
Sore itu asya tengah berada dihalaman belakang, ia ditemani oleh Anne dan luna seperti biasanya. Asya tampak serius memandang bukit kecil tak jauh dari sana yang tampak rimbun dengan pepohonan hingga ia mengabaikan obrolan dari anne dan luna
Asya melirik anne dan luna yang masih tampak asyik mengobrol hingga tak menyadari bila ia mulai mengendap-endap menjauh
Asya sudah berada cukup jauh ketika ia berbalik melihat anne dan luna yang masih asyik mengobrol, asya langsung mengambil langkah cepat berlari menyusuri bukit itu
Ia berhenti dan mengambil nafas sebanyak yang ia bisa ketika telah sampai didekat danau yang tampak berwarna biru memantulkan langit yang tampak terang
"Aku harus segera pergi dari sini" nafasnya tersengal-sengan
"Aneh. Jika benar ini hutan kenapa terlihat bersih dan terawat" ungkapnya kebingungan
Ia berjalan pelan memutari danau yang tak begitu luas sambil mengatur nafas dan menenangkan degub jantungnya
***
"Hari sudah beranjak gelap Nyonya sebaiknya kita segera kemba....... .....eh nyonya?" Anne tiba-tiba panik ketika menyadari bahwa asya sudah tak ada lagi di antara pohon-pohon bunga dihadapannya
"Luna! Nyonya kemana?"
Mereka berdua bergerak panik mengelilingi taman bunga itu, keduanya tak berhasil menemukan asya
"Aku akan memeriksa apakah nyonya sudah berada didalam" ucap luna
"Aku akan mencarinya disekitar dan bertanya pada pengawal yang berjaga" jawab anne
Luna segera berlari kedalam rumah guna mencari keberadaan asya, tak lama zack datang menghampiri anne yang memanggilnya
"Zack. Apakah nyonya ada di depan?"
"Tidak ada. Bukankah nyonya bersamamu tadi?" Tanya zack dengan kebingungan
"Anne, nyonya tidak ada didalam" teriak luna dengan panik
"Gawat. Zack segeralah periksa cctv" anne tak kalah panik ketika menyadarinya.
"Nyonya menghilang dari pengawasan kita" sambungnya lagi
Zack segera bergegas mengecek cctv ketika mendengar penjelasan anne yang berarti bahwa nyawa mereka sedang terancam karena Tuan mereka akan murka jika mengetahui nyonya nya menghilang atau lebih tepatnya kabur
tak lama kemudian zack menghampiri anne dan menyampaikan hasil pemeriksaannya
"Anne, nyonya tak terlihat di cctv setelah bergerak menjauh dari taman ini" ucap zack memberitahukan hasil dari cctv yang diperiksanya.
__ADS_1
Secara otomatis mereka bertiga menggerakkan kepala mengarah pada bukit kecil tak jauh dari sana
"Zack! Cepat perintahkan anak buahmu mencari nyonya kearah sana" anne berteriak menunjuk bukit kecil tak jauh dari mereka,
Dengan cepat zack dan anak buahnya telah bergerak menyebar menyusuri tempat itu
***
Hari sudah semakin gelap ketika asya berhasil mengelilingi danau, ia terus berlari menjauh.
Ia sudah sangat jauh ketika langkahnya terhenti karena dihadapannya berdiri kokoh sebuah tembok beton yang tampak tinggi
"Apa ini!" Pekiknya tak percaya
Ia berlari kearah lain dan kembali menemukan tembok yang sama, lalu berlari kearah sebaliknya berharap bisa kabur, namun harapannya harus kandas ketika melihat tembok beton yang sama lagi
"Apakah ini masih berada di kediamannya?" Tanya asya frustasi
"Ini adalah pagar yang tak mungkin bisa kupanjat" pekiknya tak percaya menyadari hal tersebut
Dirga baru saja sampai ketika melihat rumah yang tampak sepi dan hanya ada beberapa pelayan yang menyambutnya. Ia segera berjalan kekamar mencari asya merasa tak sabar menemui orang yang sempat membuatnya khawatir itu, tetapi ketika ia sampai dikamar ia tak menemukannya. dengan langkah cepatnya dirga kembali turun kebawah
"Dimana nyonya?" Tanya dirga kepada pelayan, entah mengapa firasat buruk mulai menelusup dalam fikirannya
Sedangkan pelayan yang ditanyai tidak berani menjawab, mereka menunduk ketakutan
"Dimana anne, luna dan zack? Aku tak melihat mereka sedari tadi"
Namun tetap tak ada jawaban
"Katakan dimana merekaaa?" Dirga berteriak emosi ketika terus tak mendapatkan jawaban, sedangkan para pelayan saat ini telah berlutut dihadapannya dengan ketakutan melihat emosi dirga yang meluap
"Nyonya....... nyonya menghilang tuan. Jadi.....jadi mereka sedang mencarinya" ucap seorang pelayan memberanikan diri
"Apa katamu??" Dirga sungguh murka, ia bahkan mencekik pelayan dihadapannya.
