Setan Posesif

Setan Posesif
Bertengkar


__ADS_3

"Sayang apa yang kamu lakukan???"



Yasmin berteriak karena ketika memasuki ruangan dirga dan malah melihat dirga yang tengah disuapi seorang wanita


Dirga juga terkejut oleh kehadiran yasmin yang tiba-tiba telah ada disana, perlahan dirga melihat kearah asya dan ternyata istrinya tersebut sedang menggeram menahan amarah


"Siapa kau berani-beraninya menggoda tunanganku" yasmin menuding kearah asya dengan marah


Asya masih tetap diam dengan tangan yang terkepal kuat


"Dasar wanita murahan! Beraninya mendekati tunanganku!" Yasmin bergerak maju hendak memukul asya, belum sempat tangannya sampai sudah dicekal oleh dirga dengan kuat


"Hentikan ini yasmin!" Bentak dirga


"Tapi dia.. .." belum sempat yasmin meneruskan ucapannya


Plakkkkkkk..... Asya menampar yasmin dengan keras bahkan suara tamparannya sampai menggema


"Kau yang wanita murahan, mendatangi suami orang dan mengataiku murahan" asya menatap yasmin dengan kebencian


"Kau.. ..awwhhh" yasmin terduduk jatuh karena didorong asya, meski tubuh asya lebih kecil dari yasmin tetapi tenaganya tak bisa diremehkan


"Sayang....." dirga berasaha mendekati asya yang sudah tampak emosi


"Jangan panggil aku sayang!" Bentak asya kepada dirga, disertai langkahnya yang mundur menjauh


"Dengarkan aku dulu..." dirga masih terus berusaha menjelaskan


"Aku tidak percaya lagi padamu!"


"Sya..." dirga berusaha meraih tangan asya namun ditepisnya dengan kasar


"Katamu tidak ada yang lain selain diriku, lalu ini apa hah? ****** piaraanmu yang bahkan lebih leluasa masuk ruanganmu daripada aku!" asya berteriak meluapkan emosinya


"Dengarkan aku. Ini salah faham sayang" dirga masih berusaha menenangkan asya yang tampak marah besar padanya


"Salah faham katamu!" Asya tersenyum kecut menanggapinya


"Baiklah. Urus saja jalangmu itu tak usah perdulikan aku" setelah mengucapkan kalimat menusuk itu ia langsung beranjak pergi keluar dari ruangan dirga


"Sya!" Dirga memanggil istrinya itu dan segera menyusulnya


"Sayang! Kamu akan meninggalkanku demi wanita sinting itu?" Tanya yasmin yang langsung membuat dirga membalikkan tubuhnya dan menatap yasmin dengan tajam

__ADS_1


"Jaga ucapanmu yasmin" bentak dirga


"Aku akan mengatakan pada ayah supaya membatalkan kerjasama denganmu, Jika kau berani mengejarnya!" Teriak yasmin dengan nada ancaman yang jelas


"Silahkan saja. Aku tak perduli" sahut dirga dengan dingin


Yasmin terkejut mendengar ucapannya ia tak menyangka dirga akan berkata begitu


"Kau dan perusahaan yang kau banggakan itu tak sebanding dengan istriku. Jadi berhati-hatilah setelah ini aku akan mengurusmu" ucap dirga dengan nada yang tajam menusuk


Lalu segera bergegas mengejar asya, namun ia terlambat karena istrinya itu telah pergi


"Argghhh sial!" Dirga merogoh saku celana mencari ponselnya dan segera menghubungi juan, yang langsung mengangkat panggilannya didering pertama


"Juan segera siapkan mobil. dan seret yasmin keluar dari ruanganku, jangan biarkan ia datang dan menginjakkan kakinya dikantorku lagi" dirga memberikan perintah dengan nada yang tak ingin dibantah


"Baik tuan" ucap juan dengan patuh


Tak lama kemudian juan telah muncul dengan membawa mobil dirga


"Aku akan berkendara sendiri, kau pergilah urus yasmin sialan itu" titah dirga


Juan segera turun dari mobil, segera setelahnya dirga langsung masuk dan memegang kemudi


"Kau urus saja yasmin dan segera batalkan kerja sama kita dengan ayahnya"


juan terbelalak mendengar ucapan dirga, bagaimana mungkin pria itu membatalkan kerjasama mereka. lalu akan jadi bagaimana proyek besar yang tengah ditangani mereka?


