
Bawakan aku mentari yang sering kau jumpai
Bawakan aku rembulan yang setia menemani
Bawakan aku awan yang biru dilangit itu
Genggamkan aku udara yang membuatmu hidup
Bawakan aku intan meski menyentuhnya aku enggan
Bawakan aku berlian meski melihatnya aku segan
Bawakan aku perak meski aku muak
Bawakan aku emas meski meliriknya saja aku malas
Sangkakanlah aku membuatmu lelah
Jenuhlah padaku membuatmu jengah
Tinggalkanlah aku dengan marah
Supaya kuikhlaskanmu dengan Lillah
***
Hati setiap insan berada didalam genggaman Allah subhanallahu ta'ala, tidak seorangpun mampu menebaknya.
Allah mampu membolak-balikkannya dengan sekejap mata, membuatmu bisa membenci ataupun mencintai dengan begitu saja
Oleh karena itu janganlah berlebihan dalam membenci ataupun mencintai, karena kita tidak pernah mengetahui bagaimana Allah menyiapkan cerita dalam takdir yang dituliskannya untuk kita
Kita sebagai hamba Allah memiliki kewajiban untuk selalu beribadah, berdo'a dan bertawakal padanya.
Selalu sertakan Allah dalam segala urusanmu, maka Allah akan membuatnya terasa ringan bagimu
Tidak ada yang mustahil bagi Allah. ketika menciptakan bumi beserta isinya hanya butuh kunfayakunnya saja, lalu mengapa engkau sebagai hamba masih meragukannya
***
Setelah pertemuan singkat asya dan zeus dicafe sore lalu, pada malam harinya asya tidak bisa tidur. Hatinya gelisah penuh keresahan
Sebagian hatinya begitu merasa gembira karena zeus menunjukkan perhatiannya, tak bisa dipungkiri bahwa ada harapan-harapan yang mulai bermunculan
Tapi sebagian sisi lain dari hatinya menolak, seakan meyakinkan bahwa semua ini tidaklah benar
Sudahlah hati risau, diri sedang PMS. Jangankan untuk segera mengambil air wudhu dan segera bersujud pada Allah agar hatinya tenang, tentu saja sudah tidak mungkin
Hatinya seakan meradang dan emosinya mudah tersulut, eh ini malah entah sengaja atau bukan si zeus terus-terusan saja mengirimi pesan padanya.
__ADS_1
Menyebabkan ia kelimpungan tak tau lagi harus apa, akhirnya dengan pertimbangan yang tidak adil asya memutuskan untuk mematikan ponselnya
Bodo amat jika ada yang menelfon, sms, chat ataupun jika bahkan mengiriminya email tentang berkas dan dokumen pekerjaan.
Yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan hati dan otaknya yang sudah mulai tak sinkron lagi dalam melaksanakan tugasnya masing-masing
Dengan emosi yang entah bagaimana lagi tak terkendali asya melemparkan ponselnya kearah sofa disudut ruangan, tidak perduli jika mungkin saja ponsel itu akan jatuh atau membentur sesuatu yang akan membuatnya hancur berantakan
Ia melompat keatas ranjang lalu dengan tindakan asal-asalan ia menendang-nendang udara dengan begitu brutal
Ia bahkan berteriak-teriak dengan keras meluapkan kekesalan yang sebenarnya tidak jelas apa masalahnya
Asya benar-benar tampak seperti orang gila yang berada dirumah sakit jiwa, melihat tindakan-tindakan absurd yang dilakukannya tentu saja membuat dirinya tampak seperti orang gila, atau mungkin keadaan asya saat ini lebih parah dari orang-orang yang ada di RSJ
Jika kalian berfikir mengapa tidak ada seorangpun pelayan yang datang dengan lari tergopoh-gopoh mendatangi kamar asya untuk melihat keadaan sang nyonya?
Ataukah kalian berfikir bahwa sebanyak itu pelayan dan penjaga tidak ada satupun yang perduli?
Ataukah mereka sebenarnya seperti penyihir yang hanya baik ketika ada dirga, lalu ketika tuannya tidak ada mereka akan semena-mena pada asya!
