meskipun dosa tapi gak sebanyak dosa kalo nyeritain lelaki lain. Ini sih menurutku saja, hehe kalo kebenaran sih tetap hanya pada Allah yang maha kuasa
Jujur ya aku menikah dengan dirgantara itu berdasarkan keterpaksaan yang sangat menyiksa jiwa raga, aku bahkan berulang kali berusaha kabur darinya tetapi sekarang aku berusaha menerima bahwa pernikahan ini adalah takdir diantara kami
Akan kuberitau kalian sedikit rahasia yang selama ini belum pernah terungkap, Dirgantara itu menikahiku bukan karena cinta tapi karena obsesi
Aku dulu sempat mengambil mata kuliah psikologi dengan nilai yang diatas baik ketika dijerman dan sudah pasti memiliki kemampuan menyelidik sikap dan kepribadian seseorang
Tergambar jelas bagaimana cara dirgantara memandangku, rasa ketertarikannya itu berdasarkan keinginan untuk memiliki yang besar keinginannya itu diluar batas normal, dia tidak suka jika aku memandang pria lain bahkan aku yakin bahwa sesungguhnya ia ingin mengurungku hingga hanya dia saja yang bisa melihat dan hanya dia yang bisa kulihat.
Aku memang mencintai zeus bahkan sampai detik ini, tetapi pengetahuan agama yang selama ini ditanamkan dalam diriku membuatku menguatkan hati dan memilih mengikhlaskannya. Toh aku yakin kebahagiaannya bukan bersamaku
Perlu kalian ketahui bagaimana sikap posesif dan arogannya seorang dirgantara, aku yakin seratus persen! Dia tidak akan mau menceraikanku melihat dari betapa ia begitu terobsesi padaku dan jika sampai aku memilih pergi kabur bersama zeus maka bisa dipastikan, dalam waktu kurang dari seminggu zeus akan menjadi mayat karena dibunuh dengan keji oleh dirgantara sendiri dan aku akan kembali kegenggamannya lalu ia akan berlaku lebih buruk lagi padaku.
Selama ini ia memberikan banyak hal kepadaku, kemewahan yang ia suguhkan padaku tidaklah main-main contohnya saja kartu Atm non limit yang diberikannya padaku. Bayangkan! Ia memberikan kartu atm tanpa batas padaku yang berarti meskipun aku membeli suatu barang beserta mallnya sekaligus dia tidak akan keberatan dan jika sampai aku bisa menghabiskan isinya dan ingin membeli sesuatu lagi ia akan tetap membayar tagihannya
Gimana the best bukan? Ya iyalah, aku ini memang bisa dikatakan anak orang berkecukupan atau bisa dibilang keluarga kaya ditambah lagi penghasilanku sendiri yang sebenarnya cukup banyak, tapi orang tuaku selalu mengajarkanku tentang pentingnya kesederhanaan. Bahkan nih ya! Aku belum pernah lho menginjakkan kaki di tanah suci padahal kami punya cukup duit, tapi Abi! Ayahku itu selalu bilang bahwa "Lebih baik kita gunakan uangnya untuk membantu orang sekitar dulu yang masih kurang mampu daripada ketanah suci dengan mengangkat dagu sedangkan disekeliling kita masih banyak orang yang kelaparan dan menyedihkan. Ingat zara! bahwa Allah lebih mencintai sujud taubatnya seorang pendosa daripada dzikirnya orang yang sombong"
__ADS_1
Emang betul sih yang dikatakan abi dan itu terbukti dengan tindakan abi menyekolahkan anak kurang mampu disekitar tempat tinggal kami, supaya tidak merendahkan keluarga orang tersebut maka abi memperkerjakan orang tuanya dirumah kami untuk membantu bersih-bersih
abi bilang dia dulu pernah hidup susah dan bagaimana sulitnya mencari uang sehingga ia ingin orang lain tidak merasakan apa yang ia rasakan.
Umma juga sering melakukan hal yang hampir sama misalnya memberi sumbangan pada panti asuhan tanpa menyertakan nama. Aku sangat bersyukur memiliki orang tua seperti mereka
Kalian tau nggak? Baru-baru ini aku mengetahui bahwa suamiku si setan posesif itu ternyata juga melakukan hal yang sama seperti umaku, bahkan bukan sedikit panti yang diberi sumbangan tapi banyak. Aku sih bukannya marah atau tidak suka tapi hanya terkejut karena ternyata dia itu masih punya perasaan simpati kepada sesama begitu
Kalo kalian nanya kenapa aku memanggil ibuku dengan UMA maka jawabannya adalah karena bibiku ada yang bernama umi jadi aku memanggil ibu dengan uma
Okay Balik lagi ketopik utama. Sebenarnya selain tampang dan fisik dirga itu juga punya suara merdu ketika melantunkan ayat suci al-qur'an wong pas malam pertama pernikahan kami dia sempat melantunkan surah ar-rahman untukku kok, sebelum akhirnya dia pergi urusan bisnis keluar negeri.
Sholatnya jika kulihat juga cukup rajin karena sering sholat sunah juga
Terus setelah aksi usaha kaburku dari kediamannya hingga akhirnya dia memaksakan kehendaknya padaku, dia juga menuntunku untuk bersuci alias mandi wajib dengan benar
Jadi bisa disimpulkan jika dia itu lumayan paham agama tetapi kenapa dia juga melakukan dosa besar. Misalnya saja menghilangkan nyawa orang lah inikan berarti dia nyeleweng gak karuan
Inginnya hati ini sih mengingatkan tapi apalah daya nyali ini yang selalu menciut jika melihat tatapan tajamnya, selama ini aku juga tidak berani melawan kita dia meminta haknya ya karena tatapannya itu yang seakan siap memenggal kepalaku kapan saja
Aku sempat mendiagnosa dia menderita bipolar karena emosinya yang kurasa tidak stabil, hari ini dia lembut dan baik padaku lalu esoknya dia sudah mencekikku sampai hampir mati, tapi nyatanya nggak seperti diagnosaku karena dia itu sehat wal afiat lahir batin jiwa raga.
Karena dia tidak suka jika aku membangkang dan menentangnya demi kebaikan diri sendiri serta nyawa, aku lebih memilih diam dan memilih jalan aman alias manut saja dia maunya apa.
Dirgantara ini ditentang seraca terang-terangan siap berperang, ditentang secara halus siap merajam! Kurang sangar dari mana lagi coba.
Jujur aku ingin sekali minggat karena tak kuat menghadapi sikap dan kegilaannya tapi sekali lagi aku mengingat seluruh keluargaku yang amat kucintai, aku sudah bisa memperkirakan bahwa dirgantara bisa mebantai seluruh orang dikota ini hanya untuk melampiaskan amarahnya padaku.
Akhirnya dengan berat hati aku akan tetap berada disisinya dan mendampinginya, karena aku sekarang tau bahwa emosinya bisa stabil jika dia bersamaku. Jadi, please deh ya! Jangan buat dia marah karena aku bujuknya juga susah
Demi keselamatan banyak orang aku telah rela berkorban masa kalian malah mancing emosi dia dan bikin aku dalam kesulitan. Jadi jangan nyinggung masalah zeus didepan dia ataupun bahas cowok lain yang ada sangkutannya sama aku meskipun sedikit
__ADS_1
adalah gambar ilustrasi antara dirga dan asya, gambar ini bukan punya author karena author ngambil dari punya orang
supaya reader sekalian bisa membayangkan bagaimana pasangan absurd tersebut dalam cerita author