Setan Posesif

Setan Posesif
Menikah? Lagi


__ADS_3

“suamimu juga pernah melakukannya kakak ipar” sahut mike dengan enteng


Asya menoleh menatap dirga mencari penolakan ataupun sanggahan yang mungkin akan ditunjukkan oleh suaminya itu, namun sayangnya dirgantara hanya diam saja seakan mengiyakan ucapan mike


***


“nona layya, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?” tanya asya pada layya yang hanya terdiam menunduk tidak berani sekalipun menatap orang-orang yang berada dihadapannya


“tentu, anda bo-boleh bertanya apapun padaku” sahutnya dengan nada pelan


“apa selama berada diluar negeri anda menggunakan cadar?” tanya asya lagi


“t-tidak” jawabnya lagi


“kalau begitu ada kemungkinan mereka sudah pernah melihatmu” asya tampak semakin serius


“t-tapi”


Asya langsung menatap layya, menunggunya untuk melanjutkan ucapannya


“t-tapi ketika para penjaga membawaku bersembunyi a-aku mengenakan cadar”


“kenapa kau melakukan itu?” tanya mike yang bingung


“p-para penjaga yang menyuruhku begitu” ucapnya pelan


“aku sungguh tidak tau, tapi orang-orang seperti ini selalu bisa mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Rasanya mereka mampu menembus segala macam dinding keamanan” keluh asya lelah


“kami punya banyak koneksi ra, karena kami ini bukan orang baik maka bukan hal yang mustahil untuk kami mencuri” dirga menyampaikannya dengan tenang seperti biasa


“kalau begitu mari kita curi juga data maupun informasi yang mereka miliki” binar mata asya memancarkan semangat berlumur dengan cahaya berkomplot layaknya anak remaja yang membuat janji untuk membolos bersama teman-temannya


“tidak” ucap dirga dengan tegas


“kenapa tidak, kita harus melakukan itu supaya mengetahui kearah mana langkah mereka. Lalu dengan begitu baru kita akan bisa memanipulasi semua informasi agar kita selamat” asya menentang keras dirgantara selagi ia bisa


“aku tidak akan pernah membiarkanmu melakukan pencurian, apapun itu bentuknya” dirgantara memberikan ultimatum


“ya-ya-ya, kalau begitu kalian saja yang mencuri dan aku akan tetap bersembunyi disini” ucap asya menyerah


Dia tidak ingin melakukan konfrontasi yang bisa memicu ledakan amarah dirgantara untuk saat ini, karena ada yang lebih penting untuk mereka lakukan daripada bersitegang yang yang nantinya tidak akan memberikan keuntungan apapun baginya


“akan tetapi kita tidak bisa selamanya bersembunyi, karena mereka pasti akan segera curiga dan bisa menangkap kita”

__ADS_1


“katakan saja intinya ra, kau mau kita bagaimana?” dirga menyahuti asya


“aku yakin kau tau bahwa tidak semua orang bisa memahami maksud tersembunyi dari ucapanmu”


“kalian perlu keluar dari zona nyaman dan membuat mereka merasa bahwa kita tidak ada hubungannya dengan buruan mereka”


“tapi itu sangat berbahaya kakak ipar, aku tidak mungkin membiarkan kalian dalam bahaya” mike langsung menentang keras rencana asya


“keluarlah untuk menjalankan misi seperti biasa mike, dan mas dirgantara akan tetap pergi melakukan perjalan bisnis beberapa hari kedepan.


Dengar! Mereka tidak akan curiga jika aku menginap disini karena aku kakak iparmu, aku juga akan membantu semua keperluan nona layya tanpa menimbulkan kecurigaan” asya mulai menerangkan rencana yang disusunnya


“aku sangat yakin bahwa mereka akan mengawasi semua orang yang membuat mereka curiga, termasuk kita” lanjutnya lagi


“kenapa mereka harus mencurigai semua orang kakak ipar?” tanya mike bingung


“aku tau kau itu hanya monster berhati dingin saja mike, kau sering ceroboh dan bertindak secara impulsif. Entah aku harus bersyukur atau tidak karena semua dugaanku padamu benar” asya menghela nafas panjang ketika memikirkan adik iparnya itu


Mendengar ucapan asya yang terasa menusuk itu mike malah tersenyum-senyum tidak jelas tanpa merasa bersalah


“jika aku jadi mereka aku tidak akan tinggal diam ketika buruanku hilang, aku akan mengejar siapapun yang berpotensi sebagai pencurinya. Dan jika buruannya terlalu besar maka orang dibaliknya tentu harus orang besar” asya berusaha menjelaskannya pada mike


“orang besar? Apa itu raksasa?” tanya mike dengan polos


Seorang pemilik dari perusahaan besar mengapa bisa terkesan idiot seperti ini, asya jadi mengira bahwa mungkin selama ini mike hanya memanfaatkan penampilannya yang rupawan untuk menjadi sukses. Bahkan asya berfikir bila mungkin saja selama ini suaminya lah yang berkerja keras demi mereka berdua, rasanya menghadapi seorang michael yang sedang berada dalam mode idiot membuatnya setres hingga merasa menjadi bodoh


Suaka kekehan yang lolos dari bibir dirgantara terdengar menggelitik telinga semua orang yang berada disana, pria itu mengalihkan wajah dan menutup wajahnya dengan tangan. Layya yang sedari tadi hanya menunduk sampai memberanikan diri untuk menatap dirgantara karena terdorong rasa penasaran


Tidak akan ada yang menyangka jika dirgantara tampak lebih mempesona ketika tertawa, pria itu jadi bertambah tampan berkali-kali lipat hingga membuat siapapun yang melihatnya tersihir oleh pesonanya. Mereka hanya memperhatikan saja tanpa sedikitpun membuka suara, mereka tidak akan mau menyia-nyiakan pemandangan langka seperti ini dan merusaknya dengan mengucapkan sepatah kata tak berharga.