"Tapi tuan, itu akan sangat merugikan kita" sanggah juan dengan cepat


"Jangan bantah aku JUANDANY!" Bentak dirga dengan marah


Seketika itu juan langsung bungkam, dirga telah memanggil nama lengkapnya. jika ia masih terus membantah maka bukan tak mungkin dirga akan murka. Dirga tak pernah memanggil namanya secara lengkap kecuali pria itu tengah marah dan siap melakukan sesuatu yang buruk karena tak senang dan merasa ditentang


Juan segera pergi kedalam kantor dan memanggil security serta mengurus pembatalan kerja sama dengan ayahnya yasmin, ia tak mau mengambil resiko dengan menghalangi dirga lagi.


Sedangkan dirga langsung tancap gas meninggalkan tempat itu dengan cepat.


Sesampainya dikantor asya dirga segera mencarinya, tapi sekertarisnya berkata bahwa nona sulthan tersebut belum kembali kekantor sejak tadi.


Dirga semakin panik dan frustasi


Berulangkali dirga menghubungi asya namun ponsel istrinya itu sepertinya sengaja dinonaktifkan.


Ia menghubungi luna dan anne namun asya juga tak ada dirumah dan tak bisa dilacak keberadaannya, membuat dirga semakin emosi

__ADS_1


Ia segera mengendarai mobilnya menuju sebuah bar bernama Angel club yang merupakan tempat bersenang-senang orang kelas atas


Sesampainya ditempat itu ia segera menemui Geo selaku pemilik tempat tersebut


"Ge dimana mike" ucapanya to the point


"Dia ada disana" tunjuk geo pada sosok yang tengah menari dengan tangan yang menggenggam sebotol anggur.


Geo mengurungkan niatnya untuk bertanya karena melihat aura mencekam yang keluar dari tubuh dirga


Dirga segera menghampiri mike yang tengah menari-nari ditariknya orang itu kearah samping menjauhi keramaian


"Ada apa dirgantara? Aku sedang menenangkan diri" sungutnya dengan cemberut


"Kau tak perlu menenangkan diri, aku punya tugas untukmu"


"Benarkah?" Seketika itu mata mike langsung berbinar senang


"Sebenarnya aku ingin mengurusnya sendiri tapi aku harus segera mencari asya, aku khawatir dia terkena masalah" ucapnya dengan raut yang penuh penyesalan


"Tenanglah, serahkan saja padaku" mike menepuk pundak dirga dengan tersenyum


"Kau carilah kakak ipar, biarkan urusan ini aku yang tangani" kembali mike berusaha meyakinkan dirga


Sesungguhnya ia tidak tau masalah yang terjadi, tapi satu hal yang membuatnya berfikir bahwa asya sedang berpergian dan membuat emosi dirga tak stabil. Lalu kebetulan ada orang bodoh yang memancing kemarahan dirga


"Katakan padaku namanya"


"Yasmin. Yasmin sudarsa" jelas dirga


"Wow... ****** itu ya" mike tampak senang mendengar nama itu


"Aku akan melakukan yang terbaik, jadi kau tenang saja. Aku sudah lama ingin merajam ****** itu" mike mengedipkan sebelah matanya lalu tertawa keras


"Lakukan serapi mungkin mike, jangan buat masalah" ucap dirga mengingatkan


"Tentu. Kau segeralah pergi mencari kakak ipar, tidak aman untuknya berada diluar sana terlalu lama" mike segera menggiring dirga menjauhi tempat itu


Ia sudah tak sabar untuk segera bertemu dengan yasmin yang telah membangkitkan hasrat haus darahnya


Sedangkan dirga masih terus memutar otaknya memikirkan kemungkinan dimana asya berada, ia sungguh tak menyangka bahwa makan siang menyenangkannya berakhir dengan pertengkaran hebat sehingga asya pergi entah kemana membuatnya hampir gila karena tak bisa menemukannya


dirga telah menghubungi zack supaya ia bisa melacak keberadaan asya, namun sepertinya asya sudah mulai memahami situasi setelah tinggal dikediaman maheswara, sehingga dengan otak cerdasnya ia mampu memikirkan cara menghilangkan jejak. Dirga sungguh khawatir, ia takut asya benar-benar meninggalkannya


__ADS_1


__ADS_2