Sia-sia

Sia-sia
diperhatikan


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Alki jalan ke ruang kelas sendirian, beberapa kakak kelas laki-laki mengikutinya. Ia menyadari itu, ia berhenti dan berdiri di pagar membiarkan kakak kelasnya lewat duluan. Ada seorang kakak tampan yang menoleh dan tersenyum padanya Alki balas senyum terpaksa.


Ia masuk kelas, lagi-lagi kakak tampan tadi berdiri di pagar depan kelasnya dan terus melihat ke Alki. Alki merasa tidak nyaman.


"Hei Ohman ngapain kamu disini? masuk kelas sana"


"Maaf bu, iya"


Guru masuk dan mulai mengajar dan menutup pintu kelas.


"Anak-anak tugas yang ibu berikan apa sudah selesai tentang membuat kumpulan cerita?"


"sudah bu"


"jika sudah kumpulkan sekarang, Dede kamu sebagai ketua kelas tolong kumpulkan"


"iya bu"


"Sekarang kita belajar tentang intrik dan eksentrik dari sebuah cerita buka buku bahasa indonesia halaman. . . . ."


Anak-anak belajar dengan khimat.


Pelajaran sekolah selesai dan Alki langsung pulang.


~tin. .tin. .


"hai adek manis, mau aku antar pulang?"


"makasih kak, biar aku jalan aja"


"bukannya rumahmu jauh ya?"


"he. .he. .kok kakak bisa tahu ya?"


"aku tanya Rofi, kalian satu desa kan"


"iya kak"


"ayo aku antar sekalian aku mau tempat keluarga aku disana"


"hm. . .tapi kak"


"ga pa pa, aku ikhlas ni mau antar ga ada maksud apa-apa"


"oke. makasih"

__ADS_1


"iya, pegangan ya"


"iya kak"


"ga usah kaku gitu, pegang ke sini" tangan Alki ditarik ke pinggangnya


Kakak kelas itu mengantar Alki sampai rumah dan benar ia hanya ingin mengantar saja.


"Dek, boleh minta no kontaknya?"


"Buat apa kak?"


"Ya komunikasilah. sini hp mu"


"nih"


Kakak kelas itu menyimpan nomornya pada hp Alki dan ia hubungi nomor hpnya dengan hp Alki agar ia tahu nomor Alki.


"ini hp nya, ampe ketemu besok ya dek"


"iya kak, makasih dah antar"


"sama-sama"


Alki masuk rumah dan ada ibunya di rumah.


"syalom bu. Alki pulang ni"


"Nak, sekolahmu gimana? udah ada teman?"


"Ya begitulah bu, temen ya ada tapi ga dekat. bu, adaptasi itu susah ya? Alki ngerasa sendiri bu disini"


"jangan gitu nak, kamu coba buka hatimu dulu buat nerima kondisi sekarang"


"iya bu, Alki coba. Alki mau ke kamar istirahat"


"iya nak, ga makan siang dulu?"


"ga bu"


Alki merebahkan diri di kasurnya yang baru ibunya belikan untuknya kemarin. Hanya kasur busa biasa, tapi itu sudah cukup nyaman untuknya.


~drrt. . .


*Hai adek manis, namamu siapa ya? aku lupa tanya tadi


Tertulis nama Ohman di pesan itu.

__ADS_1


*Siapa ya?


*Yang tadi ngantar kamu pulang


*Oh, nama kakak Ohman?


*Iya. Namamu siapa?


*Alki kak. makasih ya tadi udah antar pulang


*Sama-sama adek manis


*Sweety, lagi apa? gimana kabarnya sekarang? Honey rindu sekali


*Baik honey, kangen gimana? ketemu juga ga bisa


*Kamu kenapa? kok gitu? capek ya?


*Iya, aku mau bobo siang


*Oh, maaf ganggu my sweety. Istirahatlah


*Honey, aku capek tiap sekolah jalan kaki. Kalo ada yang berbaik hati mau antar aku pulang tapi jarang


*Hm, mau aku kirimkan motor ke sana?


*Emang bisa?


*Bisalah


*Ntar aku suruh orang buat antarnya


*Beneran?


*Iya


*Ntar tiap bulan aku transfer kamu buat minyak dan olinya


*My honey, apa kamu ga berlebihan? aku cuma pacar kamu loh


*Justru karna kamu pacar aku lah


*Tapi kayany ini agak gimana ya


*Udah, . . .kalo kita udah sama-sama dewasa dan aku udah ada kerjaan aku akan lamar kamu


*So sweet. thanks honey love you

__ADS_1


*Love you too


Alki senang dan tertidur tanpa mengganti seragamnya.


__ADS_2