Sumpah deh! Ini tuh bukannya sinetron diIndos***, ini juga bukan drama korea atau india yang ceritanya naudzubillah nyebelin
Jadi, ketika pulang dari kantor dengan dijemput anne. asya masuk kedalan rumah dengan mengeluarkan aura gelap dan raut muka yang siap menelan siapa saja. Lalu dengan tampang galak akhirnya asya berkata pada luna agar tidak seorangpun berani mendekati kamarnya
Apapun yang terjadi tidak boleh ada yang mengganggunya kecuali memang asya yang memanggil, jika ada yang berani menentang akan ia laporkan pada dirgantara agar dibunuh sekalian saja
Para pelayan dan penjaga yang tau betul bagaimana sikap dirgantara tentu saja jadi takut dan merasa ciut, apalagi mengingat bagaimana tuannya itu akan langsung mengabulkan permintaan nyonyanya itu
Tapi ternyata tidak, karena dengan hati-hati anne memberitahu mereka bahwa nyonyanya sedang pms
Wanita yang sedang pms memang mengerikan, tidak disangka bahwa hal itu juga berlaku untuk asya yang notebene nya adalah nyonya kesayangan para penjaga juga pelayan karena kebaikan hatinya
Anne dan luna sibuk mondar-mandir didepan kamar dirgantara, luna khawatir karena asya tak kunjung turun untuk makan malam, sedangkan anne tidak tau bagaimana caranya membujuk asya agar membiarkannya masuk
Jujur saja Anne dan luna takut jika asya melakukan hal yang tidak-tidak, apalagi nyonya mereka itu punya catatan nekat yang tak terkira. Tapi mau bagaimana lagi. Mereka juga takut pada ancaman asya
Bukan tak mungkin jika asya bisa melukai orang lain jika betul-betul murka, apalagi ia adalah istri dari seorang dirgantara. Bukan hal yang mustahil lagi jika asya juga menyimpan jiwa yang mengerikan dibalik wajah manisnya
Ditengah-tengah kebingungan dan ketakutan mereka tiba-tiba saja dirgantara memanggil anne lewat sambungan ponselnya, membuat anne dan luna tersenyum lebar karena merasa mendapatkan solusi untuk masalah yang mereka hadapi saat ini. Mungkin tuhan kasihan melihat keadaan luna dan anne sehingga dikirimkannya penolong
Tok. Tok tok
Anne mengetuk pintu kamar asya dengan sedikit keras karena tak segera mendapat respon, meskipun begitu kesan sopan tidak juga hilang dari tindakannya
Tok. Tok. Tok tok tok
Anne mulai sedikit khawatir ketika masih tak mendapat jawaban dari asya, fikirannya mulai memikirkan begitu banyak hal menakutkan saat ini
Kriiiieeeettt
__ADS_1
Asya membuka pintu, lalu menampakkan wajah datar yang tampak sangar dengan kediamannya yang menyebabkan suasana menjadi horror. Anne meneguk ludah dengan kasar, ia cukup merinding juga melihat tampang asya yang tidak bersahabat
Anne sudah terlalu sering melihat wajah damai dan ceria milik nyonyanya itu hingga rasanya ketika melihat raut asya saat ini tulang-tulang anne bisa luluh lantak dengan sendirinya
Meskipun sesungguhnya anne gentar ketika melihat tatapan asya yang serasa menusuk dengan cara tak kasat mata ia tetap memberanikan diri dengan menyodorkan ponselnya yang masih tampak berdering
Asya sempat menatap ponsel itu dengan terdiam sejenak sebelum akhirnya mengambilnya lalu sedikit menggeserkan layar dengan ibu jarinya dan menempelkan benda itu ketelinganya
"Halo!" Suara ketus dari seberanglah yang lebih dulu terdengar
Asya masih saja terdiam dan hanya mengguman sesaat
"Halo! Assalamu'alaikum sya?"
"Walaikumsalam" balas asya dengan cuek
"Darimana saja kau" bentak dirga tersulut emosi
"Kamar" jawab asya dengan singkat, padat dan jelas
"Apa saja sih yang kau lakukan? Ha! Kenapa kau tidak membalas pesanku, bahkan ponselmupun mati" sembur dirga meluapkan segala amarahnya, entah mengapa memang istrinya begitu pandai memancing emosinya
"Perutku sakit, kepalaku pusing dan kalian kenapa begitu menjengkelkan ha!" Balas asya dengan teriakan yang tidak kalah emosinya
"Hikss, hikss, kenapa kalian membuatku marah hiks, hiks aku tuh capek hikss...." suara asya melemah disertai isakan dan air mata yang lolos begitu saja melewati pelupuk matanya
Seluruh pelayan dan penjaga yang mendengar teriakan asya menjadi khawatir, mereka semua berkumpul dan berbaris rapi dari tangga hingga sampai pintu kamar asya dan dirga
Mereka bahkan panik bukan main ketika melihat asya yang terisak menangis, anne dan lunalah yang paling pertama kelabakan melihat hal itu. Anne dengan sigap memberikan asya tisu untuk menghapus air matanya, tapi asya masih tak perduli bahkan ketika melihat semua orang berkumpul dan melihatnya
Dirgantara yang berada diseberang seketika itu terdiam, ia masih kebingungan dengan perubahan asya yang tiba-tiba. barusan ia juga mendengar bahwa asya sakit. Entah mengapa dirga merasa bersalah karena telah membentak istrinya itu
"Sayang, jangan menangis lagi ya. Kumohon padamu" bujuk dirga perlahan
"Ma'afkan aku ya"
"Hm" gumam asya singkat dan tidak jelas
"Sayang sakit apa? Sudah periksa belum?" Tanya dirga lembut, asya yang mood swing seperti ini cukup mengkhawatirkan
"Aku tidak sakit yang seperti itu hiks,,,hiks" jawabnya masih dengan sedikit terisak
"Lalu?" Dirga benar-benar kebingungan dibuatnya
"Aku sedang pms, jadi perutku nyeri dan sakit" sahut asya dengan ketus
Dirga menghela nafas lega, mood asya ketika pms memang mudah berubah-ubah apalagi tidak ada yang memahaminya tentu saja aura mengerikannya akan menguar mengerikan
Sebelumnya dirga pernah membawa asya periksa kedokter, dirga sangat ketakutan saat itu karena asya yang menahan kesakitan dan asya terlihat begitu lemas.
__ADS_1