
Kulihat bayang gelap malam
Diantara rindu yang membayang
Tentang rasa yang terkenang
Menggenang menenggelamkan kita
Maafkan aku yang berlalu
Aku hanyalah butiran debu
Bisa menatapmu dan memperhatikanmu
Namun tak kan bisa memilikimu
Luapkan saja bencimu
Jauhkan saja cintamu dariku
Karena sejak itu sudah kututup cahaya
Membiarkan diri tersembunyi dibalik gelap kerapuhan hati
Hati yang kuhancurkan sendiri hingga mati, demi menatap hidupmu yang baik-baik saja
***
Waktu telah menunjukkan tengah malam yang berarti kegelapan diluar sana telah berkuasa, memaksa cahaya mentari membenam, meskipun lampu-lampu telah dinyalakan namun tetap saja malam berhasil menunjukkan kekuasaannya dengan dukungan langit yang tetap gelap memekat tak memperdulikan lampu-lampu yang berusaha mengalahkannya.
Udara yang terasa lebih dingin membekukan hingga menimbulkan kerinduan diluar sana, tetapi sayangnya hal itu tak terjadi pada asya. Saat ini ia sedang asyik membaca puisi terbaru yang baru saja diunggah oleh seorang penulis amatir yang bekerja sebagai Akuntan bank, aneh bukan! Ini terdengar konyol, sayangnya orang konyol dan tidak masuk akal itu adalah penulis puisi favorite asya. Penulis itu dikenal dengan puisi-puisi patah hati yang terdengar menyayat, asya bahkan menjadi followers setia akun IGnya
Asya bahkan rela online setiap hari di Instagram hanya demi mengetahui apakah ada puisi baru yang diposting, asya juga pernah menDM si penulis untuk menanyakan alasan kenapa seluruh puisinya berisi kisah patah hati, apakah kira-kira sipenulis memang selalu patah hati atau semacamnya, namun jawaban sipenulis sangat simple yang mengatakan bahwa Ia hanya asal menulis. Sungguh jawaban simple penulis itu berbanding terbalik dengan puisi-puisi karyanya yang memiliki makna mendalam dan membingungkan
Dan anehnya lagi asya tetap menyukai puisi karya penulis konyol dan aneh itu
berkat kesetiannya kepada karya tersebut akhirnya asya pun jadi orang istimewa yang memiliki kumpulan tulisan puisi tersebut dari penulisnya langsung, ia mendapatkan hak istimewa sebagai fans sehingga akan mendapatkan kiriman email berisi puisi setiap kali telah tercipta satu puisi baru.
Bagi asya saat ini adalah kesempatan bagus untuknya berhubung besok adalah hari minggu yang berarti libur dan dia bisa membaca puisi favoritnya maupun menonton drama korea ataupun film horor, ini adalah kesempatan langka perpaduan sempurna dari hari libur dan dirga yang belum pulang, anggap saja suaminya itu kerja lembur.
Dirgantara alias suaminya itu bilang akan pergi mengurus perkerjaan sejak pagi tadi dan belum pulang hingga saat ini, pria itu juga tidak menghubungi asya sama sekali dan jangan kalian harap asya akan menghubunginya terlebih dulu karena dia tidak ingin mengganggu suaminya. Ini adalah hari sabtu(weekend) yang berarti seharusnya dirga menghabiskan waktu dirumah, namun pria itu harus pergi bekerja berarti itu adalah sesuatu yang lain
__ADS_1
Suatu pekerjaan yang berasal dari sisi dunia lain seorang dirga, anggap saja saat ini antara kita dengan dirga memiliki dunia yang berbeda. Jika kita berada di dunia nyata dan dunia maya ataupun yang kita sebut dengan sosial media, maka dirga memiliki satu dunia lain yaitu Dunia Bawah. Dimana ditempat itu berisi tentang kekuasaan, kekuatan, kejahatan, kekejaman, dan pembunuhan. Sisi lain dunia itu adalah aliran darah yang menjadi tak kasat mata bagi orang awam seperti kita, karena yang kita lihat adalah hal-hal baik tentang permukaannya saja bukan sisi aslinya, mungkin kita bisa menggambarkannya seperti kegelapan dimana semuanya tersembunyi dengan rapi.
Asya tak sedikitpun bergerak dari posisi duduk bersila memangku labtopnya, ia bahkan membungkus tubuhnya dengan selimut karena dingin yang ditimbulkan oleh hujan lebat diluar sana. Matanya terfokus menatap layar yang menampilkan adegan demi adegan menakutkan tentang film horor
Entah asya yang terlalu tenggelam dengan film horor yang ditontonnya hingga terbawa suasana atau memang ada sesuatu yang aneh, asya merasa ada sesuatu dan dia merasakan auranya, sesuatu yang mengganggu konsentrasinya dalam menonton film horor hingga menimbulkan bergidik bulu kuduknya.