"Katakan, bagaimana bisa nyonya menghilang?" tanyanya gusar
"Uhukkk, nyonya menghilang ketika sedang be...berada dihalaman belakang tuan uhuukkk. Uhuukkk" pelayan itu bahkan telah meneteskan air mata karena sakit dan sulit bernafas
..Berani sekali kau kabur dariku!.. dirga menggeram menahan amarah, tangannya telah terkepal kuat.
__ADS_1
Ia bergegas kearah halaman belakang menyusul anne dan zack disana, baru saja ia sampai didekat taman bunga dan langsung melihat anne yang menggandeng asya
Dengan langkah besar ia menghampiri asya. Dengan gerakan kasar dirga mencengkeram lengan asya hingga Wanita meringis kesakitan
"Awww sakiittt" asya bergerak mencoba melepaskan cengkraman dirga yang terasa menyakitkan
Namun dirga mengabaikan keluhan asya ia langsung menyeretnya masuk kedalam rumah
"Dirga lepaskan aku" asya berteriak ketika dirga menyeretnya menaiki tangga dengan tergesa
Braaakkkkk....... Dirga membuka pintu dengan kasar karena emosinya yang telah memuncak, ia mendorong asya memasuki kamar mandi.
Dirga mendorong asya hingga menabrak dinding dan mencekiknya
"Uhuukkk....uhukkk lepaskan...uhuk uhukk" asya berusaha melepaskan cekikan dirga dilehernya
"Berani sekali kau kabur dariku hah?" dirga semakin menguatkan tangannya mencekik asya, ia baru saja merasa tengah dihianati. entah bagaimana gadis lemah dihadapannya itu mampu memiliki keberanian hingga menantang dengan pembangkangannya
"Aku tak mau mati karenamu uhukkk..... uhukkkk" asya mulai kesulitan berbafas seiring cekikan dirga yang semakin kuat
"Aku tak akan pernah membiarkanmu kabur dariku" dirga menyeringai menatap asya. Fikiran licik dirga langsung muncul membuat asya yang melihatnya semakin ingin kabur
Ia menyalakan shower hingga membasahi tubuh mereka dan melepaskan cekikannya
"Haaahhhh......haahhhh" asya megap-megap ketika dirga melepaskan cekikan dilehernya, berusaha menghirup udara guna memenuhi paru-parunya
Dirga menangkup wajah asya lalu mencium bibirnya dengan kasar membuat asya memberontak, dengan cepat dirga mencekal kedua tangan asya dan menarik tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka.
Ia melepaskan ciumannya sejenak guna menghirup oksigen
"Kumohon hentikan" asya mulai menangis
Dirga mengabaikannya dan kembali menciumnya bahkan melumatnya dengan rakus, ciuman dirga semakin kasar dan menuntut. Hasratnya membuncah menuntut pelepasan segera
Saat ini tangannya telah bergerak menyingkirkan pakaian yang masih dikenakan asya. Sedangkan asya masih terus saja berusaha memberontak meski gagal karena kalah kekuatan dibandingkan dirga yang tengah mencumbuinya kasar dengan nafsu yang menyelubunginya belum lagi amarahnya yang masih berkobar membuat asya gemetar ketakutan.
sepertinya keputusan untuk berusaha kabur dari dirgantara merupakan kesalahan terbesar dihidupnya
sekedar info ya, author dihari weekend tidak publish. Dan terimakasih atas kritik dan saran dari readers😊
karena ini adalah karya pertama saya jadi kemungkinan masih banyak kekurangan disana-sini, banyak typo yang bertebaran atau mungkin penulisan yang membuat readers bingung dengan jalan ceritanya🙏
kang ageng pangapurane nggeh
__ADS_1