***


Ruangan luas dengan beberapa pendingin ruangan itu rasanya menjadi gerah dan sesak, entah memang pendingin ruangan itu yang tidak berkerja sebagai mana mestinya atau mereka yang sudah berpindah dimensi hingga merasakan kegerahan yang menyesakkan dada


Satu-satunya orang yang tampak tenang tak terdampak apapun hanyalah dirgantara, sedangkan tiga orang lainnya disana tampak tegang bahkan mike sampai berkeringat dingin. Semua orang disana menatap juan dengan serius menunggu apa yang akan dikatakan oleh pria tampan yang sedari tadi tampak sibuk dengan beberapa berkas ditangannya.


Sejenak pria itu tampak sibuk dengan panggilan pada ponselnya, bercakap-cakap dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh mereka yang berada disana. Pria itu seakan tampak sibuk dengan dunianya sendiru sebelum akhirnya kembali fokus pada orang yang berada disana untuk menyampaikan sebuah informasi yang mungkin tidak diharapkan sama sekali


“dengan segala hormat saya memberikan salam kepada tuan dirgantara dan nyonya asya, saya juga-”


“kita tidak sedang berada dalam suasana rapat, jadi tolong langsung keintinya saja tuan juan” asya langsung memotong ucapan juan dengan sangat tidak sabar, membuat pria itu tampak gugup


“katakan secara langsung saja juan, kau lihat bahwa sang nyonya sudah tidak sabar bukan” ucap dirga dengan tenang seperti biasa

__ADS_1


Asya yang mendengar sindiran halus dirgantara hanya cemberut merajuk


“b-baik” ucap juan dengan gugup


“jadi begini, berdasarkan perintah dari tuan dirgantara saya telah mencari tau informasi yang diharapkan dengan secepat dan seakurat mungkin” ucap juan mulai menguasai kondisi, meski begitu ia merinding ketika menatap keseriusan yang memancar dari dirgantara


“saya menemukan bahwa keluarga tuan sulaiman wahid telah tiada, menurut informasi yang saya terima bahwa kediamannya mengalami kebakaran hebat hingga menewaskan seluruh keluarganya” juan langsung menghentikan ucapannya ketika mendengar suara tangisan keras


Ia dengan jelas dapat melihat asya yang sedang memeluk dan berusaha menenangkan seorang gadis yang duduk tak jauh dari mike


“tebakanmu benar ra, sekarang apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkannya? Mereka tengah berusaha menghapuskan identitasnya” dirga sungguh tak menyangka bahwa tebakan istrinya itu benar,


bagaimanapun juga ia tidak berharap ada orang lain yang akan kehilangan keluarga dan menjadi sebatangkara, dirgantara tau benar kepedihan dari semua ini. Dirga dan mike telah lebih dulu merasakan kehancuran hidup dalam satu malam yang begitu mengerikan, lalu hidup dalam kesunyian dan kehilangan segalanya


“kita harus menghentikan usaha mereka bagaimanapun caranya” ucap asya dengan tegas, merasa geram dengan semua yang dilakukan penjahat itu


“kaulah yang telah membawanya kemari, kaulah yang memiliki tanggung jawab untuk membuat keputusan mike” titah dirga dengan jelas


“aku akan menikahinya"


.


.


.


.


.


PRAKATA DARI PENULIS:


Penulis mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan pembaca sekalian hingga detik ini


Penuis harap kalian tidak bosan dengan cerita ini dan bersedia meninggalkan sedikit jejak, karena respon anda adalaah semangat saya.


Penulis juga mengucapkan terimakasih yang teramat dalam kepada pembaca karena telah sabar menunggu cerita ini yang lama tidak up sebab kesehatan penulis yang menurun, oleh sebab itu sebagai hadiah untuk pembaca penuis akan mempersembahkan crazy up yang pertamakalinya dari novel ini.


Dengan berakhirnya bulan juni ini juga rindu yang dibawa pergi oleh hujan yang syahdu, penulis ingin menyampaikan bahwa penulis mungkin akan sedikit mengecewakan pembaca, penulis meminta maaf untuk itu. Cerita ini mungkin akan sedikit lambat dalam up nya, hal ini dikarenakan penulis ingin mengembara untuk mencari referensi dalam upaya melanjutkan cerita ini


Seperti biasa pembaca sekalian tetap bisa meninggalkan pesan dalam kolom komentar maupun chat grup yang disediakan oleh aplikasi untuk berkomunikasi dengan penulis, karena meskipun sedang mengembara penulis akan tetap memperhatikan kalian


Salam sayang penulis (SETAN POSESIF) ALS/ALFIYAH SULTHAN

__ADS_1


__ADS_2