Glek...
asya menelan ludah dengan kasar, saat ini keadaan listrik sedang padam sejak 5 menit yang lalu dan mungkin saja pelayan dan penjaga sedang berusaha mengaktifkan alat khusus yang tersedia untuk mengalirkan listrik lain kerumah ini. Jadi selama itu akan ada kegelapan selama 10 menit kedepan, sebenarnya rumah ini tidak terlalu gelap karena ada beberapa lampu otomatis yang akan menyala ketika listrik padam tapi cahayanya tidak seterang lampu yang menyala dari aliran listrik, suasananya jadi terkesan horor dengan lampu temaram dibeberapa bagian lorong rumah, ditambah dengan hujan dan petir yang membuat semuanya semakin tampak menakutkan.
Asya biasanya tidak sepenakut ini tapi rasanya saat ini ia jadi penakut ditambah oleh tekanan aura sesuatu yang tidak ia ketahui. Dengan sisa keberanian yang dipaksakan ia menuruni ranjangnya dengan perlahan, dilangkahkan kakinya dengan perlahan menuju kepintu kamar
Setelah sampai ia genggam perlahan gagang pintu lalu menariknya hingga terbuka lalu ia sedikit menyembulkan kepalanya untuk melihat keadaan diluar sana, tidak ada satupun hal aneh yang berhasil ditangkap oleh inderanya sehingga ia memberanikan diri keluar dari kamar tersebut dan melihat secara utuh keadaan yang sebenarnya. Entah mengapa feelingnya mengatakan ada sesuatu sehingga ia nekat keluar, ketika ia menoleh kekiri dimana terdapat dua kamar lagi setelah kamarnya. Disana terasa cukup horor dengan suasana sepi dan hanya angin saja yang terdengar itupun karena ada satu pintu kamar yang terbuka, akhirnya dengan rasa penasaran asya menuju kamar itu dan memeriksa keadaan didalamnya.
Kamar itu adalah kamar yang sebelumnya digunakan mike untuk menginap, adik iparnya itu pulang ketika sore tadi karena ada tamu yang datang kerumahnya. Jangan tanya kenapa sampai jendela dan pintunya terbuka itu semua karena tidak ada pelayan yang berani membereskannya, mereka semua tau kalau mike akan marah jika ada orang membereskan kamarnya ketika ia masih berada dirumah itu atau orang itu akan dicabuti tulangnya secara langsung, jangan khawatir soal kerapian dan kebersihan karena mike akan merapikan dan membersihkannya sendiri dan mungkin karena hal itulah tidak ada pelayan yang menyadari bahwa jendela kamar ini masih terbuka hingga menimbulkan suara yang cukup menyeramkan dari deritan jendela yang terbawa angin dan korden yang melambai-lambai
Setelah asya menutup jendela itu iapun keluar, ketika menutup pintu tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekat,
.
Dekattt,
.
.
Ia memberanikan diri untuk berbalik
.
Dannn
.
Jdaaaarrrrrrr, suara petir menyambar
.
Lalu....
.
.
__ADS_1
.
"Aaaaaaaaaaaaa" asya terkejut dan memejamkan mata serta menutup telinganya
Tiba-tiba saja ketika ia membalikkan badan ada sesosok menyeramkan berpakaian putih dan berlumuran darah berdiri dihadapannya dan menatapnya dengan air yang menetes-netes, sosok itu tampak semakin menakutkan dengan kondisi pencahayaan yang temaram juga hujan dan petir yang terdengar bersahutan
Asya merasa ketakutan dan tubuhnya bergetar ketika tangan dingin sosok itu menyentuh pipinya. tunggu, tangan?
"Zara, ada apa denganmu sayang"
Jdarrrrrrr, suara petir dan sosok itu yang bersamaan menyadarkannya bahwa sosok itu sepertinya adalah.....
Ia membuka matanya dan mendongak memberanikan diri menatap sosok itu
"Mas Dirga?"
Ya benar, sosok menyeramkan yang berhasil mengejutkannya itu ternyata adalah suaminya sendiri. Asya hanya ternganga ketika melihat ternyata itu adalah dirgantara
Bayangin deh kalian ketakutan hanya karena melihat suami sendiri, bayangin gimana perasaannya, bayangin aja bayangin
Sumpah Ini gak lucu ! -_-
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih author ucapkan pada readers yang masih dengan karya author ini, jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan rating bintang 5 jika berkenan😆
Karena respon anda semangat saya
__ADS_1