
Alki duduk diam di bangku taman Asoka menikmati pemandangan taman itu. Saat ia hendak berdiri, ia melihat kekasihnya Fery yang mengandeng tangan seorang wanita.
Mereka bicara penuh dengan tawa. Fery saat itu tak mengetahui bahwa ada Alki di taman itu. Alki hanya melihat mereka tanpa melakukan apa-apa karna ia juga tak tahu pasti siapa perempuan itu, tapi dadanya sesak melihat mereka.
Ia mengambil handphone hendak menghubungi Fery tapi ia urungkan. Ia pun memutuskan beranjak dari duduknya dan pergi dari taman itu.
Alki berjalan tak tentu arah dengan sepeda ontelnya. dan tiba-tiba "tit. .tit. ."
suara klakson mobil merah sport, Alki pun berhenti mengayuh sepedanya dan segera menepi.
"hai nona kamu kenapa mengendrai sepeda dengan melamun begitu? berbahaya." ucap pemuda pemilik mobil
"maaf tuan, saya salah. saya akan lebih berhati-hati."(dengan menunduk) jawab Alki
"angkat wajah nona" Alki pun mengangkat wajahnya melihat seorang pemuda berdiri di mobil mewah sport itu yang ternyata adalah teman satu sekolahnya Raki.
"hai, lama tak jumpa nona Alki" sapa Raki
"hm, iya. apa kabar? ga usah sebut nona gitu dong" kata Alki
"baik, dirimu?" kata Raki
"baik kok." jawab Alki
"bagaimana hubunganmu dengan Fery?" tanya Raki
"ah, jangan bahas itu." jawab Alki
"oke. kita makan yuk" kata Raki
__ADS_1
"makan kemana?" kata Alki
"kemana aja, yang penting bikin kenyang dan happy" kata Raki
"oke, bagaimana kalo warteg di depan sana?" Kata Alki
"baiklah. aku akan parkir mobilku dulu" kata Raki
"iya" kata Alki
"eh, jangan kemana-mana. tunggu aku di sini." ujar Raki
"sip" ( angkat jempol ) Alki menjawab
Raki lalu membonceng Alki naik sepeda menuju warteg yang tak jauh dari tempat mereka bertemu.
mereka berbincang penuh tawa.
"ha. .ha. .ha. . kamu ini bisa aja" kata Alki
"kenapa? emang imut kok" kata Raki
"udah ah, ayo pesan makananya" kata Alki
"kamu aja yang pesan, aku ikut aja" kata Raki
Alki lalu memanggil pemilik warteg.
"mbak tolong ambilkan 2 porsi nasi lengkap"
__ADS_1
kata Alki pada pemilik warteg.
mereka makan sambil ngobrol tentang liburan sekolah mereka.
Raki diam-diam memandang wajah Alki yang sedang sibuk makan, dia benar-benar menyukai wajah imut ini yang selalu bisa membuat hatinya teduh.
Andai saja dia milikku, akan aku jaga sepenuh hati ucap Raki dalam hati.
Raki terus menatap Alki dengan tersenyum.
"hei, kok ga makan? ngapa lihat aku kaya gitu, apa ada sesuatu diwajahku?" tegur Alki
jawab Raki " ga ada apa-apa di wajahmu. kamu itu sebenarnya cantik loh. coba aku yang disisimu, bahagianya aku."
Alki sedikit heran dengan kata-kata Raki.
"hei, kamu ngomong apa sih?"
Raki lalu tersadar dari lamunannya.
"eh, maaf. jangan hiraukan kata-kata aku tadi" kata Raki
"udah ni makannya, pulang aja yuk. aku mau bobo siang. he. .he. ." kata Alki
jawab Raki " oke. mari kita pulang"
mereka berpisah dan pulang dengan kendaraan masing-masing.
Raki senyum-senyum sendiri dalam kamarnya mengingat perjumpaannya dengan Alki tadi siang. Andai saja ia lebih awal dikenal Alki daripada Fery, mungkin ada kesempatan baginya memiliki Alki tapi sayang, Alki baru 1 tahun terakhir ini mengenalnya, padahal mereka satu sekolah juga satu kelas. Raki telah memendam perasaannya pada Alki hampir 2 tahun.
__ADS_1
Sungguh ironi, tapi ia bersyukur saat sekarang ia bisa menjadi teman dari Alki orang yang ia sayangi, sebisa mungkin ia akan menjaga dan melindungi Alki meski hanya sebatas teman. selalu ada baik suka maupun duka bersama Alki.