Sia-sia

Sia-sia
rumah sakit


__ADS_3

Ayah ibu Alki sampai rumah sakit langsung ke resepsionis.


"ada yang bisa dibantu bu?"


"sus, ada pasien bernama Alki di ruang UGD?"


"sebentar ya bu saya lihat dulu"


beberapa menit kemudian


"ada ini bu pasien Alki kecelakaan mobil masuk ruang UGD"


"dimana itu sus?"


"ibu lurus aja lalu belok kiri"


"terima kasih sus"


"iya bu sama-sama"


"tunggu bu, ini ada hp anak ibu"


"oh iya sus, terima kasih"


"iya ibu"


~drrrt. . .


ibu Alki mengambil hp Alki dalam tas nya dan tertera nama Raki dilayar ponsel ia mengangkatnya.


~hallo


~*iya hallo nak Raki


~Alki mana bu?


~Maaf nak Raki, Alki saat ini ga bisa angkat telfon karna. . .


~karna apa bu?


~Alki kecelakaan tadi siang


~Apa bu, trus Alki sekarang gimana?


~Belum tahu nak, kami juga baru datang ini


~iya bu di rumah sakit mana?


~di rumah sakit xxx


~iya bu. kami ke sana sekarang kemungkinan malam baru sampai


~iya nak, pelan-pelan saja dan hati-hati


Ayah ibu Alki hendak langsung masuk ke ruang UGD tapi dihadang seorang suster.


"maaf ibu bapak tidak boleh masuk dulu, bapak ibu mencari siapa?"

__ADS_1


"Alki sus, gimana keadaannya?"


"Alki? korban kecelakaan ya?"


"Iya sus"


"ibu tenang dulu, duduk dulu tadi bapak-bapak ini yang membawanya ke sini"


"terima kasih banyak ya para bapak sekalian"


"iya bu sama-sama. Kalo begitu kami permisi mau pulang karna bapak ibu sudah datang"


"iya pak, sekali lagi terima kasih"


"iya bu"


"pak, ibu tolong silahkan urus administrasinya"


"iya suster"


ibu Alki mengikuti suster itu ke bagian administrasi sedang ayahnya menunggu disitu.


Ibu Alki hanya mengambil rincian biayanya dan membayar separuhnya.


Lalu dokter keluar dan langsung dihampiri ayah Allki.


"dokter, bagaimana anak saya"


"anak bapak tidak apa-apa, hanya lecet saja terkena aspal. Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan"


"baik dokter terima kasih"


"gimana Alki pak"


"puji Tuhan Alki ga pa pa bu"


"syukurlah"


para suster keluar membawa Alki ke ruang perawatan. Ayah ibu Alki mengikuti.


mereka sampai di ruang perawatan nomor 2.


Alki masih belum sadar, ayah ibunya menunggunya di ruangan itu.


Beberapa jam kemudian datang keluarga Raki langsung ke resepsionis menanyakan Alki


"sus, apa ada pasien bernama Alki korban kecelakaan?"


"sebentar ya"


"iya"


"oh ada mas barusan dipindahkan ke ruang perawatan nomor 2"


"baik, terima kasih"


"iya"

__ADS_1


"oh ya sus soal biaya biar saya yang tanggung"


"hm, tapi pihak keluarga sudah membayar separuhnya pak"


"begitu? kalo begitu biar sisanya saya bayar. Pakai kartu ini"


"baik pak"


ayah Raki membayar administrasi.


Raki dan keluarganya langsung menuju ruang perawatan.


~kriet. .pintu terbuka Raki dan keluarganya datang.


"bagaimana Alki bu pak"


"nak Raki datang. Alki baik-baik saja hanya belum sadarkan diri"


"begitu"


"nak Raki datang dengan keluarga?"


"iya pak, saya rencana mau berkunjung ke rumah"


"oh gitu"


"ya pak, ini ibu dan ayah saya juga adik saya"


"salam kenal"


"salam kenal juga"


"bapak ibu pulang saja biar saya yang menunggu Alki di sini"


"baiklah nak, titip Alki ya"


"keluargamu apa langsung ke rumah kami?"


"tidak bu, nanti kami akan mencari hotel"


"baiklah jika begitu"


ayah ibu Alki pulang begitu juga kekuarga Raki menuju hotel.


"Raki, kami cari hotel dulu ya untuk menginap beberapa hari"


"iya ayah"


"yang sabar ya nak"


"iya ibu"


"jaga kak Alki baik-baik ya kak"


"iya dek"


Raki memegang tangan Alki dan mengusap rambutnya

__ADS_1


"maaf sweety, aku ga bisa jaga kamu. kamu cepat bangun ya ajak aku jalan-jalan"


Raki menitikkan air matanya.


__ADS_2